Jarang - jarang seperti ini, jadi saya mau mengabadikan.
Semalam itu seperti sedang bermimpi, semalam itu seperti bermimpi namun keadaannya nyata. Adalah kamu: orang yang selama ini hanya bisa saya pandangi wujudnya dari kejauhan, orang yang selama ini berkali - kali telah menolak, kamuuu--- semalam berada tepat dihadapan saya dengan jarak yang dekat--sangatdekat. Meskipun saling diam, tapi mendengar suaramu dan bisa menghafal tiap intonasinya, tapi melihat senyummu dan bisa menyimpannya baik - baik dalam ingatan, tapi melihat tawamu, memperhatikanmu dengan seksama saja, itu sudah lebih dari cukup, Tuan. Dan itu sangat membahagiakan.
Dan kita berbaur..
Dan kita terbaur..
melebur.
dan tertawa
tertawa
tak ada jarak
walau kaku
lalu mabuk saja,
dengan bergelas - gelas bir
mencerita rasa hatimu
*mendengar
berkeluh sajalah.
karena dengan meminta
**mendengar
.....
lalu pamit menjauh saja.
jika risih.
tapi kita berbaur,
terbaur
melebur, melepas tawa.
tak ada jarak,
walau kaku~
Sekian jam berlalu, kamu kembali pulang ke tempatmu. Tapi saya teramat bahagia, Tuan. Setelah ini, jika secara tak sengaja bertemu, bolehkah saya menyapamu? setelah ini, jika secara tak sengaja bertemu, bolehkah untuk tidak membuang pandanganmu kearah lain?
Setelah ini, Tuan.. Mata berlensa coklat yang meneduhkan itu, senyuman itu, suara itu, semua apapun--milikmu, bolehkah untuk selalu nyata?
agar
menjadikannya sebagai bait,
terus..
terus..
terus..
Terimakasih Yang Maha Asyik, untuk jumat malam yang teramat manis.
28-29/06
Tidak ada komentar:
Posting Komentar