Kamis, 27 Februari 2014

vxctrqwrpaohd

Saya tau, kita akan tiba dimasa kita--akan--salingmelupakan--untuk sementara waktu. Kamu memasuki dunia yang dimana didalam situ kau dapati jati dirimu--mungkin. Kamu bertemu Pangeran berkuda putih yang memintamu menjadi Putri dan berlalu pergi. Lalu benar kata Jikustik "perubahan ini meyakinkan aku bahwa tak ada yang abadi"

Mungkin saya egois, tidak ingin ada perubahan karena saya menikmati masa - masa saya menjadi saya dan kamu menjadi kamu----bukan orang lain.
Sekarang saya gila sendirian, tanpa kamu--juga--dia. Saya hanya rindu kita menjadi orang gila bersama, kita dan dunia yang kita punya, kita dan cita - cita kita yang (dulu) saya pikir sejalan. Tapi kamu memilih untuk menjadi waras, kamu diculik Alien. kamu dibawa pergi Pangeran ke Istana yang tidak bisa saya jangkau.
Jangan berubah..

Kalau memang sudah waktunya kamu untuk berubah---menjadi---orangasing, bisa tidak kamu berpura - pura untuk tidak berubah didepan saya? tetap jadi dirimu yang dulu saja. Dan, saya juga akan berpura - pura tidak tahu menahu soal perubahan kamu.
Saya tidak waras sendirian, dan rasanya seperti kesepian---dan kehilangan...

atau

hanya perasaan saya saja?

Manado, 28/02/14

Tuan Nona Kesepian


hei Tuan Kesepian,
Nona tak Berkawan sedang menunggumu..

Tuan : "Nona, apa yang salah padamu? apa enaknya tenggelam dalam hayal?"

aih Tuan, andai kau tahu berhayal itu kegiatan yang paling menyenangkan, dan gratis, tentu saja. 
 kau Tuan Kesepian, kemari ikut berhayal bersamaku agar aku punya kawan..

Nona tak berkawan, tak pernah rasakan cinta
sungguh pandai berhayal
mimpi itu alamnya..

ha-ha-ha kau tahu betul tentangku..

aku tahu kau kesepian karena menunggunya, kan?
daripada menunggu Nona yang lain, lebih baik denganku saja, bagaimana?
kita menghayal berdua.
aku tidak ingin menjadi Nona tak Berkawan yang Kesepian, Tuan.

Nona jatuh cinta pada Tuan,
Tuan menunggu yang lain..

Tulus - Tuan Nona Kesepian (NP)

sos [!]

soulmate-ku hilang diculik Alien
dibawa kabur ke entah berantah!

27/02/14

Jumat, 07 Februari 2014

Sendiri


Hati kok kayaknya sepi bangettt gitu. Jadinya ngga ngerti; ya maksudnya jadinya aku ngga ngerti sama hati aku sendiri. Ada rasa rindu tapi ngga tau rindu sama siapa; rindu ini ngga bertuan, ada rasa cemburu tapi ngga tau juga cemburu karena apa dan siapa yang dicemburuin, ada rasa suka tapi.. yang aku suka itu siapa coba? Rasa sukaku juga ngga bertuan.
Rasanya aku kaya lelah berharap, lelah suka – sukaan tapi nggatau kenapa hatiku juga kaya lagi menunggu. Tapi ngga tau siapa yang aku tunggu.

Sendiri berjalan di tengah malam nan sepi
Kian jauh melangkah semakin gelisah
Sendiri termenung dilarut malam nan hening
Hatiku smakin gundah
Oh mata membasah
Bayu dingin lalu
Kan bintang mengedip sayu
Rembulan menyuram
Tiada terbayang.. harapan
Sendiri melangkah di jalan remang membisu
Ku nanti engkau sinar
Bersama sang fajar..

chrisye - sendiri

Selasa, 04 Februari 2014

Perempuan Itu..

Hallo kamu! Pria yang digilai perempuan itu. Ralat! Bukan hanya digilai, tapi amat sangat digilai. Dan kamu boleh menyebutnya perempuan itu gila.
Izinkan aku bercerita sedikit tentangnya padamu.
Perempuan itu, apa kau mengenalinya?
Jangan tanyakan padaku: apakah ia mengenalimu atau tidak?
Ia kenal betul lebih dari kau kenal dia.
Aku saksinya,
sungguh!
Ia memujamu, tak lelah ia terus menulis tentangmu.
Dalam tiap derai tangis ataupun tawa bahagianya, kamu menjadi alasannya paling utama.
Perempuan itu, harus ku akui pula ia pantang menyerah.
Sekalipun kau bantai ia dengan sikap dinginmu,
ataupun
tindakan lain yang menyakiti hatinya.
Ia tetap menyayangmu
Ia tetap menyayangmu
perempuan itu yang akan mengkhawatirkan keadaanmu
dan
dialah yang mengkhawatirkanmu pertama kali saat kau bermasalah dengan beberapa orang dalam sebuah kegiatan
yang mengharuskan kalian ber-akting.
Ia menyayangimu,
sungguh!
Sekalipun kamu tidak.
Ia bahkan bungkus kenangan kalian rapat-rapat.
Walaupun hanya sedikit yang kau beri untuknya.
Hei pria yang menjadi cinta bagi perempuan itu!
Tak bisakah kau buka hatimu untuknya?
Sedikit saja
biarkan ia menempati celahnya
dan
ku pastikan ia akan sangat bahagia.
Ia menyayangmu.
Aku tidak berbohong.
Cobalah sedikit berbalik ke arahnya.
Lihat ke dalam hatinya
dan
kan kau dapati namamu
disana.
Aku bersungguh-sungguh!
Ia teramat membanggakanmu di depan teman-temannya,
walau kau tak melakukan hal serupa.
Dan hei! Lihatlah! Lihat pria hebat!
Ia bersorak kegirangan.
Perempuan itu bahagia
setengah mati kau balas pesan singkatnya yang dikirimnya untukmu.
Kau balas
dengan kata yang menurutku biasa saja,
tapi luar biasa untuknya.
"ini siapa?"
dan ia kebingungan.
Mungkin
bertanya-tanya bagaimana ia harus menjawab pertanyaanmu.
Ia begitu menyayangimu.
Coba sedikit pahami perasaannya.
Bagaimana ia dengan tulus sayangimu tanpa pamrih.
Terus menyapamu
mendoakanmu selalu.
Rasakan perasaannya yang teramat dalam untukmu
sebelum
semua terlambat
dan
ia putuskan tuk berhenti
lalu
menghilang dari
kehidupanmu.
Disaat itu, kau akan setengah mati merinduinya, perempuan itu..

Surat Untuk Tuan Pemilik Tulang Rusuk

Teruntuk.. siapapun kamu yang entah apa aku menyebutnya.. mungkin Tuan Pemilik Tulang Rusuk? Ya sementara kusebut saja begitu.

Hai Tuan! Dimana kamu? Kapan waktunya tiba kamu akan mendatangiku? Siapa kamu? Bagaimana cara kita bertemu nanti?
Terlalu to the point ya, pertanyaanku?
Ha – ha – ha. Lupakan. Abaikan. Mari membahas yang lain.

Tuan, biar ku ceritakan keseharianku saja. Saat aku menulis surat ini, aku sedang berada di sebuah café yang baru dua hari belakangan ini ku jadikan tempatku mencari inspirasi. Aku tidak sendiri, tetapi berdua. Tidak, jangan salah sangka, Tuan. bukan berdua bersama seorang kekasih, tetapi seorang sahabat. Seharusnya berlima, tapi yang lain sedang sibuk dengan urusannya.

Café ini di desain manis sekali, tepat di tepi pantai dengan lampu – lampu yang remang membuatnya menjadi romantis. Cukup banyak pengunjungnya, aku berharap diantara sekian banyak yang datang kamu satu diantaranya.
Oh iya, langit malam ini cerah sekali, bintangnya banyak, bulannya sabit, bagaimana dengan langit malam di tempatmu, Tuan?

Oh hai, hampir lupa. Saat menulis surat ini juga, aku adalah seorang anak perempuan 19 belas tahun yang masih sangat… labil. Haruskah aku bercerita sedikit tentang sifatku kepadamu, tentang apa yang aku suka dan tidak kusukai? Agar di suatu hari yang entah kapan saat kamu bertemu denganku kamu tidak perlu bersusah payah mempelajariku. Bagaimana, setuju?

Aku suka sekali dengan dongeng Peterpan, kamu tentu tahu kan Tuan seperti apa ceritanya? Peter adalah salah seorang dari sekian banyak anak yang tinggal di Neverland, aku tidak begitu tahu bagaimana bisa mereka sampai disana, yang aku tahu, dia; Peter hanya tidak ingin menjadi orang dewasa, ia hanya ingin terus menjadi anak kecil. Katanya, di Neverland kita tidak akan tumbuh mejadi orang besar, entah kenapa aku suka dan selalu berandai – andai agar Neverland itu benar – benar ada agar aku bisa hidup selamanya disana, menjadi anak – anak saja. Tapi, bukankah lebih baik jangan? di Neverland aku tentu tidak akan bisa tumbuh besar dan bertemu denganmu kan, Tuan?

Aku suka aroma pethrichor. Itu loh aroma hujan, maksudku wangi aroma tanah yang bercampur dengan air hujan. Tuan, kamu tentu pernah menghirup aromanya, sengaja ataupun tidak. Aromanya khas, aromanya selalu berhasil membawaku mengenang kembali masa - masa kecilku dulu. Sebab itulah aku juga menyukai hujan. Aroma pethrichor dan hujan adalah satu paket lengkap yang membuatku merasa seperti menghirup aroma kehidupan. Hehehe. Saat kita telah dipertemukan nanti, ayo kawani aku menghirup aroma hujan. berdua saja.

Bagaimana denganmu, Tuan? Apa yang kamu sukai? Ah! Aku lupa. Siapa kamu saja aku tidak tahu, apalagi hal – hal yang kamu sukai, iya kan?

Tuan, aku begitu mencintai permen karet. Aku suka yang rasa mint, yang rasa jeruk juga aku suka. Apa saja rasanya asal itu permen karet aku pasti suka. Rasanya seperti hampir gila jika sehari saja tidak mengunyah permen karet. Hiperbola ya? Ha-ha-ha tapi begitulah adanya. Aku suka membuat balon dari permen karet, aku bisa meniupnya sampai besar. Besar sekali. Nanti pasti akan ku tunjukkan padamu saat bertemu. Akan ku bagi juga permen - permen karetku untukmu.

Aku suka menulis diary. Untuk sementara ini, isi diaryku bercerita tentang siapa saja; anak laki – laki yang pernah singgah atau hanya mampir sebentar di hidupku. Kamu jangan cemburu ya. Kita memang harus singgah di beberapa hati untuk kemudian dipertemukan suatu hari, Tuan. Jika saat ini kamu sedang dengan anak perempuan yang lain, nikmatilah perasaan itu. Sementara saja. Aku tidak marah karena kelak nanti kamu akan diperuntukkan untukku. Iya kan, Tuan? Saat kita bertemu nanti, aku janji akan selalu menjadikanmu puisi dalam tulisanku, aku pasti menjadikanmu tokoh utama dalam semua cerita yang ku buat.

Kau tau White Shoes And The Couples Company? Aku suka band Indie itu. Aku suka semua lagunya. Aku suka gendre musiknya, aku suka suara Sari vokalisnya, aku paling suka Ale gitarisnya hehehe. Lagunya selalu ku putar berulang – ulang jika sedang suntuk, atau penat. Seperti dopping yang selalu bisa menyemangatiku. aku suka mendengarkan Kisah Dari Selatan Jakarta sambil nutup mata rapat – rapat.

Aku juga suka coklat, aku suka ice cream spongebob.

Aku suka dibilang aneh.

Aku suka duduk di tepi pantai sekedar mengantar matahari pulang, atau sekedar bernyanyi bersama ombak, atau menemani yang patah hati, atau bertukar kisah paling pilu bersama sahabat.

Tuan Pemilik Tulang Rusuk, kapan kita akan berjumpa?
Aku sedang menunggu
Dimana kamu saat ini? Ada di dekatku, atau jauh, atau..
Dimanapun kamu, kita pasti akan bertemu. Disuatu waktu, hanya kamu dan aku.
Di waktu yang tepat.

Bagaimanapun wujudmu dan bagaimanapun wujudku. Semoga kelak saat bertemu, kamu senang menjadi jodohku ha-ha-ha

Tuan, di tempatku sudah semakin larut. Kau tahu, butuh lima jam untukku menulis surat untukmu yang entah akan sampai atau tidak, aku perlu untuk menulis yang semoga sampai pada hatimu lewat apa saja. Semoga terasa walau tak terbaca.

Kusudahi suratku, Tuan.

Malam terlalu malam. Aku butuh untuk beristirahat yang tenang.

Tidurlah yang nyenyak.

Sampai bertemu di suatu saat nanti, Tuan. Senang menulis untukmu.

-f

Sabtu, 01 Februari 2014

Surat Untuk Ma dan Ba

Teruntuk kedua malaikatku di dunia. Ma dan Ba. Di pulau seberang.

Hallo ma dan ba.
Semoga selalu sehat. Ini surat untuk kalian, semoga senang ya dapat surat dari anaknya (yang di rantau) walaupun ngga bakalan kebaca hehe
Ma dan Ba..
Terimakasih ya untuk setiap apapun yang sudah ma dan ba kasih buat saya, sesulit apapun itu selalu di usahakan, saya sayanggggg banget sama kalian.
Maaf ya belum bisa jadi anak yang baik
Maaf kalau masih sering ngebantah, kalau masih sering nyusahin, kalau belum bisa ngasih nilai sempurna (IP) selama kuliah ini, maaf juga kalau misalnya nanti anakmu ini lulus kuliahnya lama.
Jangan kecewa. Saya janji kok bakal ngebahagiain kalian, tentu dengan cara saya sendiri.
Saya janji bakal ngebuat kalian berdua bangga.
Tapi untuk sekarang ini……. Maafkan kalau belum bisa, maafkan karena saya masih labil huhuhu
Ma dan ba.. semoga awet yah.. langgeng sampai lansia. Semoga kelak kisah cinta saya bisa seperti kalian.
Saya selalu berdoa yang terbaik untuk kalian. Semoga ma dan ba selalu bahagia. Juga selalu sayang sama saya hehehe
Semoga ma dan ba selalu diberikan kekuatan agar bisa terus merangkul dan menasehati anak – anaknya menjadi lebih baik lagi.
Oh iya, janji ya untuk terus hidup dan temani saya sampai saya tua nanti? Sampai saya menikah dan punya anak – anak yang lucu – lucu.
Janji ya selalu ada untuk saya?
Karena saya butuh kalian, sampai kapanpun itu.
Karena saya selalu berdoa supaya Tuhan mau ngabulin doa saya yang satu ini.
Duh… saya sayaaaaaaaaaanggggggg banget sama kalian. Ngga tau gimana hidup saya tanpa kalian.
Semoga kalian bahagia punya anak seperti saya.
Maaf suratnya pendek. Susah ngejelasin yang saya rasain sama kalian kedalam kata – kata karena kalian berdua terlalu indah.
Tapi doa terbaik untuk kalian selalu menggema dihati; semoga kelak bisa saya persembahkan kunci Surga Firdaus untuk kalian.
Amin.

Bahagia selalu ya, Ma.. Ba…



Salam sayang dan rindu selalu,
Anakmu di rantau

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...