Matamu.
Mataku?
Iya. Matamu.
Dilihat dari sudut manapun tetap cantik, walau sebenarnya kau laki - laki. Atau, bagaimana dengan 'matamu tampan'?
atau, matamu cantik dan juga tampan?
atau, iya, aku sedang ngawur pagi ini dan kau boleh bilang aku menggilaimu. Tidak, tidak, maksudku menggilai matamu...
Sebab, kulihat ada bulan disana, juga langit yang begitu lapang berhiaskan bintang - bintang.
Tunggu, ini aku lagi ngomongin apa sih? -_-
(nb: diketik sembari mendengarkan maliq and d'essential - penasaran)
Sabtu, 07 Maret 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
Kamu tau, memperjuangkan sebuah gelar di akhir perkuliahan ternyata lebih susah dibanding memperjuangkan hatinya Tan, dulu. Susah. Dan ribe...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
dear ILONA ESTHERINA CHRISTINE PIRI, di kosannya yang hanya berjarak empat rumah dari kosan gue. pasti lo bertanya - tanya kenapa gue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar