Selasa, 31 Mei 2016

Berat.

Kepulangan kali ini barangkali adalah kepulangan terakhir. Hari - hari berputar menjadi seperti salam perpisahan yang enggan terucap. Aku merasa seperti setengah jiwaku menolak pergi, sebab ada yang tertinggal disini. Entah apa.
Mungkin pertunjukkan musik favoritku yang akan digelar disini suatu hari?
Atau mungkin juga perkenalan kita yang harus nya punya temu, di kota ini?

Minggu, 29 Mei 2016

HALU

Seperti hayalan kita, sayang. Menikah, hidup berdua, bercinta dan memiliki tiga orang anak. Kita akan hidup bersama selama - lamanya. Benar, kita tidak sempurna tapi kita akan saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain.

Dalam suatu hubungan tidak melulu penuh dengan kebahagiaan. Cemburu, sakit, sedih, kecewa, marah, pasti selalu ada. Jika saat itu tiba, (hanya) tetap berdiri disebelahku, genggam tanganku erat - erat dan katakan kamu cinta aku, itu saja.. barangkali akan membikin hatiku luluh dan kita akan berbaikan lagi.

Sayangku, saat itu seluruh yang ada padamu kupastikan semuanya hanya akan menjadi milikku. Kita akan saling berbagi perihal apa saja. 
Tidur bersama dan ditemani suara penyiar radio kesukaanmu, kamu memelukku, aku memelukmu dan kita terlelap hingga pagi datang.

Akan ku buatkan dua gelas teh hangat untuk kita berdua dan kita menikmati pagi sambil mendengarkan lagu - lagu dari band favoritmu.
O, sayang.. indah bukan?
Bagaimana?

Minggu, 22 Mei 2016

"Omong Kosong"

Kau tahu kau begitu mencintainya. Semua penduduk bumi pun mempercayai itu. Segala apapun yang kau lakukan semata - mata demi dia, tapi kabar burung itu datang dan kau, kau sungguh kecewa. Jangan tanyakan lagi, kau teramat kecewa. Hatimu yang patah.

Kau tau ceritanya, tidak, belum, tapi cepat atau lambat kau akan mencari tahu sebab kau yakin kau adalah seorang stalker ulung di abad ini. Kau akan mengetahuinya sebentar lagi. Sungguh, ini membuatmu semakin takut untuk berkomitmen. Cinta itu selalu sepaket dengan patah hati. Kau tidak pernah percaya ada cinta sempurna yang berujung pada kehidupan abadi yang membahagiakan selama - lamanya. Tentu tidak ada sampai kau yang akan mengalaminya sendiri, barangkali.

Sejauh ini, kau hanya pura - pura tidak tahu, bukan? Padahal didalam hatimu mereka berontak, emosimu meluap - luap, jutaan caci maki kau kumpulkan dan siap kau keluarkan namun kau menahannya sebab kau mencintainya, demi Tuhan kau sangat mencintainya. Mati - matian kau mengusir pikiran itu, mati - matian kau coba lupakan, namun sayang sekali.. pikiran itu jauh lebih kuat dari pertahananmu yang mencoba untuk mengusirnya.
Sekarang bagaimana? Kau harus apa, kau menjadi sangat bingung.

Kau tekankan berulang - ulang kali, kau perintahkan hatimu untuk mengingat - ingat kenanganmu dengannya, kenangan indah kalian bersama, kau coba untuk tidak membencinya sebab kau mencintainya. Aku tahu cintamu tulus, namun entah setiap kau melihatnya sedang asik dengan benda kotak itu, setiap kau mendengarkan suaranya dan suara perempuan diseberang sana... tidak ada yang tahu kau telah menumbuhkan kebencian yang teramat dalam untuknya. Kau tahu dia dan suara perempuan diseberang sana sudah saling terhubung sejak lama, walau kau tidak tahu bagaimana persisnya namun firasatmu mengatakan ada yang tidak beres. Sesuatu yang tidak baik akan nampak ke permukaan suatu hari, tinggal menunggu waktunya saja, dan firasatmu.. kau mempercayai ia tidak akan salah. Firasatmu selalu benar.

Hatimu patah, se....patah - patahnya. Kau ingin menangis sungguh sejadi - jadinya namun air matamu akan terbuang percuma saja. Kau harus berontak, kau harus melakukan sesuatu yang dapat menyiratkan pesan kepadanya untuk berhenti, jangan terus - terusan menjadi iblis sebab dimatamu, kau masih menganggapnya seorang malaikat.
Ia pernah menjadi malaikatmu.

                                          ****

"Aku tau keahlianmu selain mengarang cerita!"

"Apa?!"

"Selingkuh...."

Tawanya pecah. Telepon putus.

Minggu, 01 Mei 2016

Tulisan Si Alay Yang Ku Suka.

Kita ini pasangan yang punya planet sendiri. Cuma kita yang tinggal disana. Kita bahagia berdua. Sebagian ilmuwan tahu keberadaan kita. Planet ini cuma punya kita. Satu saat kita akan ajak keluarga kita ke planet kita, biar mereka bisa tahu betapa bahagianya kita ini. Kita ajak yang lain biar bisa ikut bahagia bareng kita. Nama planetnya; "Planet oLev".

-A

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...