Sabtu, 25 November 2017

sabbath II

aku menunggu malam ini untuk memulai percakapan lebih dulu, denganmu.
sayangnya kau tak ada. tidak tidak
tidak perlu terlalu sering menyambutku,
tak apa. begitu saja

Rabu, 15 November 2017

Payung Teduh

Satu lagi kabar mengejutkan dari musisi indie kesukaan setelah Banda Neira aka Ananda Badudu dan Rara Sekar yang memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi project duo mereka. Adalah Istiqamah Djamat atau yang dikenal sebagai Is sang vokalis Payung Teduh, mengundurkan diri dari band tersebut. Kaget bercampur sedih. Tapi tidak sesedih mendengar kabar dari Banda Neira sebab saya belum berkesempatan untuk menonton live ketika mereka manggung. 

Saya mengenal dan mendengarkan musik Payung Teduh sejak duduk dibangku kuliah semester 3 yang berarti kurang lebih sudah lima tahun. Dikenalkan oleh teman - teman Persma Jogja yang memang gandrung musik folk berlirik puitis nan kritis.

Alhamdulillah sebulan yang lalu, Payung Teduh mampir ke kota saya dannnnnnnn saya sudah pasti sangat antusias dengan kedatangan mereka. Pukul 19.00 saya dan adik saya, Uni, menuju Rumah Kopi yang adalah tempat manggung Is dan kawan-kawan.

Saya begitu hanyut dengan alunan musik mereka yang sangat syahdu, alunan suara yang biasanya hanya saya dengar melalui soundcloud atau joox dan aplikasi serupa, malam itu bernyanyi secara langsung didepan mata saya tanpa perantara. Dan hati saya begitu jatuh sejatuh - jatuhnya pada “Kita adalah Sisa - Sisa Keikhlasan yang Tak diikhlaskan”
seperti sedang melahap sebungkus cokelat dan melumer dimulut, begitu manis. Sampai ingin menangis. Entah karena Is membawakannya dengan penuh penghayatan atau pikiran saya yang saat itu melayang - layang mencari - cari sisa keikhlasan yang tak diikhlaskan dengan lagu tersebut sebagai backsongnya.

Sayang sekali sang vokalis memutuskan untuk mengundurkan diri dari Payung Teduh. Ya, hidup adalah pilihan, setiap orang punya pilihan dan seperti kata Is; ia memilih pamit. Dengan ataupun tanpa Is semoga Payung Teduh tetap menjadi teman  paling asik diperjalanan menuju jalan - jalan panjang kesuatu tempat, seorang diri.

Resah, Berdua Saja, Menuju Senja, Rahasia, Angin Pujaan Hujan, dan lainnya.. dan lainnya


Sampai berjumpa dikarya yang lainnya, Is!


Sabtu, 04 November 2017

Selamat Menjadi Asing

aku pernah diam - diam memikirkanmu, tidak berharap banyak namun denganmu. sedikit bercakap dan bertukar list lagu. atau menemukanmu dalam tidurku.
untuk segala rasa penasaran, terimakasih pernah menjadi rahasia.
dan berhenti menjadi pengagummu.

Jumat, 03 November 2017

aku menemukan tuan dalam kegelapan.
enggan keluar namun minta diselamatkan.
tubuh menggigil dan dihangatkan dengan hatinya sendiri.
setengah mati berjalan namun tertatih ke tujuan.
tuan, tuan
dunia memelukmu tapi yang  kausambut hanya luka
yang kau ciptakan dari pikiranmu sendiri
lelaki beruban, juga perempuan yang jarak tempuhnya kilo ribuan..
tuan merangkul lutut dan mencintai dekapan
dari tangan - tangan panjangnya yang ia pakai untuk menulis diotaknya
tuan, tuan..

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...