Senin, 23 November 2015

Nanti mungkin begini


(Barangkali, hatiku adalah lautan. Semakin kuselami kedalamannya yang kutemui hanyalah kegelapan, pekat, kamu tak akan mengerti, sebab akupun begitu)

Nanti sayang, aku akan memasuki masa dimana merindukanmu adalah sesuatu yang tidak boleh ku kerjakan. Sebab hatimu sudah pada tempat baru yang akan membahagiakanmu sampai - sampai ia dapat menghapus segala ingatanmu tentangku. Kau akan memberinya rasa sayang lebih banyak daripada yang pernah kau berikan untukku. Kau akan lebih takut kehilangannya sampai - sampai kau jaga hatinya selalu.

Nanti sayang, pada saat itu kupikir yang kubisa hanyalah bermain bersama kenangan, penyesalan, kesedihan.

Nanti sayang, disaat itu ku harap hatimu sudah kembali utuh, lukaku? biarkan ia sembuh seiring berjalannya waktu.

Sesekali kau dapat mengingatku jika kau mau, karena disaat itu mungkin aku juga sedang mengingatmu. Memanggil - manggil namamu, mendengarkan lagu - lagu rindu. Lalu berharap suatu hari dapat bertemu.

Menjabat tanganmu.

Menatap kedua bola matamu.

Mengepang rambutmu,

Menyentuh pipimu,

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

dan semua yang menjadi angan - anganku sejak lama.

Aih Tuhan, hayalan macam apa ini!
Membayangkan dan menuliskannya membikin hatiku sesak.

Sabtu, 21 November 2015

flashback.


flashback ke tanggal 13 juli

yang lucu adalah hari itu tepat hari ulang tahun saya (ya ga penting penting amat sih) nothing special as always, yaaa banyak ucapan dari sana dari sini tapiiii yang tunggu - tunggu takunjung datang, sekalinya datang...

drrtttt... drrrrttt....

yang ditunggu gatau aja tuh kalo jantung saya rasanya mau copot pas lihat namanya dilayar handphone.

okey. satu. dua. tiga.
saya angkat.

"blabla bla bla bla bla bla blaaa blablaaa blaaa bla blaa, kepomu itu keterlaluan tau gak!" nada suaranya meninggi.
klik. telepon putus.

HAHAHA hai, saya belum sempat bilang "HALLO" lohhh!

hai, saya pikir tujuannya itu pengen ngucapin "selamat ulang tahun, nisa"

eeeh.

yang ditunggu selamanya gak bakal datang. yang ditunggu selamanya bakalan biarin kita nunggu.
dan sejak saat itu saya pikir, itu adalah hari ulang tahun paling buruk sepanjang saya hidup haha, lebay ya? iya ih lebay.

ih gak penting!

Minggu, 08 November 2015

Jatuh


Aih, sepertinya aku jatuh hati.
Pada seseorang yang hanya bisa aku dengar suaranya dari playlist lagu di handphoneku.
Pria bertopi klasik, yang pandai menulis lirik manis, mengulik nada romantis.

Duh Gusti, bagaimana ini?
Aku orang biasa dia artis. Walau sejatinya dia juga sama sepertiku, sama - sama makan nasi.
Aku jatuh hati pada image yang dia ciptakan, atau memang seperti itu adanya dia?

ha ha ha

Bahagiaku ternyata jadi sederhana, sesederhana melihat 'screenling menyukai foto anda' di instagram. Tidak perlu dia bilang thankiss, itu saja sudah membikin hatiku kembang kempis.

Duh Gusti, tapi aku tahu, bukan cuma aku yang jatuh hati padanya juga karya - karyanya.
Lalu aku harus bagaimana?
Aku jadi ingin ke Surabaya...
Junandharu yang cuma separuh.
Manado, 2015



Selasa, 03 November 2015

Silampukau - Puan Kelana

from instagram @candrikasoewarno


Kau putar sekali lagi Champs-Elysees.
Lidah kita bertaut a la Francais.
Langit sungguh jingga itu sore,
dan kau masih milikku.
Kita tak pernah suka air mata.
Berangkatlah sendiri ke Juanda.
Tiap kali langit meremang jingga,
aku ‘kan merindukanmu.
Ah, kau Puan Kelana,
mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh Puan kembara,
sedang dunia punya luka yang sama.
Mari, Puan Kelana,
jangan tinggalkan hamba.
Toh, hujan sama menakjubkannya,
di Paris atau di tiap sudut Surabaya.
Rene Descartes, Moliere, dan Maupassant.
Kau penuhi kepalaku yang kosong;
dan Perancis membuat kita sombong,
saat kau masih milikku.
Kita tetap membenci air mata.
Tiada kabar tiada berita.
Meski senja tak selalu tampak jingga,
aku terus merindukanmu.
Ah, kau Puan Kelana,
mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh Puan kembara,
sedang dunia punya luka yang sama.
Mari, Puan Kelana,
jangan tinggalkan hamba.
Toh, anggur sama memabukkannya,
entah Merlot entah Cap Orang Tua .
Aih, Puan Kelana,
mengapa musti ke sana?
Paris pun penuh mara bahaya dan duka nestapa,
seperti Surabaya.
Surabaya, 2014

Minggu, 01 November 2015

Dari yang Sedang Gamang.

from tumblr.
kepalanya
dibasuh air panas
tidak
melepuh,
bernanah sedikit.
di kepalanya mendung
abu - abu, aku
tahu
seperti ribuan makhluk
misterius sedang bersekongkol
memintal hujan deras
memintal
hujan
deras hujan
deras
memintal hujan
deras memintal
deras
dari gulali seorang anak
kecil
yang merengek minta
dibelikan ibunya.
hidupnya harus panjang
nanah busuk
menyengat
dapat mengering walau tidak cepat
dan aku tahu
dia
tahu
aku tahu
dia
t
a
h
u
a
l
a
s
a
n
k
u
m
e
n
u
l
i
s
c
a
t
a
t
a
n
t
i
d
a
k
j
e
l
a
s
m
a
l
a
m
m
a
l
a
m
b
e
g
i
n
i
kepalanya malam gelap
tak ada kunang - kunang,
bau nanah
menyengat
kunang - kunang enggan
datang
makan gulali
anak kecil yang merengek
minta dibelikan
ibunya
ia kedinginan
menjilati lukanya sendirian.
kepalanya
dibasuh air panas,
tidak melepuh,
bernanah sedikit
hanya sedikit.

(dari yang sedang gamang)

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...