Merakit mesin penenun hujan
Hingga terjalin terbentuk awan
Semua tentang kebalikan,
Tertulis, terlukis, tergaris di wajahmu
Keputusan yang tak terputuskan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan,
Kebalikan diantara kita
Kau sakiti aku
Kau gerami aku
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang
Ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama,
Ku kan jadi awan....
Kamis, 27 Agustus 2015
Sabtu, 22 Agustus 2015
Munafik.
Perempuan adalah asli tapi dia palsu,
dan dia muak.
dan dia harus berhenti,
namun cara masih menjaga rahasia.
Nyaman membikin hatinya serupa iblis yang betah berlama - lama di dalam surga.
Bagaimana bisa?
memberontak, bilang tidak
tapi gagu.
Perempuan ratu dari segala ratu kelas kakap.
Namun tenang, kamu bukan sang raja.
Berbahagialah dan jangan sampai makan buah khuldi!
di paling dasar yang berwarna merah muda, ia berteriak.
"kasihan dia, sudah cukup, jangan lagi"
tapi ia takut kesepian.
Jahat bukan?
dan dia muak.
dan dia harus berhenti,
namun cara masih menjaga rahasia.
Nyaman membikin hatinya serupa iblis yang betah berlama - lama di dalam surga.
Bagaimana bisa?
memberontak, bilang tidak
tapi gagu.
Perempuan ratu dari segala ratu kelas kakap.
Namun tenang, kamu bukan sang raja.
Berbahagialah dan jangan sampai makan buah khuldi!
di paling dasar yang berwarna merah muda, ia berteriak.
"kasihan dia, sudah cukup, jangan lagi"
tapi ia takut kesepian.
Jahat bukan?
Senin, 10 Agustus 2015
Mungkin Perlu
Kemarin,
Entah sudah manusia keberapa yang lewat di kananku, entah sudah berapa kali berganti tempat duduk orang yang berada tepat di hadapanku, tapi aku masih disini, di sudut ruangan yang barangkali cuma aku dan pemiliknya ketahui.
HAHAHA
Masa aku semenyedihkan itu? aku ingin makan, tapi aku tidak lapar. Jadi, aku duduk saja. Diam. Setelah lelah berjalan - jalan dalam hayalan.
Sebentar lagi langit gelap, apa aku peduli? jelas iya, aku "tidak boleh pulang terlalu larut", kata Mama. Tidak tidak, Beliau bilang "kalau hari sudah malam tidak perlu keluar lagi"
Tapi aku sedari pagi.
Jujur, aku ingin menangis tapi aku tidak mau menangis. Aku tidak tahu apa yang harus ku tangisi. Kenapa dunia begitu terasa hampa? kosong? sepertinya aku harus pandai - pandai dan banyak bersyukur.
Barangkali, Tuhan harus memberiku spidol warna pelangi agar warnaku tidak melulu soal hitam dan putih.
HAHAHA
Kadang aku rasa... aku ingin. Tapi aku ini apa?
Belum waktunya, mungkin. Tapi didalam sini sedang tidak menginginkan apa - apa, lalu kenapa ia hambar?
Mungkin aku perlu bertengkar hebat, lalu tidak lama kembali akur, menonton dan mendengarkan bersama musik yang kusuka dan dia suka, berkeliling dan mencoba tempat mana yang memiliki hot chocolate juga kopi hitam yang lezat, mungkin aku harus rasakan itu, mungkin aku harus tahu seperti apa aroma tubuhnya, mungkin aku harus tahu jenis shampo apa yang ia pakai, mungkin aku perlu berbagi cerita juga ketakutan - ketakutanku yang tidak ingin jadi manusia dewasa, mungkin aku tidak perlu pakai masker lagi dan lebih percaya diri lagi di depannya, mungkin...
Mungkin aku tidak harus bermungkin - mungkin.
Mungkin aku harus pulang ke kost, sebab sudah hampir jam enam dan ice cream sudah tenggelam, di dalam perutku.
Entah sudah manusia keberapa yang lewat di kananku, entah sudah berapa kali berganti tempat duduk orang yang berada tepat di hadapanku, tapi aku masih disini, di sudut ruangan yang barangkali cuma aku dan pemiliknya ketahui.
HAHAHA
Masa aku semenyedihkan itu? aku ingin makan, tapi aku tidak lapar. Jadi, aku duduk saja. Diam. Setelah lelah berjalan - jalan dalam hayalan.
Sebentar lagi langit gelap, apa aku peduli? jelas iya, aku "tidak boleh pulang terlalu larut", kata Mama. Tidak tidak, Beliau bilang "kalau hari sudah malam tidak perlu keluar lagi"
Tapi aku sedari pagi.
Jujur, aku ingin menangis tapi aku tidak mau menangis. Aku tidak tahu apa yang harus ku tangisi. Kenapa dunia begitu terasa hampa? kosong? sepertinya aku harus pandai - pandai dan banyak bersyukur.
Barangkali, Tuhan harus memberiku spidol warna pelangi agar warnaku tidak melulu soal hitam dan putih.
HAHAHA
Kadang aku rasa... aku ingin. Tapi aku ini apa?
Belum waktunya, mungkin. Tapi didalam sini sedang tidak menginginkan apa - apa, lalu kenapa ia hambar?
Mungkin aku perlu bertengkar hebat, lalu tidak lama kembali akur, menonton dan mendengarkan bersama musik yang kusuka dan dia suka, berkeliling dan mencoba tempat mana yang memiliki hot chocolate juga kopi hitam yang lezat, mungkin aku harus rasakan itu, mungkin aku harus tahu seperti apa aroma tubuhnya, mungkin aku harus tahu jenis shampo apa yang ia pakai, mungkin aku perlu berbagi cerita juga ketakutan - ketakutanku yang tidak ingin jadi manusia dewasa, mungkin aku tidak perlu pakai masker lagi dan lebih percaya diri lagi di depannya, mungkin...
Mungkin aku tidak harus bermungkin - mungkin.
Mungkin aku harus pulang ke kost, sebab sudah hampir jam enam dan ice cream sudah tenggelam, di dalam perutku.
Jangan.
jangan jatuh cinta!
jangan, sebab percaya.. kamu akan kecewa pada akhirnya.
kalaupun begitu, biar aku saja.
jangan jatuh cinta!
aku tidak seperti kelihatannya.
percaya....
1008. -Mdc
Langganan:
Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
Selamat bulan maret Selamat tanggal sepuluh Selamat memasuki usia duapuluhlima Kamu.. Selamat ulang tahun Semoga bahagia selalu....
-
Karena kamu kegeeran sendirian, Nis! Karena dia tidak.