Rabu, 15 Januari 2014

I miss being a little kid

Rindu rasanya jadi anak kecil; bebas melakukan apa saja, bebas menangis di mana pun tempatnya, seberapa besar pun volume suaranya.
Saat apa yang di inginkan tidak dapat dipenuhi, saat hatinya ingin mendapatkan sesuatu tapi tidak dapat terkabul, menangis sekencang - kencangnya tanpa mempedulikan orang - orang di sekelilingnya.
Aku rindu rasanya jadi anak kecil.
Aku juga masih ingin menangis sekencang - kencangnya tanpa mendengar "Kamu bukan anak kecil lagi, bersikaplah layaknya perempuan dewasa" dari orang sekitar.
Aku juga masih ingin menangis sekencang - kencangnya saat aku dapat nilai jelek di dalam mata kuliahku di kampus,
Aku juga masih ingin menangis sekencang - kencangnya saat aku terlihat seperti orang bodoh ketika sedang berkumpul diantara mereka yang pintar karena tidak mengerti apa yang sedang mereka perbincangkan,
Aku juga masih ingin menangis sekencang - kencangnya saat aku di rantau dan ingin sekali pulang ke rumah bertemu Ayah, Ibu, Adik memeluk mereka tapi aku tau aku tidak bisa karena aku jauh,
Aku juga masih ingin menangis sekencang - kencangnya saat aku kesepian di dalam kamar kos sendirian,
Aku juga masih ingin menangis sekencang - kencang - kencangnya saat aku merindukan kamu tapi aku tidak berani untuk mengungkapkannya kepadamu, saat aku ingin kamu mengingatku lagi tapi aku tau aku tidak bisa membuatnya menjadi nyata.
Aku ingin jadi anak kecil lagi,
lalu menangis sesuka hati.
Aku lelah menangis sendirian di dalam kamar, tidak ada yang menenangkan, setidaknya untuk bilang "Kamu perempuan dewasa, tapi kamu tetap manusia biasa, menangislah..."
Aku juga ingin jadi anak kecil lagi, yang saat aku menangis siapapun yang mendengarkan akan datang membawakanku setangkai permen kaki, atau balon warna merah hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...