Sabtu, 31 Januari 2015

Day 3: Hitam.

Manado, 01 Februari 2015

Hai tan! ini sudah masuk februari 2015, lho. Ya sekedar ngingatin aja, siapa tau kemarin kepalamu kejedot pintu terus lupa ingatan, terus lupa kalo sekarang sudah bulan februari. Itu berarti sudah hampir 5 tahun ya? ya ampun, itu bukan waktu yang cepat tapi lama. Dan waaahhh hebat sekali ya saya masih begini - begini saja, dan kamu tetap begitu - begitu saja, nggak apa - apa, tan.

Tan, sekarang saya sudah masuk semester delapan loh.. Iya ini fyi aja, terakhir tulisan panjang yang saya tulis buat kamu saya posting waktu masih semester 6 ya? itu berarti tahun lalu. Doain ya supaya saya bisa secepatnya lulus, dan keluar dari kampus. Untuk apa juga lama - lama di kampus kalo gak adaa kamu. Hambar. Hampa. eaaaa.

Gak ada orang kaya kamu di kampus, tan. Kamu satu dan cuma satu - satunya, ibarat barang jualan kamu itu limited edition, serius deh. Hari - hari saya di kampus jadi semakin kemarau, saya rindu pengen ngeliat kamu nongkrong didepan sekret badan tadzkir lagi, saya rindu pengen ngeliat kamu yang selalu berkaos hitam setiap ke kampus, bukan, bukan karena kamu gak punya baju lain tapi karena semua kaosmu berwarna hitam, kan ya? kaos bergambar soekarno atau iwan fals atau tulisan ibu, saya rindu juga pengen ngeliat rambut gondrong kamu yang sekarang pasti sudah sangat gondrong banget (ini bahasa apa ya? ._.)

Tan, kamu tau gak kalo ternyata rasanya patah hati itu memang menyakitkan? saya ragu kamu tau ato gak. Emang kamu pernah patah hati? iya? sama siapa? saya pengen tau. Eh, bukan itu yang pengen saya bahas. Kamu tau, saya lagi patah hati.. itupun kalo kamu mau tau sih, tan. Dan rasanya bedaaa karena lebih lebih lebih menyakitkan dibanding patah hati karena kamu. Saya lebih milih patah hati karena manusia seperti kamu, dibanding patah hati karena manusia seperti itu.

Tan, mungkin kalo masih ada kamu di kampus patah hati ini pasti gak bakalan berasa banget. Kita kapan ketemu lagi? maksud saya, saya kapan bisa liat kamu lagi?
Ya ampun, saya lupa nanyain kabar kamu.. apakabar, tan? apakabar abah-ibumu? dengar - dengar kamu bakal kerja di.. mana ya saya lupa. Yang jelas saya ga bisa bayangin seorang kamu kerja kantoran, pake celana kain, kameja (yg tentu tidak selalu berwarna hitam), rambut rapih, kuku bersih, sepatu pantofel, dan duduk menghadap layar komputer, oh no! hahahah kalo ketemu kamu yang bergaya seperti itu bakal saya buli habis - habisan. "kemana celana rombengnya???" atau, atau... tapi, kamu bukan orang yang berantakan jadi buliannya itu aja deh heheh

Tan, setiap dari kita pasti melewati fase sulit dalam hidup dan pasti ada saatnya kita terjatuh lalu galau, tapi kenapa saya liat kamu bahagia terus hidupnya? masa kamu gak pernah galo? masa kamu gak pernah masuk kedalam masa - masa sulit? abis saya liat happy terus kamunya, bagi tips buat selalu happy lah.. biar saya bisa belajar jadi kaya kamu, seberat apapun masalah yang saya hadapi tetap tersenyum dan bahagiaaaa.

Oi Tan, jangan lupa ya undangannya kalo nanti kamu udah nemuin orang yang tepat yang bakal kamu ajak nikah wuwuwuw~~ saya janji bakal datang, saya bela-belain deh nabung yang banyak biar bisa beli tiket pesawat terus datang ke nikahan kamu hahah ya kalo diundang, k a l o.. k a l o diundang saya pasti bakalan datang.

Saya mo cerita apalagi ya, tan? oh iya CD iwanfals yang dulu itu masih ada? ato jangan-jangan udah dibuang :| bukan kepedean yak, tapi pastiiiii gabakalan kamu buang kan kan kaaaan? hahah

Hari ini saya pakai kaos warna hitam, tan, celana saya juga warna hitam, saya jadi ingat kamu hihi saya jadi seperti kamu.
Ini surat ke tiga saya dalam proyek #30harimenulissuratcinta saya tulis untuk kamu, saya menyukai angka tiga seperti halnya saya menyukai kamu, tan, jadi beruntunglah kamu :p

Sudah dulu ya, tan. Karena ini adalah hari minggu, saya ingin menghabiskan waktu dengan menonton drama yang saya minta semalam dari teman kost-an. Sepertinya, saya akan rajin mengirimi kamu surat. Semoga hari minggumu  menyenangkan ya, tan.

Tertanda,
Anak perempuan yang pernah kamu panggil Unuy

((Nb : jangan kaget dengan judul postingan surat ini ya, soalnya saya bingung mau ngasih judul apa. Karena warna favorit kamu hitam, jadi saya pilih "hitam" saja sebagai judulnya hehe))

Jumat, 30 Januari 2015

Day 2: Surat Kecil Untuk Hati.


Manado, 31 Januari 2015

Dear hati.. 

Hati, saya janji akan mengistirahatkan kamu untuk saat ini, kamu pasti lelah sekali sebab telah jatuh berulang - ulang kali, kan?

Dear hati.. Saya janji suatu hari nanti jika terjatuh lagi, saya akan menjatuhkanmu pada orang yang tepat agar kamu tak kesakitan lagi.

Hati, pasti rasanya sakit sekali ya saat kepingan yang melengkapimu pergi?
Mungkin butuh waktu lama untuk menutupi lukanya, ya?

Tapi tenang saja hati, kelak kau kan menemukan seseorang (selain saya) yang mau merawatmu dengan sangat hati - hati, seseorang yang bahkan tidak tega menggoreskan perih karena ia akan meletakkanmu dengan rapi, disebelah hatinya.

Untuk saat ini nikmatilah rasanya patah, hati. Agar menjadikan saya semakin bijak dan dewasa saat memilih dan menjatuhkan hati (lagi)
Kelak, kamu tidak akan kelelahan, kesakitan seperti ini lagi. Janji!


Sincerely,
Pemilikmu.

Kamis, 29 Januari 2015

Day 1: Perihal Rindu.

Teruntuk Kamu, yang padamulah ku tabung semua perasaan rinduku.

Tuan, kau tahu, merindu ternyata dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak waras, dan sialnya aku sedang rindu.
Aku merasa waktuku bergerak melambat semenjak kamu memilih untuk diam - diam menyelinap keluar dari hatiku dan membawa kabur semua isinya,
Aku merasa waktu menyekapku dengan beringas, membuatku megap - megap dan hampir mati karenanya,
Aku merasa waktu memperlakukanku serupa perempuan dungu yang memeluk rindu dengan hebatnya.

Dan mereka, Tuan, menertawakan perempuan dungu ini, menertawakanku yang sekejap berubah tak waras karena terlalu banyak merindukanmu.
Ah, mungkin mereka hanya tidak pernah merasakan rindu kan, Tuan?
Rindu yang begitu hebat namun yang kau bisa lakukan hanyalah menampungnya kedalam wadah bernamakan kesabaran.

Tapi ia lupa, Tuan; sebab sabar tentu punya batas.

Barangkali suatu hari nanti aku perlu untuk meluapkan rindu ini, memberitakan kepadamu, membiarkan ia berterbangan menuju kotamu, memporak - porandakan isi hati juga kepalamu, lalu membuatmu menjadi tak waras sepertiku?

Sebab, aku sungguh kewalahan mengatasi rindu ini sendiran, Tuan.
Ya, barangkali..

Tertanda,
Perempuan yang menabung rindu.


((Nb: mendengarkan If Your Not The One - Daniel Beddingfield membuat rinduku menggunung, Tuan))
((Nb Nb: Ini surat pertamaku di #30HariMenulisSuratCinta ku hadiahkan untukmu))

Senin, 26 Januari 2015

Cerpen: Teru - Teru Bozu



          Boneka dengan kain putih berkepala bulat yang lehernya terikat dengan senyuman mengembang diwajahnya. Ah! Apa bagusnya boneka aneh seperti itu? Lebih mirip boneka santet kalau boleh dibilang. Bian bilang itu bernama teru – teru bozu. Dipercaya untuk mengusir hujan bagi masyarakat jepang. Kau tinggal menggantungnya pada tiap jendela yang berada di kamarmu, atau rumahmu, lalu hujan akan pergi.

          Hai Bian! Hidup di jaman apa kamu? Kenapa begitu mempercayai sesuatu yang sangat konyol seperti itu? Tahayul. Kamu tentu saja bukan orang jepang, dan tidak mungkin juga hujan dapat di usir dengan cara kamu menggantung puluhan boneka santet, ya.. teru – teru bozu maksudku, di depan jendela kamarmu setiap kali mendung menggantung kan? Kamu selalu melakukannya, tapi lihat apa hasilnya? Nihil. Hujan tetap turun, Meski tidak disetiap hari. Bahkan halaman depan rumahmu nyaris banjir. Dan apa yang kamu dapat dari teru – teru bozumu itu? Hanya warna spidol hitam yang luntur pada tiap – tiap teru – teru bozumu itu, bukan? Gambar senyum di kepala si teru – teru itu bahkan memudar. Tidak lagi membentuk seuntai senyuman, Lebih terlihat seperti raut wajah yang kusut. Ah, entahlah bukan urusanku.

“ Kamu tidak akan mengerti hujan seperti apa yang ingin aku usir.. “ Itu yang selalu kamu utarakan ketika aku bertanya apa alasanmu melakukan hal aneh itu. Kamu terlihat bodoh, bian! Kenapa kamu memilih untuk mengusir hujan? Hujan itu anugerah, kamu tau kan? Itu kata guru SD kita dulu. Hujan itu berkah. Bahkan di agama kita ada doa yang wajib dilafaldkan ketika turun hujan. Lantas kenapa kamu menolak habis – habisan keadaannya?

“ Kamu ingin mengusir hujan yang bagaimana? Siklonal? Orografis? Hujan frontal? Hujan muson? “ Tanyaku, tapi kamu hanya diam memandang lurus kedepan teru – teru bozumu itu. Sembari mengganti beberapa yang rusak dengan boneka yang baru kau buat. Menggantungnya tepat didepan jendela kamarmu. Lagi.

“ Kamu tidak mengerti, Nis. Dan semua jenis – jenis hujan yang kau katakan tadi, sungguh aku baru pertama kali mendengarnya “ Suara nge-bassmu menggema didalam kamarmu yang hanya ada kita berdua didalamnya.

          Hahaha, Tidak tahukah kamu bian? Aku juga baru tahu ada jenis – jenis hujan seperti itu. Siklonal, orografis, dan apalah itu. Aku pikir semua hujan sama saja. Aku baru tau karena membaca sebuah artikel tentang hujan di perpustakaan kampus kemarin. Aku bahkan tidak terlalu mengingat hujan jenis siklonal itu terjadi karena apa. Cuma hujan jenis muson yang aku tahu apa penyebabnya, hujan itu terjadi karena angin musiman, karena ada pergerakan semu tahunan matahari antara garis balik utara dan selatan. Dan tidak mungkin jenis hujan itu yang ingin kau usir, kan? Sebab ini masih bulan juli, tidak ada hujan muson dibulan juli. Itu yang aku tahu.
***
          Kamu memasangnya lagi, dengan raut wajahmu yang begitu – begitu lagi. Bian, Kenapa tak kau biarkan hujan itu turun saja? Toh sesudah hujan akan muncul pelangi. Waktu kecil kamu sangat suka pelangi, setiap sehabis hujan dan tujuh warna bidadari itu muncul kamu pasti akan sangat girang sekali, berlari dari rumahmu menuju rumahku hanya ingin menunjukkan si pelangi nan cantik itu. Tapi sekarang kamu bahkan tidak mempersilahkan ia untuk menyapamu barang sebentar. Sebentar, sebentar saja, bian.

          Aku mencoba berbagai cara untuk membuatmu melupakan aktivitas anehmu itu, membuat banyak sekali teru – teru bozu untuk kau gantung, ya, dimana lagi kalau bukan didepan jendela kamarmu. Waktu bermainmu denganku jadi banyak berkurang. Sudah berapa lama kita berteman dan aku merasa aneh dengan kebiasaan barumu ini. Selalu ingin pulang kuliah lebih awal dan tidak ada lagi waktu untuk sekedar hang-out melepas penat dari kegiatan kuliah yang membosankan. Aku kehilangan kamu, bian. Ragamu masih didalam ruangan ini, jiwamu? Kemana jiwamu? Sedang sibuk membuat teru – teru bozu jugakah?

***

          Kamu tersenyum, Bian. Ya, senyum. Ini bukan senyum yang biasa kulihat di kepala boneka anehmu itu. Ini senyummu. Senyum temanku, sahabatku Bian. Sudah hampir 3 minggu kamu murung dan mengurusi boneka – boneka pelet yang bergelantungan itu dan membuatku hampir lupa bagaimana senyummu. Kamu bilang kamu sudah tidak perlu teru – teru bozu lagi, Hujanmu telah pergi. Dan, Pelangi. Kamu menyebutnya begitu. Karena dia muncul sesudah hujanmu. Memayungimu saat kamu basah kuyup oleh hujan yang nakal itu. Mengeringkanmu. Dan banyak lagi kata - kata yang kamu lontarkan, yang tidak ku mengerti.

“ Aku selalu percaya akan muncul pelangi setelah hujan, Nis.” Katamu. Bian, aku sungguh tidak mengerti. Perempuan itukah yang kamu sebut pelangi? Aku pikir pelangi itu refleksi cahaya matahari yang dipantulkan awan, dari definisi si Aristoteles. Tapi ternyata pelangimu beda, pelangimu perempuan tinggi bertubuh langsing dengan kulit putih yang rambutnya ikal sepinggang.

          Bah! Kemana teru – teru bozu di depan jendela kamarmu? Aku melihat sekeliling kamarmu, tidak ada lagi. Teru – teru bozumu, pun kamu tak ada dikamarmu sendiri. Ibumu bilang, kamu baru saja keluar dengan perempuan cantik definisi pelangimu itu. Mataku menangkap keranjang sampah kecil di sudut kamarmu. Disitu ada banyak sekali boneka san.. ah, teru – teru bozu maksudku. Kamu sudah tidak perlu mereka untuk mengusir hujan lagi kah, Bian?

          3 minggu tidak mendengar tawamu, sekali melihat senyummu lalu hilang dan tak ada. Kita tidak lagi seperti dulu bian. Kemana kamu, jarang sekali bertemu di kampus. Kemana kamu, di rumah pun jarang. Setiap aku ke rumahmu, ibumu selalu berkata kamu sedang keluar dengan seorang anak perempuan. Kamu tak lagi sama, Bian. Sungguh, aku lebih memilih melihatmu duduk merangkai teru – teru bozumu itu dengan wajah murung daripada harus kehilanganmu disetiap harinya yang entah bermuara kemana bersama pelangimu itu. Ada kepingan yang menghilang. Kamu, Bian. Temanku – sahabatku – kepingan kecil puzzle kehidupanku. Sibuk mengurus pelangimu.

          Aku merasa ada rintik disini. Aku melihat keluar jendela kamarmu, tidak sedang hujan. Tapi aku seperti sedang basah kuyup. Fatamorgana. Aku seperti kehujanan. Didalam sini. Kakiku tergerak berjalan ke arah sudut kamarmu, ke arah keranjang sampah yang didalamnya terdapat banyak boneka.. teru – teru bozu. Ku raih banyak, tidak satu – satu. Aku memasukannya kedalam tas, lalu bergegas keluar dari kamarmu. Bian, aku mungkin memerlukan ini sekarang. Aku butuh mengusir hujan ini. hujan jenis.. aku tidak mengerti. Yang jelas ini bukan hujan jenis Siklonal, Orografis, frontal, atau jenis hujan Muson seperti yang aku katakan padamu dulu, karena ini masih di akhir bulan juli. Kamu mengajarkanku satu jenis hujan baru, jenis hujan yang belum pernah sebelumnya ku tahu – ku baca.

          Dan, kini perlahan aku mulai mengerti jenis hujan apa yang dulu kamu maksudkan. aku curi teru – teru bozumu ini. Mungkin aku perlu untuk menggantungnya didepan jendela kamarku, sepertimu, kemarin dulu, Bian..



(((Nb: kemarin iseng - iseng ngirim cerpen ke majalah, eh alhamdulillah diterbitkan heheu. lumayan nambah - nambah duit jajan^^)))

Kamis, 15 Januari 2015

Day 9: back to...


kamu tahu, apa yang paling kurindukan darimu? aromamu. bukan, bukan aroma parfum yang kau pakai. seingatku, kau bahkan tidak suka memakai wewangingan seperti itu. lalu apa? ya. wangi aroma rokok yang membungkus tubuhmu. aku masih hafal betul wanginya. harum. dan aku suka, kau boleh bilang aku um.. kecanduan seperti ingin menghirupnya lagi dan lagi.

malam ini, aku sedang membayangkanmu. duduk ditemani segelas milo hangat, juga sebungkus rokok relax yang selalu kau hisap. kau tahu, milo hangat menjadi minuman favoritku sekarang. tidak seperti kebanyakan anak laki - laki lain yang minuman favoritnya adalah kopi, pilihanmu justru berbeda. tapi tak apa, minum segelas milo tidak akan mengurangi sisi kejantananmu, bukan?

tet! biar ku tebak lagi, dan aku yakin tebakanku tidak akan salah. kau pasti sedang mendengarkan lagu dari band lawas BeeGees, kan? aku masih sering menyanyikannya, sendirian. tapi rasanya seperti masih ada kamu, kita menyanyi bersama sampai tiba pada lirik "and it's me you need to show.. how deep is your love" kau akan membiarkanku bernyanyi sendirian, lalu ditengah - tengah lagu aku akan menghentikan nyanyianku karena tatapanmu yang lama itu membuatku salah tingkah dan kau malah menertawakanku. ah, kenapa kenangan ini begitu manis?

apa kau masih sering mengunjungi pantai itu? aku masih. belakangan menjadi sering. setiap pagi sepulang mengantar adikku berangkat ke sekolah, aku sempatkan untuk singgah di pantai itu. kemudian tanpa diminta pertanyaanmu ini akan kembali hadir "kenapa kepiting jalannya miring?" sampai sekarang aku belum tahu jawabannya. maksudku, aku tahu karena aku pernah mencoba sekali mencari jawabannya di google "karena kepiting mempunyai 10 kaki yang bengkok dan tanpa sendi, itu yang menyebabkan kepiting berjalan hanya pada satu arah (miring) tanpa bisa berputar" namun, sambil tertawa kau bilang bukan itu jawabannya. aku penasaran sampai pada hari ini, aku ingin menanyakan apa jawaban yang benar dari pertanyaanmu itu tapi kau keburu menghilang.
oh iya, adikku sekarang sudah duduk dibangku SMA kelas XI. terakhir kau bertemu dengannya waktu ia masih mengenakan seragam putih biru, ya?

apa kau masih sering bergadang?
apa masih malas keramas? (aku masih heheh)
apakabar ibumu? aku merindukannya
apakabar helm yang selalu aku pakai dulu?
apakabar buku diary yang pernah kau hadiahkan untukku waktu itu? hahah kau lucu, menghadiahkan sesuatu untuk orang lain namun memintanya kembali, tulisan - tulisanku didalam buku itu semoga masih sering kau baca.
apakabar hatimu? siapa yang menghuninya sekarang?

Kau terlalu cuek, bahkan di zaman yang semakin canggih ini kau hanya mempunyai satu akun; bbm. terakhir, salah satu temanmu memberikan kontakmu padaku, tapi aku terlalu malu untuk memulai percakapan. kau juga. kita menjadi asing, tapi setidaknya kau pernah ada.

kau dan kenanganmu menari - nari dikepalaku sejak tadi, berpegangan tangan erat sekali.. memintaku untuk mengingat luka, lagi..
tapi luka yang kau tinggalkan terlalu manis..

hei semoga tidak berdosa jika aku berharap kau juga sedang mengingatku malam ini, mengingat tingkahku, mengingat segala apapun tentangku. ya, semoga..

Sorong, 15 januari

Rabu, 14 Januari 2015

Untuk Teman Kecil.


Kepada: Kamu, teman masa kecil juga cinta monyet yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.

Bagaimana? perasaanmu bagaimana? bahagia? was - was menanti hari itu? demi apapun saya sangat tidak menyangka kalau sebentar lagi, dalam hitungan beberapa hari lagi status kamu akan berubah menjadi "si anu" suami "si inu" SUAMI! IYA CATAT!

Teman kecil, sebelum kamu menikah mungkin kamu perlu tahu satu hal: bahwa saya pernah menyukai kamu sewaktu kita remaja dulu hahaha, eh ini rahasia, jangan sampai calon istrimu tahu. Ah, tapi tidak mengapa. toh sebentar lagi dia yg akan menjadi milikmu seutuhnya, yang akan menjadi orang pertama yang selalu kamu lihat wajahnya dipagi hari, orang yang akan menyiapkan sarapan juga pakaian kerjamu, orang yang mengantarmu berangkat kerja sampai didepan pintu dan menyambutmu pulang ditempat yang sama, orang yang akan serumah denganmu selamalamalamanya, jadi dia tidak perlu cemburu. Seru sekali membayangkannya. Heh, tenang saja, sesuka - sukanya saya dulu sama kamu saya tidak pernah membayangkan kalo saya yang akan berada di posisi itu bersamamu. Begini - begini saya punya standar yang tinggi untuk tipikal calon suami nanti hahaha.

Jangan lupa kenangan - kenangan kita dijaman masih ingusan dulu ya, naik sepeda bareng teman - teman sekomplek, bermain di pantai sampai lupa waktu, tukaran kertas binder, main kelereng, gambaran, lompat tali, benteng, kacang-kacang panjang, gici-gici, aaaaah jadi nostalgia kan. Yasudahlah.

Semoga bahagia ya, teman kecil. Cepat kasih ponakan buat kami teman - temanmu ini heheu, langgeng sampai kakek - nenek. Oh iya, jangan lupa undangannya diantar kerumah! karena saya mau datang. Saya harus datang titik

Saya mau lihat wajah gugup kamu pas bacain ijab qobul nanti, saya mau lihat bagaimana kerennya kamu memakai pakaian menikah adat makassar, saya mau lihat bagaimana bahagianya wajah kamu dibeberapa hari yang akan datang nanti.

Selamat memasuki kehidupan baru ya, teman kecil... semoga bahagia selalu.

Dari: Teman kecilmu.

Sorong, 14 januari

Kamis, 08 Januari 2015

Postingan iseng: "backsong patah hati"


Beberapa hari belakangan ini mellow terus, *bukannya setiap hari?* heheh iya sih, tapi belakangan mellownya naik dua pangkat, mellow kuadrat, semakin mengkronis. Kasihan.
Dan ada beberapa lagu yang tiba - tiba menjadi "wahh.. ini gue banget" pas didengarin , beberapa lagu yang tiba - tiba saja jadi lagu kesukaan karena selalu diputar berulang - ulang. Saya pernah baca salah satu quote di twitter yang kalau gak salah berbunyi seperti ini "ketika mendengarkan lagu; saat bahagia yang kita dengarkan adalah musiknya, tapi ketika kita sedang sedih yang kita dengar adalah liriknya" *saya yang kedua* uhuk. Berikut adalah beberapa lagu yang dimaksud:

1. Efek Rumah Kaca - lagu kesepian.

"ku tak melihat kau membawa tenang yang kau janjikan..
kau bawa debu bertebar di beranda, berair mata..
oh dimana terang (tenang) yang kau janjikan? aku kesepian.. "

Jadi, ya gitu.. mungkin maksud dari lagu ini tuh ditujukan buat orang - orang yang dulunya pernah berjanji sama kita; akan selalu ada buat kita, selalu bisa menjadi penenang atau penerang dalam hidup kita, tapi janji - janjinya itu gak bisa ditepati alias omdooo! Lalu dia pergi, lalu kita kesepian. But, lagu efek rumah kaca jempolan semua, paket lengkap deh, lirik puitis bin romantis tapi gak lebay, easy listening banget, dengarin deh.

2. Vns - bukan dirimu.

Lagu ini bercerita tentang seorang cewek yang dipertemukan dengan seorang cowok, pdkt - pdkt - pdkt --tapi akhirnya ketahuan kalau si cowok itu ternyata punya pacar. Kebayang kan gimana sakitnya jadi cewek yang dimaksud? Kebayang kan gimana brengseknya si cowok? Punya pacar tapi malah dekatin cewek lain. Cowok - cowok kayak gitu bagusnya dibasmi aja, biar enyah dari muka bumi, muahah.

" kau bersikap manis, kau curi hatiku namun kau tak sendiri. dan dibelakangmu seseorang menunggu, kau sebut dia pujaan hatimu.. "

3. Maudy Ayunda - Never.

Lagu ini masuk didalam album 'hidden collection' alias album yang dimana berisi lagu - lagu ciptaan si maudy sendiri. Bercerita tentang seorang cewek yang kata dia "i've cried for someone else before but never like this". Entah karena patah hati kali ini adalah sebenar - benarnya patah hati apa gimana yang jelas lagu ini ehem juga ehem sering saya dengerin ehem karena yagituu ehem.

" coz you did what i never could
and you broke what i never would..."

4. The Triangle - how could you.

"FOR ALL THE THING THAT YOU SAID
FOR ALL THE LINES THAT WE PLAYED
HOW COULD YOU DO THIS TO ME???"

Iya benar ini lagu patah hati. Salah satu soundtrack di film 'perahu kertas' yang (juga) selalu saya putar berulang - ulang. Band Indie asal bandung ini berhasil bikin saya jatuh cinta sama lagu - lagu mereka. Oh iya, selain how could you, lagunya yang shadow fall, should i juga enak loh, cobain deh. *sekalian promosi*mweheh

5. Monita Tahalea - i'll be fine.

Lagunya adem, dipadu dengan suara Monita yang renyah, lembut, dan manis. Syahdu. Juga lirik yang mewakili perasaan orang - orang yang sedang patah hati, tapi ingin menunjukkan pada yang mematahkan hatinya kalau "Saya baik - baik saja, saat ini mungkin rasanya sakit, tapi suatu hari semuanya pasti akan kembali seperti semula"

"don't you worry, i'll be fine, someday..."

Nah, 5 lagu itu yang lagi matching banget sama apa yang saya rasain. Dibagi - bagi aja, siapa tau besok - besok ada yang lagi patah hati, ini bisa nih jadi backsongnya, dijamin akan sangat membantu, iya membantu anda agar lebih semakin larut kedalam perasaan mellow *apasih*
Yaudah segitu aja dulu, pegel tangan hayati bang ngetiknya. Selamat bermellow - mellow riaaa!

Salam galau,
Nisa.

Rabu, 07 Januari 2015

Curhat Buat Sahabat.


Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring...
sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi...

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring...
sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu
bermimpi bersamaku..."

Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu
tinggi...

(Nb: ini lirik lagu Dewi Lestari, didedikasikan khusus buat Rahmawati Ma'ruf yang sudah setia mendengar keluh kesah seharian penuh kemarin. Terimakasih untuk pengertian, masukan, dan jangan lelah buat dengar cerita - cerita saya :")

(Nb nb: sahabat... sesak udara diatas puncak khayalan, jangan sampai kau disana..)

Sabtu, 03 Januari 2015

Hallo 2015!

Tulisan pertama di tahun 2015. Apakabar kamu? Apakabar hatiku?
Nggak ada yang spesial dari malam tahun baru kemarin, bukan karena gak punya pacar, atau bukan karena punya pacar tapi pacarnya jauh, bukan. Tapi, karena saya ketiduran, dan ketiduran ini memang disengajakan.
Malam tahun baru tapi rasanya sama saja seperti malam - malam lain. Semakin dewasa, jadi rasanya tidak perlu ada perayaan semisal berkumpul dengan teman - teman, cukup bersyukur karena masih diberikan umur panjang dan kesehatan sampai saat ini, masih diizinkan bersama dengan orang - orang terkasih. Dan gak ada petasan juga kembang api apalagi pesta, karena memang dilarang orangtua.
Ini tahun baru keempat yang saya lalui dengan menyandang status sebagai mahasiswa. Semoga tahun depan status itu segera terlepas dan berganti menjadi 'sarjana' dan 'istri orang' hohoho aamen.
Buat seru - seruan dan ikut rame seperti yang lain, saya juga mau buat list harapan - harapan ditahun ini ah! Semoga saja bisa tercapai, semoga saja kemauan dan tekad untuk mencapainya itu gak setengah - setengah seperti yang sudah -   sudah.

1. Semakin rajin nulis dan gak malas lagi
Semoga di tahun ini keengganan untuk menulis segera berganti menjadi semangat untuk menulis. Semoga draft - draft tulisan yang bersarang di laptop bisa segera diselesaikan. Semoga, semoga, semoga, Tuhan yang paling tahu.

2. Semangat magang jangan malas - malas atau lebih tepatnya di 2015 ini semoga kebiasaan malas saya itu hilang. Berhubung di semester ini saya akan mengontrak mata kuliah magang, jadi sebisa mungkin saya usahakan agar rasa malas, labil, dan moodyan ini bisa dihilangkan ._.
Rencananya sih, pengen magang di salah satu stasiun radio di Manado sini, tapi setelah dipikir - pikir jangan deh. Karena bakalan banyak mengeluarkan duit angkot. Fyi, jarak stasiun radio yang dimaksud dengan kosan saya lumayan jauh, dua kali naik angkot, sekali jalan 16ribu pulang pergi, alamakkk. Berat diongkos karena memang saya gak punya kendaraan pribadi disini. Ehhehe.
Tapiii, berhubung mbak PU Inovasi a.k.a Ilona Repi menawarkan agar magang ditempatnya sajaaaa, yasudah terima saja. Karena sekertariat Inovasi berlokasi didalam kampus, dekat dengan kosan saya. Gak ngeluarin duit angkot deh.

3. Semangat mencari judul proposal, skripsi, dan (inshaallah) bisa wisuda akhir tahun ini. AAMIIIIINNNN. AMIN AMIN AMIN. Udah bosan adek di kampus bang~

4. Sebenarnya ini gak penting - penting banget sih tapi harus ahhaha. Dan semoga ga sebatas omong kosong doang: k u r u s. Uhuk! Ya gak perlu kurus banget, cukup kurus dikit saja. Biar nanti pas wisudaan kelihatan bagus gitu pakai kebayanya. Mweheh.

5. 2015 semoga diberi kesempatan ke Jogja lagi gimanapun caranya titik. Tolong aminin buat siapapun yang sedang baca *maksa*
Keliling Jogja dan mengunjungi tempat - tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, keliling Jogja dan mampir lalu mencoba semua menu lezat disetiap coffeshop - coffeshopnya. Aaaaaakk! Aamin.

6. Semoga di 2015 ini dihadiahkan kacamata baru frame merah marun. Kasihan, penyakit tua: ngeblur level ngeliat objek tanpa kacamata serupa lagi ngeliat objek pakai kamera DSLR tapi ngeblur karena gak kefokus ke objeknya, gitu, ngerti gak? O.O Minus plus silinder. Da aku mah apah atuh cuma ceweqh lemah yang kalo nonton TV mesti dijarak yang dekat biar kelihatan :"""D

7. Segala urusan, harapan, keinginan, cita - cita dimudahkan jalannya lalu hidup bahagia selama - lama - lamanya seperti cerita di dongeng - dongeng.

Segitu sajalah dulu list harapannya, kebanyakan kalau diketik semuanya. Tapi, sebenarnya harapan dan doa yang paling diinginkan di 2015 ini adalah..

" Semoga masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, lengkap, tanpa kekurangan seseorang atau kekurangan suatu apapun. Semoga sepanjang tahun ini dan tahun berikutnya, berikutnya, berikutnya, dan seribu juta berikutnya masih diizinkan bersama - sama, dalam keadaan senang maupun susah, selamalamalamanya. Sehat selalu dan dimudahkan rezekinya. Itu saja, karena saya rasa saya tidak butuh apapun lagi yang indah asal saya berkumpul bersama keluarga saya, karena keindahan itu adalah mereka, segala-galanya" eaeaeakkk.

Kamu, apa harapanmu di tahun ini? :))

Sorong, 01/03

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...