Hai Tuan! Dimana kamu? Kapan waktunya tiba kamu akan mendatangiku? Siapa kamu? Bagaimana cara kita bertemu nanti?
Terlalu to the point ya, pertanyaanku?
Ha – ha – ha. Lupakan. Abaikan. Mari membahas yang lain.
Tuan, biar ku ceritakan keseharianku saja. Saat aku menulis
surat ini, aku sedang berada di sebuah café yang baru dua hari belakangan ini
ku jadikan tempatku mencari inspirasi. Aku tidak sendiri, tetapi berdua. Tidak,
jangan salah sangka, Tuan. bukan berdua bersama seorang kekasih, tetapi seorang
sahabat. Seharusnya berlima, tapi yang lain sedang sibuk dengan urusannya.
Café ini di desain manis sekali, tepat di tepi pantai dengan
lampu – lampu yang remang membuatnya menjadi romantis. Cukup banyak
pengunjungnya, aku berharap diantara sekian banyak yang datang kamu satu
diantaranya.
Oh iya, langit malam ini cerah sekali, bintangnya banyak,
bulannya sabit, bagaimana dengan langit malam di tempatmu, Tuan?
Oh hai, hampir lupa. Saat menulis surat ini juga, aku adalah
seorang anak perempuan 19 belas tahun yang masih sangat… labil. Haruskah aku bercerita
sedikit tentang sifatku kepadamu, tentang apa yang aku suka dan tidak kusukai?
Agar di suatu hari yang entah kapan saat kamu bertemu denganku kamu tidak perlu
bersusah payah mempelajariku. Bagaimana, setuju?
Aku suka sekali dengan dongeng Peterpan, kamu tentu tahu kan Tuan seperti apa ceritanya? Peter adalah salah seorang dari sekian banyak anak yang tinggal
di Neverland, aku tidak begitu tahu bagaimana bisa mereka sampai disana, yang aku tahu, dia; Peter hanya tidak ingin menjadi orang dewasa, ia hanya ingin terus
menjadi anak kecil. Katanya, di Neverland kita tidak akan tumbuh mejadi orang besar, entah
kenapa aku suka dan selalu berandai – andai agar Neverland itu benar – benar
ada agar aku bisa hidup selamanya disana, menjadi anak – anak saja. Tapi, bukankah lebih
baik jangan? di Neverland aku tentu tidak akan bisa tumbuh besar dan bertemu
denganmu kan, Tuan?
Aku suka aroma pethrichor. Itu loh aroma hujan, maksudku
wangi aroma tanah yang bercampur dengan air hujan. Tuan, kamu tentu pernah
menghirup aromanya, sengaja ataupun tidak. Aromanya khas, aromanya selalu
berhasil membawaku mengenang kembali masa - masa kecilku dulu. Sebab itulah aku juga
menyukai hujan. Aroma pethrichor dan hujan adalah satu paket lengkap yang
membuatku merasa seperti menghirup aroma kehidupan. Hehehe. Saat kita telah dipertemukan
nanti, ayo kawani aku menghirup aroma hujan. berdua saja.
Bagaimana denganmu, Tuan? Apa yang kamu sukai? Ah! Aku lupa.
Siapa kamu saja aku tidak tahu, apalagi hal – hal yang kamu sukai, iya kan?
Tuan, aku begitu mencintai permen karet. Aku suka yang rasa
mint, yang rasa jeruk juga aku suka. Apa saja rasanya asal itu permen karet aku
pasti suka. Rasanya seperti hampir gila jika sehari saja tidak mengunyah permen
karet. Hiperbola ya? Ha-ha-ha tapi begitulah adanya. Aku suka membuat balon
dari permen karet, aku bisa meniupnya sampai besar. Besar sekali. Nanti pasti
akan ku tunjukkan padamu saat bertemu. Akan ku bagi juga permen - permen karetku untukmu.
Aku suka menulis diary. Untuk sementara ini, isi diaryku
bercerita tentang siapa saja; anak laki – laki yang pernah singgah atau hanya
mampir sebentar di hidupku. Kamu jangan cemburu ya. Kita memang harus singgah
di beberapa hati untuk kemudian dipertemukan suatu hari, Tuan. Jika saat ini
kamu sedang dengan anak perempuan yang lain, nikmatilah perasaan itu. Sementara
saja. Aku tidak marah karena kelak nanti kamu akan diperuntukkan untukku. Iya kan, Tuan? Saat
kita bertemu nanti, aku janji akan selalu menjadikanmu puisi dalam tulisanku, aku
pasti menjadikanmu tokoh utama dalam semua cerita yang ku buat.
Kau tau White Shoes And The Couples Company? Aku suka band
Indie itu. Aku suka semua lagunya. Aku suka gendre musiknya, aku suka suara
Sari vokalisnya, aku paling suka Ale gitarisnya hehehe. Lagunya selalu ku putar
berulang – ulang jika sedang suntuk, atau penat. Seperti dopping yang selalu bisa menyemangatiku. aku suka mendengarkan Kisah Dari Selatan Jakarta sambil
nutup mata rapat – rapat.
Aku juga suka coklat, aku suka ice cream spongebob.
Aku suka
dibilang aneh.
Aku suka
duduk di tepi pantai sekedar mengantar matahari pulang, atau sekedar bernyanyi
bersama ombak, atau menemani yang patah hati, atau bertukar kisah paling pilu
bersama sahabat.
Tuan Pemilik
Tulang Rusuk, kapan kita akan berjumpa?
Aku sedang
menunggu
Dimana kamu
saat ini? Ada di dekatku, atau jauh, atau..
Dimanapun
kamu, kita pasti akan bertemu. Disuatu waktu, hanya kamu dan aku.
Di waktu
yang tepat.
Bagaimanapun
wujudmu dan bagaimanapun wujudku. Semoga kelak saat bertemu, kamu senang
menjadi jodohku ha-ha-ha
Tuan, di
tempatku sudah semakin larut. Kau tahu, butuh lima jam untukku menulis
surat untukmu yang entah akan sampai atau tidak, aku perlu untuk menulis yang semoga
sampai pada hatimu lewat apa saja. Semoga terasa walau tak terbaca.
Kusudahi
suratku, Tuan.
Malam
terlalu malam. Aku butuh untuk beristirahat yang tenang.
Tidurlah
yang nyenyak.
Sampai
bertemu di suatu saat nanti, Tuan. Senang menulis untukmu.
-f
Tidak ada komentar:
Posting Komentar