Minggu, 08 November 2015

Jatuh


Aih, sepertinya aku jatuh hati.
Pada seseorang yang hanya bisa aku dengar suaranya dari playlist lagu di handphoneku.
Pria bertopi klasik, yang pandai menulis lirik manis, mengulik nada romantis.

Duh Gusti, bagaimana ini?
Aku orang biasa dia artis. Walau sejatinya dia juga sama sepertiku, sama - sama makan nasi.
Aku jatuh hati pada image yang dia ciptakan, atau memang seperti itu adanya dia?

ha ha ha

Bahagiaku ternyata jadi sederhana, sesederhana melihat 'screenling menyukai foto anda' di instagram. Tidak perlu dia bilang thankiss, itu saja sudah membikin hatiku kembang kempis.

Duh Gusti, tapi aku tahu, bukan cuma aku yang jatuh hati padanya juga karya - karyanya.
Lalu aku harus bagaimana?
Aku jadi ingin ke Surabaya...
Junandharu yang cuma separuh.
Manado, 2015



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...