Kamis, 29 Januari 2015

Day 1: Perihal Rindu.

Teruntuk Kamu, yang padamulah ku tabung semua perasaan rinduku.

Tuan, kau tahu, merindu ternyata dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak waras, dan sialnya aku sedang rindu.
Aku merasa waktuku bergerak melambat semenjak kamu memilih untuk diam - diam menyelinap keluar dari hatiku dan membawa kabur semua isinya,
Aku merasa waktu menyekapku dengan beringas, membuatku megap - megap dan hampir mati karenanya,
Aku merasa waktu memperlakukanku serupa perempuan dungu yang memeluk rindu dengan hebatnya.

Dan mereka, Tuan, menertawakan perempuan dungu ini, menertawakanku yang sekejap berubah tak waras karena terlalu banyak merindukanmu.
Ah, mungkin mereka hanya tidak pernah merasakan rindu kan, Tuan?
Rindu yang begitu hebat namun yang kau bisa lakukan hanyalah menampungnya kedalam wadah bernamakan kesabaran.

Tapi ia lupa, Tuan; sebab sabar tentu punya batas.

Barangkali suatu hari nanti aku perlu untuk meluapkan rindu ini, memberitakan kepadamu, membiarkan ia berterbangan menuju kotamu, memporak - porandakan isi hati juga kepalamu, lalu membuatmu menjadi tak waras sepertiku?

Sebab, aku sungguh kewalahan mengatasi rindu ini sendiran, Tuan.
Ya, barangkali..

Tertanda,
Perempuan yang menabung rindu.


((Nb: mendengarkan If Your Not The One - Daniel Beddingfield membuat rinduku menggunung, Tuan))
((Nb Nb: Ini surat pertamaku di #30HariMenulisSuratCinta ku hadiahkan untukmu))

2 komentar:

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...