Minggu, 27 Desember 2015
Senin Subuh
Ujung desember. Tuhan kenapa Kau hadirkan lagi aroma januari yang begitu suram? dipenghujung ini, seharusnya yang kucium adalah wangi kembang api.
Rasanya aku tidak akan pernah lupa, sampai mau gila.
Aku percaya padanya, ntah bagaimana dia padaku. Tapi, Tuhan... yang bersarang di kepalaku, ku harap itu hanyalah ketakutanku di masa itu yang tidak ada didalam kehidupannya, harus tak ada. Ku mohon bagaimanapun itu.. aku ingin tetap menyayanginya. Rasa yang membikinku hampir gila, enyah dan pergilah.
Sabtu, 26 Desember 2015
Selasa, 22 Desember 2015
Nggantung
Mencemburui sesuatu yang sudah lewat, semisal cemburu pada apa - apa yang menjadi kenanganmu dimasa lalu yang tentu bukan dilalui bersamaku. Perempuan bodoh mana yang dengan kurang kerjaannya mencari tahu seluk beluk ceritamu pada masa itu? sudah pasti hanya aku, ah tidak, mungkin beberapa perempuan lainnyapun begitu.
Rasanya cemburu dan iri bercampur jadi satu. Aku iri pada dia yang dulunya pernah dengan bebas bercakap - cakap denganmu tanpa perantara, aku lebih iri saat dia dapat memelukmu erat.. mendengar degup jantungmu dan tenggelam didalam sana. Saat dia dapat menggenggam jemarimu, menatap matamu, melihat senyummu....
aku...
Kamis, 17 Desember 2015
Absurd.
Kamu resmi sendirian, terhitung sejak tiga hari yang lalu. Sendiri menurut versimu, bukan orang lain.
Nyatanya sayap ayam masih tetap lezat dimakan walau tanpa kawan, tetap gurih, namun rasanya.. entahlah yang kau rasa hambar.
Di tempat seramai ini dan kau memilih duduk di pojokan, menikmati makananmu sendirian, dengan wajah yang... kau tahu, mereka mungkin berpikir kau begitu menyedihkan dan.. kesepian, bukan begitu?
Resmi tiga hari kawanku kembali pulang ke kotanya, resmi tiga hari aku menghabiskan waktuku dengan melakukan segala hal yang menyenangkan sendirian. Iya betul, rasanya sepi, sebab aku melaluinya sendiri, menghabiskan hari seorang diri, menonton film komedi, mengantre dan mendapatkan dua potong sayap ayam dan menghabiskannya sendiri, walau begitu aku tidak semenyedihkan yang dibayangkan. Aku sudah terbiasa melakukan apapun seorang diri, namun, kali ini... rasanya.... aku butuh teman bicara.
Alunan lagu natal berbagai dekade menggema, wajah orang - orang bahagia. Dan aku tidak perlu merasa kesepian, bukan begitu?
(di suatu sore, pada hari ke tujuh belas di bulan desember)
Nyatanya sayap ayam masih tetap lezat dimakan walau tanpa kawan, tetap gurih, namun rasanya.. entahlah yang kau rasa hambar.
Di tempat seramai ini dan kau memilih duduk di pojokan, menikmati makananmu sendirian, dengan wajah yang... kau tahu, mereka mungkin berpikir kau begitu menyedihkan dan.. kesepian, bukan begitu?
***
Alunan lagu natal berbagai dekade menggema, wajah orang - orang bahagia. Dan aku tidak perlu merasa kesepian, bukan begitu?
***
Langganan:
Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
Selamat bulan maret Selamat tanggal sepuluh Selamat memasuki usia duapuluhlima Kamu.. Selamat ulang tahun Semoga bahagia selalu....
-
Karena kamu kegeeran sendirian, Nis! Karena dia tidak.