Merakit mesin penenun hujan
Hingga terjalin terbentuk awan
Semua tentang kebalikan,
Tertulis, terlukis, tergaris di wajahmu
Keputusan yang tak terputuskan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan,
Kebalikan diantara kita
Kau sakiti aku
Kau gerami aku
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang
Ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama,
Ku kan jadi awan....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
Kamu tau, memperjuangkan sebuah gelar di akhir perkuliahan ternyata lebih susah dibanding memperjuangkan hatinya Tan, dulu. Susah. Dan ribe...
-
Kepulangan kali ini barangkali adalah kepulangan terakhir. Hari - hari berputar menjadi seperti salam perpisahan yang enggan terucap. Aku me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar