Kamu resmi sendirian, terhitung sejak tiga hari yang lalu. Sendiri menurut versimu, bukan orang lain.
Nyatanya sayap ayam masih tetap lezat dimakan walau tanpa kawan, tetap gurih, namun rasanya.. entahlah yang kau rasa hambar.
Di tempat seramai ini dan kau memilih duduk di pojokan, menikmati makananmu sendirian, dengan wajah yang... kau tahu, mereka mungkin berpikir kau begitu menyedihkan dan.. kesepian, bukan begitu?
***
Resmi tiga hari kawanku kembali pulang ke kotanya, resmi tiga hari aku menghabiskan waktuku dengan melakukan segala hal yang menyenangkan sendirian. Iya betul, rasanya sepi, sebab aku melaluinya sendiri, menghabiskan hari seorang diri, menonton film komedi, mengantre dan mendapatkan dua potong sayap ayam dan menghabiskannya sendiri, walau begitu aku tidak semenyedihkan yang dibayangkan. Aku sudah terbiasa melakukan apapun seorang diri, namun, kali ini... rasanya.... aku butuh teman bicara.
Alunan lagu natal berbagai dekade menggema, wajah orang - orang bahagia. Dan aku tidak perlu merasa kesepian, bukan begitu?
***
(di suatu sore, pada hari ke tujuh belas di bulan desember)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar