Minggu, 24 Juli 2016

Tidak ada "Selamat ulang tahun", hanya ada sedikit doa yang tidak kau ingat karena.. entahlah kau rasa, kau kecewa dan kubiarkan begitu saja, sampai akhirnya kau tetap coba memahami.

Begitupun dengan pengulangan kata 'maaf' dariku setiap kali moodmu memburuk. Ku minta agar kau mengerti, padahal kau sendiri tidak paham apa yang harus kau mengerti. Alasannya tidak kusebutkan. Andai aku tahu, tiga kata sialan itulah yang paling kau tunggu.

Kau tak apa walau semua orang lupa hari lahirmu, kau tidak peduli, asal aku saja yang tetap ingat. Setidaknya kuberi ucapan walau hanya dengan biasa - biasa saja. Tidak perlu sepertimu yang dengan bodohnya membelikan sepotong tart kecil dan merayakan hari ulangtahunku sendirian tepat dipukul 00.00

Ya. Aku ingat,  tapi kau tetap saja tidak mengerti apa alasanku; kenapa tak ku ucapkan saja tiga kata sialan yang kau tunggu - tunggu itu, untukmu? Lalu, perayaan selamat pada setiap tanggal 13 itu harus kusebut apa?

Sudahlah, lagipula sudah berakhir.

"Selamat ulang tahun" kuucap dariku, untuk diriku.
Begitu saja barangkali cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...