Senin, 23 November 2015
Nanti mungkin begini
(Barangkali, hatiku adalah lautan. Semakin kuselami kedalamannya yang kutemui hanyalah kegelapan, pekat, kamu tak akan mengerti, sebab akupun begitu)
Nanti sayang, aku akan memasuki masa dimana merindukanmu adalah sesuatu yang tidak boleh ku kerjakan. Sebab hatimu sudah pada tempat baru yang akan membahagiakanmu sampai - sampai ia dapat menghapus segala ingatanmu tentangku. Kau akan memberinya rasa sayang lebih banyak daripada yang pernah kau berikan untukku. Kau akan lebih takut kehilangannya sampai - sampai kau jaga hatinya selalu.
Nanti sayang, pada saat itu kupikir yang kubisa hanyalah bermain bersama kenangan, penyesalan, kesedihan.
Nanti sayang, disaat itu ku harap hatimu sudah kembali utuh, lukaku? biarkan ia sembuh seiring berjalannya waktu.
Sesekali kau dapat mengingatku jika kau mau, karena disaat itu mungkin aku juga sedang mengingatmu. Memanggil - manggil namamu, mendengarkan lagu - lagu rindu. Lalu berharap suatu hari dapat bertemu.
Menjabat tanganmu.
Menatap kedua bola matamu.
Mengepang rambutmu,
Menyentuh pipimu,
Memelukmu?
Memelukmu?
Memelukmu?
Memelukmu?
Memelukmu?
Memelukmu?
Memelukmu?
Memelukmu?
Memelukmu?
Memelukmu?
dan semua yang menjadi angan - anganku sejak lama.
Aih Tuhan, hayalan macam apa ini!
Membayangkan dan menuliskannya membikin hatiku sesak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
Kamu tau, memperjuangkan sebuah gelar di akhir perkuliahan ternyata lebih susah dibanding memperjuangkan hatinya Tan, dulu. Susah. Dan ribe...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
dear ILONA ESTHERINA CHRISTINE PIRI, di kosannya yang hanya berjarak empat rumah dari kosan gue. pasti lo bertanya - tanya kenapa gue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar