Minggu, 26 Juli 2015

Rumah


Aku ingin punya rumah, Tuhan
yang dalam pelukannya adalah tempatku selalu pulang
bukan untuk sekedar singgah namun untuk selamanya
aku ingin punya rumah, Tuhan
yang pada senyumannya segala gundahku akan hilang
yang pada teduh matanya seolah pundakku ditepuk dan bilang

"semuanya akan baik - baik saja"

Yang tidak perlu bertanya "kamu kenapa?"

Melainkan cukup sekedar duduk disebelah kananku dan diam, mendengarkan apa - apa yang tidak terkatakan oleh lisan.

Aku ingin punya rumah, Tuhan
yang tiap kali aku pergi, membuatku merasa ingin cepat pulang dan ia akan selalu menungguku datang.
Menyambutku dengan pelukan, senyuman, juga tatapan mata yang meneduhkan.

Keinginan ini tidak ketinggian, kan?

Minggu, 19 Juli 2015

Tentang Sahabat.


Pertama kenal tahun 2006. semenjak lulus SD dan memutuskan untuk masuk di madrasah tsanawiyah yang sama, dari masih ingusan, masih cupu, masih pada dekil, masih "babingung-babingung" istilah sorongnya.

Lupa ceritanya sampai bisa berteman sama mereka, tau - tau udah berempat saja kalau kemana - mana. saya, rizqa, sarni, dan kartika.

Saya kenalin sedikit tentang mereka:

1. Rizqa Sanusi anaknya bapak sanusi, berdarah Makassar, lahir tanggal 30 oktober. paling mungil, paling pemalu, paling soleha, dan menjadi kesayangan diantara kita berempat dan sudah menikah sebulan yang lalu dan suaminya berdarah jawa dan paling cengeng, dan paling pintar bahasa arab, dan menjadi idola saya.

2. Kartika Ramadhanti a.k.a Ega. rada nggak nyambung dipanggil ega sih, katanya waktu dia lahir pada tanggal 5 maret 21 tahun yang lalu bertepatan saat warna langit sedang berwarna kemegahan, jadilah panggilannya ega. mahasiswi bahasa inggris. berdarah jawa-manado dan sekarang punya kebiasaan ngalis kalo keluar :p

3. Yang paling dirindukan; Sarni Sakia Tuasikal. kelahiran tahun 92 tepat di tanggal 14 september. berdarah ambon. playgirl. aysha lovers garis keras. dulu sempat tomboy sekarang sudah insaf dan girly abis. sarni adalah manusia paling gila foto seantero jagat, hobinya selfie :p

Lulus dari Mts, Saya, Rizqa dan Kartika melanjutkan di sekolah yang sama sedangkan Sarni melanjutkan ke sekolah yang berbeda, sendirian.

Sempat sedih, cemburu juga takut dilupakan, takut kalau saja mereka bakal sombong saat mendapat teman baru di lingkungan baru, takut kalau mereka akan merasa jauh lebih nyaman dengan teman - teman barunya, takut kalau saja nanti justru saya yang akan melupakan mereka.

Di sekolah yang sama a.k.a Man Model Sorong, saya, rizqa, dan kartika ditempatkan di kelas yang berbeda - beda. saya kelas A, rizqa kelas E, kartika kelas D. saya bertemu banyak teman baru, saya bermain, curhat, dan melakukan banyak hal bersama mereka, tapi rizqa sarni kartika tetap punya tempat tersendiri di hati saya. mereka ada di tempat paling atas, tempat paling spesial.

Kelas XI dan XII saya dan rizqa sekelas, kita sama - sama mengambil kelas bahasa, sedangkan kartika kelas ipa. sarni di sekolahnya mengambil jurusan ips. lalu, di tahun kedua menjadi murid SMA (kalau tidak salah) Sarni pindah ke Ambon dan melanjutkan sekolah disana.

Sempat lost contact cukup lama, tapi beruntung ada facebook yang mampu mendekatkan orang - orang yang jauh heheh. beruntung aplikasi - aplikasi yang lainpun ikut menjamur, bbm, line, instagram, sehingga kami berempat tetap bisa berkomunikasi satu sama lain.

Sekarang saya sedang menyelesaikan kuliah (yang mudah-mudahan adalah) semester akhir di Manado, sarni di Makassar, rizqa dan kartika di Sorong. rizqa berkuliah di Ma'had bilal bin rabbah dan sudah lulus, semoga saya, sarni, dan kartika bisa segera menyusul.

Momen paling menyedihkan adalah saat pernikahan rizqa dan hanya ada kartika disana. saya dan sarni dipisahkan jarak, andai terbang naik elang itu bukan hal yang tabu, andai terbang naik elang kaya di tivi - tivi itu benar adanya, andai elang bisa ngangkut saya yang seberat ini, andai manado ke sorong bisa ditempuh dengan naik angkot, saya pasti pulang, sarni juga pasti pulang. dan kita bisa berkumpul bersama lagi, seperti ketika kita masih di Mts dulu.

Yang paling membahagiakan adalah.... walaupun kita jarang bertemu, kita tetap teleponan setiap malam minggu atau setiap kita sama - sama sedang tidak sibuk, telepon sambung berempat, dan masing - masing dari kita akan bercerita tentang apa saja, tentang rindu yang harus dibayar dengan sebuah pertemuan disebuah kota asing, tentang siapa - siapa saja yang berhasil mampir di tiap - tiap hati kita, tentang masalah kuliah, tentang apa saja, sampai habis pulsa.

Kalau dulu kita berempat pernah gagal bikin kue dorayaki di rumah saya (nyontek resepnya dari majalah bobo), sekarang alhamdulillah kita gak gagal lagi waktu bikin blackforest di rumah rizqa, dan rasanya enak heheh

Saya, rizqa, sarni, dan kartika sudah bukan gadis kecil lagi sekarang, masing-masing kita sudah tumbuh menjadi perempuan dewasa dan persahabatan ini sudah berlangsung selama hampir 10 tahun, tidak bertemu sarni sudah hampir 7 tahun.. sumpah rindu ingin bertemu ini sudah mengakar di kepala dan hati, setiap liburan dan pulang ke sorong, saya, rizqa, kartika selalu jalan bareng namun minus sarni disetiap tahunnya. begitupun tahun ini.
rizqa, saya, kartika
kepada sarni yang kehadirannya selalu dirindukan, semoga nanti kita bisa bertemu lagi dalam keadaan lebih dewasa dan bisa foto bareng dengan formasi yang lengkap ada kamu didalamnya. pada saat itu makassar - ambon - sorong sudah tidak ada artinya lagi. semoga persahabatan ini awet. sampai lama.
sarni
Eh, siapa yang selanjutnya bakal menyusul rizqa? :)


Sorong, juli 2015

Selasa, 14 Juli 2015

kumat.


gadis itu ga jelas
gadis itu aneh
gadis itu gila. ngga. dia ga gila
dia hypophrenia. tau ga itu apa? kalo ga tau, plis gugling.
jangan takut dibilang autis, itu dunia kamu.
eh kamu ilfil ?
kalo boleh jujur gadis itu juga.
dia jauh lebih ilfil.

jauh

jauh

jauh lebih ilfil

kamu dan kamu dan kamu, cih! sebenarnya terserah. tapi kenapa sok sibuk coba?
atau si gadis yang sok sibuk?

"blokir saja semua akunnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh"

dalam hitungan ketiga, syndromnya bakal kumat. percaya deh.

semoga ga lama.

Sabtu, 11 Juli 2015

2.33 am


Belum juga sehari, sudah rindu saja. Se...lucu itu ternyata hatiku. Siapa yang mulai lebih dulu? jangan tanya. Sudah jelas aku, dan begonya kamu mengiyakan.
Kita ini disebut apa?
Padahal aku berharap kamu jadi manusia pertama yang akan mengu......ah sudahlah.

(Nb: hari ini aku nggak ngantuk, lho)

Senin, 06 Juli 2015

Ice Cream.

Manis. Seperti pada gambar ice cream yang kamu kirim malam tadi.
Katamu, kamu meleleh. Kataku, kamu sama halnya dengan ice cream. Katamu, ini perihal hati... HAHAHA
lelaki, lalu bagaimana dengan hatiku yang meleleh pun tidak bisa ku namai seperti itu sebab ia melebihi perasaanmu?



Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...