Jumat, 04 September 2015

Catatan Akhir Kuliah.


Kamu tau, memperjuangkan sebuah gelar di akhir perkuliahan ternyata lebih susah dibanding memperjuangkan hatinya Tan, dulu. Susah. Dan ribet. Tapi saya harus tetap semangat, ada yang menunggu di rumah, ada yang tidak pernah lelah mengirim doa.

Sarjana. haahaha

Setelah ini saya harus apa? bagaimana? melanjutkan sekolah lagi? bekerja? jadi apa? gelar ini akan sangat membantu? oh ya? lalu setelah itu apa?
semakin dewasa semakin tidak punya cita - cita.

Iya, dulu saya punya cita - cita yang menurut saya keren: jurnalis. Maka saya memutuskan untuk berkuliah komunikasi. Semangat yang menggebu - gebu di awal semester laluuuu padam begitu saja. Sekarang malah tidak ingin melanjutkan cita - cita itu lagi.

Untuk kedepannya saya hanya berpikir akan bekerja menjadi apa saja, mungkin saya akan menerima untuk menjadi ini atau itu, yang penting orang - orang dirumah bahagia.

Walau begitu semoga mimpi - mimpi yang sudah lama saya tabung ini bisa menjelma nyata di suatu hari:
Menerbitkan beberapa novel romance, memiliki toko roti, mempunyai publishing house sendiri, juga rumah kopi bernuansa cozy.

Kalaupun sulit diwujudkan, setidaknya berhayal untuk memilikipun sudah sangat menyenangkan.

4 komentar:

  1. Kamu gak sendirian.
    Kuliahku juga aku tunda untuk waktu yang belum ditentukan. Pusing mikir final project huft

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalu bagaimana kuliahmu sekarang, mas? He he he

      Hapus
  2. Kamu gak sendirian.
    Kuliahku juga aku tunda untuk waktu yang belum ditentukan. Pusing mikir final project huft

    BalasHapus
  3. aku merindumu mba unyu..

    BalasHapus

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...