Minggu, 27 Desember 2015

Senin Subuh


Ujung desember. Tuhan kenapa Kau hadirkan lagi aroma januari yang begitu suram? dipenghujung ini, seharusnya yang kucium adalah wangi kembang api.
Rasanya aku tidak akan pernah lupa, sampai mau gila.
Aku percaya padanya, ntah bagaimana dia padaku. Tapi, Tuhan... yang bersarang di kepalaku, ku harap itu hanyalah ketakutanku di masa itu yang tidak ada didalam kehidupannya, harus tak ada. Ku mohon bagaimanapun itu.. aku ingin tetap menyayanginya. Rasa yang membikinku hampir gila, enyah dan pergilah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...