Rabu, 15 April 2015

Postingan Dini Hari dan Obrolan Untukmu.

Hallo tan! Sedang apa? saya membuat tulisan ini sembari menemani Gita membeli kebutuhannya di salah satu supermarket. Awalnya saya tidak berniat untuk membeli apapun karena seminggu yang lalu saya telah membeli semua keperluan saya yang sudah habis. Tapi semua berubaaaah saat saya menginjakkan kaki ke tempat mie. Mereka terlalu enak untuk tidak dibeli, saya putuskan untuk membeli beberapa.



Sebelum ke supermarket sebenarnya kami nonton berempat; saya, Gita, Jajang dan Kevin tapi akhirnya Jajang dan Kevin memutuskan untuk pulang lebih dulu saat film telah usai. Tunggu tan, kami tidak sedang doubledate. Kantor tempat saya magang sedang mengadakan nobar film bersama crew, pemain filmnya, dan beberapa orang yang beruntung (mereka mengadakan undian dan yang beruntung akan mendapatkan tiket nonton gratis) jadilah sepulang magang kami berempat datang bersama.


Sebetulnya saya tidak begitu menyukai film horror, tan. Tapi karena hampir semua orang di kantor nonton, saya putuskan untuk ikut, lalu ketika filmnya dimulai saya malah tidur dan bangun setelah filmnya hampir selesai.

Tan, apa kabar? bagaimana keseharianmu disana? pasti menyenangkan, bukan?

Menjadi dewasa ternyata melelahkan ya, tan. Rumit. Kadang saya justru membenci dunia orang dewasa, namun tidak jarang saya mensyukuri posisi saya saat ini. Saya dapat mengenal hal - hal baru yang belum pernah saya jumpai sebelumnya di waktu kecil, melakukan banyak aktivitas yang dulu hanya saya perhatikan lewat orang - orang sekitar, eh tau - tau sekarang saya sudah berada di zona ini, sendirian tan. 

Merantau, kamu tau betapa sekarang saya mensyukuri pilihan saya untuk itu? melakukan segalanya serba sendiri, kamu boleh bilang mungkin saya masuk kriteria perempuan mandiri, hahah saya bersyukur kedua orangtua saya tidak begitu memanjakan anak - anaknya, mereka mengajarkan saya jika ingin mendapatkan sesuatu maka saya harus berusaha, jika saya menginginkan sesuatu dan saya bisa mendapatkannya sendiri saya pikir saya tidak butuh orang lain. Dan jujur saya tidak begitu menyukai orang yang manja, orang yang terlalu mengharapkan orang lain untuk melakukan sesuatu untuknya padahal dia bisa melakukannya sendiri. Semoga kamu bukan tipe manusia seperti itu.

Ngomong - ngomong, bagaimana kehidupanmu di usia yang baru? 24 tahun bukan lagi remaja. Usia begitu sudah pantas memikirkan rumah tangga, hahah tapi saya tahu kamu bukan tipikal anak laki - laki seperti itu, saya tahu kamu masih ingin bersenang - senang dengan teman - temanmu tanpa memikirkan perempuan apalagi pernikahan kan? Aduhh tan.. kenapa kamu cool sekali?

Ini hari yang begitu melelahkan, tapi saya senang. Beberapa hari belakangan hari - hari saya memang terasa sedikit melelahkan, tidur telat dan bangun diawal waktu, ke kampus, lalu lanjut ke tempat magang, mencari berita, berhadapan seharian dengan layar handphone, pulang malam, lalu tidur dan akan begitu selama duabulan ke depan. Terdengar sedikit sok sibuk ya, tan? saya memang sengaja menyibuk - nyibukan diri, saya tidak ingin ketika saya luang saya mengingat kembali apa yang tidak ingin saya ingat. Minus dan silinder di mata saya bahkan semakin menjadi - jadi, sepertinya saya butuh kacamata baru.


Tan, saya rindu. Kamu apa tidak punya rencana untuk datang kesini sekedar mengunjungi kawan - kawanmu? saya ingin bertemu, maksud saya, saya ingin mengulang kejadian ribuan hari lalu, kamu ada didepan saya tapi saya bersembunyi dibelakang kamu, tapi saya melihatmu dari jauh.. begitu saja, tan..

Anak perempuan ini sudah tumbuh besar tan, bukan lagi anak perempuan berusia 17 tahun yang dulu kamu kenal. Dia sudah tidak se-pemalu dulu, tapi dia masih ingin mengagumi diam - diam saja, seperti yang lalu.

Ibu dan abahmu semoga mereka selalu sehat.

(Nb: jangan lupa untuk selalu bahagia, tan!)

2 komentar:

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...