Kalau di dalam Rectoverso ( Hanya Isyarat ) milik Dewi
Lestari, si gadis hanya bisa menggapai lelakinya sebatas punggungnya saja, aku
hanya bisa menggapai lelakiku sebatas suaranya saja. Lelaki ku? Tunggu! Apa pantas
ku sebut ia milikku sedang aku hanya dapat menggapai suaranya saja? Aku tau
betul ada bagian lain selain suaranya; matanya, senyumnya, punggungnya, dan
sosok utuh dirinya. Tapi, layaknya gadis penggapai sebatas punggung itu, aku juga
adalah gadis paling menyedihkan karena aku tau apa yang tidak sanggup aku
miliki.
Kamu dan hanya suaramu lah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar