Senin, 30 Juni 2014

(Pemuja Rahasia - SO7)


gadis inilah, dan 
dengan begitu saya tahu,
kamu tahu..
saya ada.

Menuju (2)

"Selamat Ulang Tahun, Nisa"

Tigabelas hari lagi, dan menjadikannya spesial.
  Dandelion, Lolipop, atau Balon merah hati~ tidak lagi
    Karena ucapanmulah..


karena suaramulah~

yang begitu saja, Tuan muka datar!
itu sudah lebih dari cukup.

Dia tidak

Karena kamu kegeeran sendirian, Nis!
Karena dia tidak.

Sabtu, 28 Juni 2014

Selamat.


selamat sarjana!

Tuan dan jumat malam yang manis

Jadi, seperti itukah wajahmu saat dipandang dari dekat? Dan, matamu indah, Tuan. Sendu. Mata berlensa coklat dengan lingkaran hitam disekitarnya. Jadi, seperti itukah suaramu terdengar? ooh~
Jarang - jarang seperti ini, jadi saya mau mengabadikan.
Semalam itu seperti sedang bermimpi, semalam itu seperti bermimpi namun keadaannya nyata. Adalah kamu: orang yang selama ini hanya bisa saya pandangi wujudnya dari kejauhan, orang yang selama ini berkali - kali telah menolak, kamuuu--- semalam berada tepat dihadapan saya dengan jarak yang dekat--sangatdekat. Meskipun saling diam, tapi mendengar suaramu dan bisa menghafal tiap intonasinya, tapi melihat senyummu dan bisa menyimpannya baik - baik dalam ingatan, tapi melihat tawamu, memperhatikanmu dengan seksama saja, itu sudah lebih dari cukup, Tuan. Dan itu sangat membahagiakan.

Dan kita berbaur..

     Dan kita terbaur..

melebur.

dan tertawa
tertawa

tak ada jarak
walau kaku

Bahkan asap rokok menjadi sesuatu yang tiba - tiba istimewa, Tuan. Semalam itu, bolehkah saya berharap dapat mengulangnya sekali lagi? atau beberapa kali? agar saya bisa terus mengabadikannya lagi, dan lagi. Agar mata berlensa coklat itu, agar suara berat khas perokok itu, agar setiap inci tarikan senyum itu, juga rambut, kaos berwarna hitam, serta celana panjang rombeng mu itu, tetap menjadi sesuatu yang spesial.

lalu mabuk saja,
dengan bergelas - gelas bir
mencerita rasa hatimu

*mendengar
berkeluh sajalah.
karena dengan meminta

**mendengar
.....

lalu pamit menjauh saja.
jika risih.
tapi kita berbaur,
terbaur
melebur, melepas tawa.

tak ada jarak,
walau kaku~

Sekian jam berlalu, kamu kembali pulang ke tempatmu. Tapi saya teramat bahagia, Tuan. Setelah ini, jika secara tak sengaja bertemu, bolehkah saya menyapamu? setelah ini, jika secara tak sengaja bertemu, bolehkah untuk tidak membuang pandanganmu kearah lain?
Setelah ini, Tuan.. Mata berlensa coklat yang meneduhkan itu, senyuman itu, suara itu, semua apapun--milikmu, bolehkah untuk selalu nyata?

agar
menjadikannya sebagai bait,
terus..
    terus..

Terimakasih Yang Maha Asyik, untuk jumat malam yang teramat manis.

28-29/06

Kamis, 26 Juni 2014

Tulisan lama (selalu sama)

Nemu catatan lama. Pengen nangis pas baca, tapi juga pengen muntah. hahaha. Nggak nyangka pernah nulis ini, tapi rasanya tetap sama:

"aku suka kamu yang selalu cuek

aku suka kamu yang (mungkin) tidak menganggapku ada sekalipun aku ada dijarak yang sangat dekat denganmu
aku suka kamu yang selalu memalingkan wajah saat kau tidak sengaja berpapasan denganku
aku suka kamu yang jarang membalas sapaanku yang selalu ku kirimkan untukmu lewat pesan singkat
aku suka kamu yang katanya badboy
aku suka kamu yang disekitaran matanya ada lingkaran mata panda
aku suka kamu yang selalu pakai kaos warna hitam setiap kali bertemu di kampus
aku suka kamu yang tidak suka aku.
mungkin,
kalau kamu tidak cuek seperti sekarang ini
aku tidak akan selama dan sehebat ini bertahan menyukaimu
kalau kamu menganggapku ada saat aku berdiri di dekatmu,
kalau kamu menatapku dan tidak memalingkan wajah saat bertemu aku,
kalau kamu rajin membalas pesan singkatku,
kalau kamu pakai kaos warna putih dan bukan hitam,
mungkin aku tidak akan memilih kamu
mungkin aku akan menyerah sejak awal
aku menyukaimu
aku sukai hitammu.
kamu, tetaplah seperti itu.. "

(Nb: ada beberapa bagian yang diedit haha karena terlalu melow)

Menarilah Sendiriku

Karena; kadang duduk menyendiri bertemankan hayalan adalah tidak buruk. Karena sendiriku menari - nari, ia mengetuk - ngetuk imagi.

(adalah banyak gundah yang sukar dicerita)

Yang Tidak Kamu Tahu

Sepertinya; sepanjang masa kuliah, saya hanya bisa memandang kamu dari kejauhan. Kamu tahu, itu resiko dari "jatuh cinta sendirian" dan saya menikmatinya, menikmati kamu--memandangi kamu dari kejauhan, sendirian, diam - diam.
Bukan siapa - siapa, tapi bolehkah saya meminta agar kamu tetap disini saja?
Bukan siapa - siapa, tapi maukah kamu tetap disudut situ saja? agar saya bisa terus melihat kamu dari sini, dari ruang yang tidak kamu ketahui.
Bukan apa - apa, tapi... saya tidak berjanji untuk bisa bersikap biasa saja. karena saya tidak bisa.
Bukan apa - apa, tapi... saya pasti akan sangat merindukan.

26/6

Senin, 23 Juni 2014

Senin malam

bete. mood saya benar - benar buruk hari ini. saya bukan martabak, tapi saya dikacangin. dapat sms yang isinya jelebbb banget pula: "sa tidak mau batamang deng ngana lagi yang nda menghargai orang lain" (re: saya nggak mau temanan sama kamu lagi, kamu nggak menghargai orang lain). kan ngejelebbb, terus abis baca sms itu lalu mikir, kenapa tiba - tiba ajakan baik - baik saya tadi dibalas dengan jawaban yang wawwww banget.
mikir, mungkin ada sifat saya yang nggak sengaja bikin dia ngerasa nggak dihargai sama saya. mungkin kalau saja sms itu datangnya dari teman lain saya masih bisa nyantai, masih bisa biasa aja. tapi ini dari dia, dan saya nggak nyangka aja.
ditambah lagi duit kos yang belum masuk - masuk juga ke rekening. hadoohh, kalau ingat soal kosan jadi malas pulang. malas ketemu ibu kos yang... ah pokoknya seharian ini mood saya buruk banget.
ini nggak tau mau ngapain, nongkrong di mekdi sendirian kaya orang  bego. beruntung ada lepi (notebook saya) yang selalu saya bawa kemana - mana, beruntung juga wifi di mekdi jadi makanya bisa nulis postingan absurd ini.
kalau di pikir - pikir, capek juga hidup sendirian di Manado. capek jadi anak kosan yang hidupnya terombang - ambing. mau jalan sampai jamberapapun bebass lepasss nggak ada yang mau marah, tapi kadang kangen juga dimarahin mamak gara - gara keluar terus pulangnya sampai larut.
dan saya masih nggak abis pikir aja. kok yaaaa perubahan itu harus ada sih, perubahan didalam diri dia yang bikin saya bertanya - tanya. perasaan, kita baik - baik saja kemarin. terakhir ketemu kita masih bercanda bareng. tapiyaaa.. mungkin gitu kali hidup. ada yang datang ada yang pergi, dan mungkin dia sudah bosan berteman sama saya jadinya milih pergi. yaudah sih nggak apa - apa.
isi kepala saya lagi nari - nari nggak jelas sekarang.. lagi berkejaran kesana - kemari. kelihatannya mungkin biasa aja tapi saya nggak lagi gitu.
besok ujian semester tapi lupa mata kuliah apa dan jam berapa. eh terus kan ini lagi duduk sendirian sambil minum cola dan mandang lurus kedepan kaca yang transparan. ada anak kecil megang balon banyak; ada sembilan; limanya warna kuning, empatnya warna merah. saya mau dong yang warna merah, satu.
sebenarnya ngantuk sih ini, gara - gara nggak tidur semalaman kemarin. mata melek gara - gara belajar bikin vektor yang hasilnya malah nggak jelas tapi mata jadi perih.
kaca mata-- pengen beli kaca mata baru. yang framenya warna merah marun. kemarin terakhir periksa, minusnya udah nambah; jadi minus dua kiri-kanan plus silinder dimata kiri. bisa gitu ya mata jadi rusak gini, padahal waktu tes masuk universitas kemarin (tes mata) mata saya baik - baik saja. tapi ya gitu, mungkin efek jadi anak kos juga kaliya. jarang makan sayur, makan mie mulu, tidur nggak teratur, mainannya hape melulu, sekarang suka perih kalau lama - lama berhadapan sama layar monitor (entah notebook atau handphoe).
ini curhatan nggak jelas, ini absurd, alurnya nggak jelas. nggak tahu mau ngapain, belum mau pulang kosan. lagi nungguin kiriman duit kos, biar bisa dibayar malam ini juga. malas berurusan sama ibukos yang...ah gitulah.
siapa kek gitu, ngajakin ngobrol. atau traktirin mcflurry oreo yang ueeenakkk itu. aduhmamasayangeee.. saya kangen Sorong banget ini. saya pengen pulang.
saya boros banget, seharian ini udah ngeluarin duit.. sepuluh,duapuluh, ahhhh ya ampunnnn. hemat dong hemat nisyaaaa. saya pengen ngelakuin sesuatu yang bernilai biar bisa ngurangin beban abah sama mamak gituloh, tapi apa? gimana? labil gini.. duh. mamak saya kapan punya novel sendiri gitu? aaak!
aduh mamakkk saya kapan bisa punya coffeshop sendiri? akkk mamakkk saya kapan bisa jadi guru TK? akkk! capek kuliah tapiiii harus tetap semangat nisss!
semalam ngirim sms ke kakak itu, isinya gini "boleh kangen situ?" dan yak benarsekali, sms saya dianggurin seperti biasanya. saya juga bego sih malah ngirim sms gituan, saya juga bego sih udah tau nggak bakal dibalas masih aja nekat tetap ngirim.
capek. ngantuk. kangen kasur. beydewey, lampu kamar di kosan udah sebulan terakhir ini putus, dan saya malas ngganti. ketinggian. saya yang 165cm ini bahkan nggak nyampe sekalipun naik keatas kursi jadinya belakangan tidurnya dalam keadaan gelap deh. saya juga udah berubah sekarang, seingat saya waktu saya kecil dulu paling nggak  bisa kalau tidur terus lampunya dimatiin, kenapa? karena nggak bisa napas. nggatau pokoknya rasanya gitu, kaya sesak aja. tapi sekarang malah santai - santai aja tidur dengan lampu kamar dimatiin.
colanya udah abis, sekarang lagi ngemilin es batu, biar bisa cool kaya si kakak itu. hakhak. dan udah bingung mau cerita apa lagi. yaudah deh, bye.

Minggu, 22 Juni 2014

Jangan Menungguku..

jangan menungguku yang menunggunya.
karena kamu tentu akan terluka, sayang
lihat saja yang menunggumu
dan jangan menjadi  sepertiku yang menunggunya.
rasa ini rasa sesak ini,
jangan kau rasakan juga karena menungguku
sungguh sayang,
jangan menantiku yang menantinya.
karena akupun tak tahu sampai kapan rasaku
akan bertahan untuknya.
karena kamu akan lelah karenaku yang 
belum lelah untuk terus menunggunya.
menunggu dia menyambutku,
dan mempersilahkanku,
untuk masuk dan menghuni hatinya.
jangan sayang,
jangan menungguku.

Minta diulang

melekat rekat

Setidaknya pernah
dan Saya mengabadikan.

Mereka,

minta diulang.. :lalu..

Jumat, 20 Juni 2014

Puan penanti

Hampir pergi, Tuan. Tapi tak bisa. Masih selalu berbalik kearahmu lagi, selalu, selalu. Sekalipun dipaksa untuk tidak menoleh lagi, hati selalu pulang dengan sendirinya tanpa diminta. Bernaung kembali diwajah datarmu, berpayung kembali dibawah tatapan dinginmu, berteduh lagi ditajamnya kata - katamu. 
sekalipun pedih nan perih, Tuan. Aku akan bersikap seperti... biasanya.
dan itu tak mengapa.

Tuan, katanya 'pergi' adalah cara menyelamatkan hati. Tapi kubiarkan saja hatiku tetap disini. Ku biarkan saja karena hatiku mungkin sudah tak bisa diselamatkan lagi. Masih mengharapkan, ah tidak, bahkan masih ingin kamulah yang selalu dihati dan tak boleh ada pengganti.
 Sementara kamu tetap seperti kamu yang begitu - begitu saja.
dan itu tetap tak mengapa, Tuan.
aku tak apa.

Karena mungkin ternyata hati ini terus berharap lebih,
lalu aku harus bagaimana, lagi?

 
(gambar dari sini )


-Manado
19/6/14

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...