Kamis, 28 Mei 2015

Jauh...

Bahkan untuk sekedar berjabat tangan sebagai tanda perkenalan pun tidak sampai. Kamu terlalu jauh, jarak Jupiter ke Pluto jauh. Kamu harus melewati Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Jauh. Yang ia tahu, cara yang mampu menghantarkan segalanya kepadamu hanyalah gelombang, ia membawa semua pesanku untukmu.
Tanganku tak mampu menggapaimu...

Setidaknya kamu makhluk baik hati yang menyambutku dengan selengkung senyuman malam kemarin. Awalnya. Namun entah kemalangan jenis apa yang mengekorinya dibelakang, sinarnya perlahan meredup. Mati. Habis. Barangkali, pesona venus jauh lebih terang? Barangkali.

Dan matamu..

   Dan suaramu..

       Dan segala sesuatu tentangmu.

Pada belahan antariksa sebelah sana, ada satu perempuan melafalkan namamu jauh lebih khusyuk, mungkin? perempuan dengan wujud nyata, perempuan tentu jauh lebih giat mengantarkan berbagai jenis perhatian, sampai - sampai tangan kusam yang hendak menghantarkanmu ucapan "selamat tidur" pun jadi tidak berarti. Malang. Hatinya tetiba nelangsa. Dadanya membiru. Ia kalah jauh sebelum ia mencoba untuk memenangkan hatimu. Tak apa. Ia hanya ingin menjabat tanganmu. Sebatas itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...