"Aku kehujanan, gak butuh pelangi. Aku butuh payung"
Lelaki itu berkata kepadaku, lebih mirip sebuah pengharapan.
Ah, seandainya aku punya sedikit keberanian.
"Biar aku saja yang jadi payungmu, kupastikan kamu tidak akan lagi kehujanan. Sesekali mungkin mendung dan gerimis, tapi aku ini payung. Gunakanlah aku saat kau butuh. Begitulah takdir payung"
Katamu, kekasihmu itu menggantung hubungan kalian. Aku paham betul rasanya. Ia membuatmu uring - uringan seharian. Kau bilang, ia sedang silau dengan dunianya yang baru. Kau mempersilahkan ia berkelana kemanapun ia suka, dan yakin ia akan kembali padamu ketika lelah.
Kau lelaki tampan yang menyedihkan. Dan akulah yang jauuuh lebih menyedihkan darimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar