Jumat, 04 September 2015

buntu.

hatiku
layu
hujan
kian 
deras
namun
aku
tak
membiarkan
ia
terkena
rintiknya
hampir
mati
kekeringan
meronta
meronta
dan
aku
kebingungan
dicekik
rindu
juga
sesal
yang
semakin
hari
kian
menggunung
hatiku
minta
pelangi
yang
bersembunyi
di telapak
tangannya
hatiku
mau
bersembunyi
disitu
disela-sela
jemarinya
menjadi
apa-apa
yang
digenggamnya
aku
ingin
jadi
airmatanya
rasa
sedihnya
rasa
sendunya
aku
ingin
dia
terus
memberi
hatinya
walau
hatiku
kini
layu
aku



buntu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...