Selasa, 04 Februari 2014

Perempuan Itu..

Hallo kamu! Pria yang digilai perempuan itu. Ralat! Bukan hanya digilai, tapi amat sangat digilai. Dan kamu boleh menyebutnya perempuan itu gila.
Izinkan aku bercerita sedikit tentangnya padamu.
Perempuan itu, apa kau mengenalinya?
Jangan tanyakan padaku: apakah ia mengenalimu atau tidak?
Ia kenal betul lebih dari kau kenal dia.
Aku saksinya,
sungguh!
Ia memujamu, tak lelah ia terus menulis tentangmu.
Dalam tiap derai tangis ataupun tawa bahagianya, kamu menjadi alasannya paling utama.
Perempuan itu, harus ku akui pula ia pantang menyerah.
Sekalipun kau bantai ia dengan sikap dinginmu,
ataupun
tindakan lain yang menyakiti hatinya.
Ia tetap menyayangmu
Ia tetap menyayangmu
perempuan itu yang akan mengkhawatirkan keadaanmu
dan
dialah yang mengkhawatirkanmu pertama kali saat kau bermasalah dengan beberapa orang dalam sebuah kegiatan
yang mengharuskan kalian ber-akting.
Ia menyayangimu,
sungguh!
Sekalipun kamu tidak.
Ia bahkan bungkus kenangan kalian rapat-rapat.
Walaupun hanya sedikit yang kau beri untuknya.
Hei pria yang menjadi cinta bagi perempuan itu!
Tak bisakah kau buka hatimu untuknya?
Sedikit saja
biarkan ia menempati celahnya
dan
ku pastikan ia akan sangat bahagia.
Ia menyayangmu.
Aku tidak berbohong.
Cobalah sedikit berbalik ke arahnya.
Lihat ke dalam hatinya
dan
kan kau dapati namamu
disana.
Aku bersungguh-sungguh!
Ia teramat membanggakanmu di depan teman-temannya,
walau kau tak melakukan hal serupa.
Dan hei! Lihatlah! Lihat pria hebat!
Ia bersorak kegirangan.
Perempuan itu bahagia
setengah mati kau balas pesan singkatnya yang dikirimnya untukmu.
Kau balas
dengan kata yang menurutku biasa saja,
tapi luar biasa untuknya.
"ini siapa?"
dan ia kebingungan.
Mungkin
bertanya-tanya bagaimana ia harus menjawab pertanyaanmu.
Ia begitu menyayangimu.
Coba sedikit pahami perasaannya.
Bagaimana ia dengan tulus sayangimu tanpa pamrih.
Terus menyapamu
mendoakanmu selalu.
Rasakan perasaannya yang teramat dalam untukmu
sebelum
semua terlambat
dan
ia putuskan tuk berhenti
lalu
menghilang dari
kehidupanmu.
Disaat itu, kau akan setengah mati merinduinya, perempuan itu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...