Rabu, 31 Agustus 2016

Rasanya aku harus menuliskn apa2 yg kualami beberapa hari terakhir tapi tak ada satu kata yg bisa aku k luarkan. Bukan berarti aku tapi aku..
Tuhkan males lagi. Yaudah kulanjut baca norwegian wood aja lah

Sabtu, 20 Agustus 2016

Sabtu Malam.

Pulang ke kos baru mau buka pintu kamar, suara anak laki - laki dari depan pagar mengagetkan karena manggil nama saya

"Nis...!"

Ngga pake kacamata, tapi suaranya nggak asing. Rio. Kata mamahnya putri, seharian ini sudah tiga kali rio datang ke kosan mencari saya. Dia berdiri didepan pagar. Sialan! Niat boker ketahan karena dipanggil. Saya berjalan keluar pagar. 

"Tanggal 20 ulang tahun saya ke 20" katanya

"Heh? "
"Oh selamat ulang tahun"

"Tunggu sebentar, saya punya sesuatu" lalu dia berlari kearah rumahnya yang tepat berada didepan kosan saya. Ngga lama, ngga nyampe dua menit dia balik. Di tangannya ada sebuah buku, dan kaos.

"Ini kenang - kenangan, ini kaos banyak kenangan buat saya bla bla bla" saya ngga begitu perhatiin dia ngomong apa tapi saya terima. Dan bingung. 

"Ngga balik kesini lagi?" 
"Hah? iya"
"Handphone saya rusak, nanti hubunginnya gimana ya? Punya facebook?"
"Saya ngga main facebook, tapi kalo instagram main he he"

Saya nggak perhatiin dengan jelas kaos yang dikasih karena didepan kosan cukup gelap tapi samar sepertinya saya pernah liat dia memakainya. 

"Jangan lupa disetrika, itu biar galupa" jelasnya
"Oh iya"
"Hari ini ulang tahun? 20?"
"Iya kenapa?"
"Nggak,  udah gede ya he he"

Setelah mengucapkan kata - kata perpisahan, rio pamit pulang,
Dia mengulurkan tangan,  saya juga,  kita resmi bersalaman untuk yang pertama dan terakhir kali. Dia berpesan untuk pamit pada ibunya sebelum saya pulang kerumah, tapi jangan malu - malu.

"Semuanya saya anggap teman... "

Iya. 

Saya berjalan masuk kedalam,  lalu samar - samar ingatan saya mundur kembali ke waktu pertama anak laki - laki itu pindah didepan kosan. Motornya diparkir tidak jauh dari depan pagar, pagi itu saya berniat membuang sampah kemudian tidak sengaja berpapasan dengannya. Hari itu baju yang ia pakai berwarna hitam. 

"Pute, anak baru di rumah depan, cakep, wkwkw"
"Oh ya?!wkwk"

Lalu entah bagaimana caranya, kami akhirnya berteman. Iya, namanya rio, dua tahun lebih muda dibawah saya, ramah, humble, sederhana. Eh, sampai jumpa lagi, diwaktu yang entah kapan.

Tiba didalam kamar, saya kembali melihat kaos yang diberi tadi, 
Katanya kenang-kenangan. Ah, iya ini kaos yang biasa dia pakai.

Rabu, 17 Agustus 2016

simsalabim.

Andai mantra "simsalabim" itu bisa membuatmu menghilang, kau mau merapalkannya sekarang juga? 
Hhhh aduh, manja! Baru begini saja kau mau menghilang, ingin enyah, tapi malah tidak mau mati. 

Manusia yang seperti apa--bagaimana yang mau mengerti kepalamu? terlalu banyak simpul yang diacak menjadi tidak karuan maka satu persatu menjauh. 

Sialan! Matahari saja masih malu - malu, kenapa rasa sakitmu tidak tahu malu? Bagian bawah sebelah kiri mungkin ulu hati? Bodoh, siapa suruh makan kertas bukan makan nasi. 

Kalau begini caranya kau akan ditinggalkan banyak orang--semua orang--mereka tidak mati tapi hanya membiarkanmu seorang sendiri. 

Terus-terusan saja kau merengek pada buku diary, tidak akan ada yang peduli. Menyedihkan! Cepat rapalkan "simsalabim". Kau akan segera berpindah ke dimensi lain. Mungkin.

Rabu, 10 Agustus 2016

By Aan Mansyur

"Kadang-kadang kau pikir, lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang. Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan"

Selasa, 09 Agustus 2016

Sajak Untuk Nurma.

Cantik nian, 
Tubuh semapai
Rambut hitam lurus sepinggang
Alis tebal
Kulit kuning langsat
Senyum menawan. 
Perempuan favoritku
Nurma namanya, anak perawan bapak Abdullah. 
Perempuan kesayanganku, 
Usianya kini lima tiga
Tubuh gendut
Rambut putih ditutup kudung 
Kulit keriput, 
Nurma kian menua. 
O,  hey.. 
Jangan salah, 
Nurmaku tetap cantik
Senyumnya makin menawan
Dan aku selalu jatuh cinta. 

Senin, 08 Agustus 2016

Sudah Lama, dan Kita Harus Bertemu

Rasanya kita harus bertemu. Kau perlu menumpahkan semua isi hatimu, karena aku juga butuh untuk kau dengarkan. Atau kita butuh tepi laut dan suara anginnya atau debur ombaknya? Membikin hati tenang.

Sudah lama rasanya, tentu banyak cerita baru yang kau punya. Sedang aku, hidupku, begini - begini saja tak ada yang berubah. Hanya berat badan yang terus bertambah. Apakabar juga tuan putri bodoh yang menjadi buta karena cinta?
Kabarnya ia telah dibawa pangeran ke istananya? Betul, cinta memang mampu membuatmu melakukan segala apa yang disangkal logika. Semua ditepis. Lupakan.
Aku tidak ingin berbicara lebay perihal cinta sebab kisahku tidak lebih baik. Lalu bagaimana kisahmu dengan pujaanmu yang kau harap kau akan menikah dengannya suatu hari?

Sungguh, kurasa, kita butuh pertemuan itu. Berbagi keluhan tentang apa saja. Atau melangkah tanpa arah. Atau berdiam dan tenggelam dalam dunia maya pada sebuah rumah kopi dipinggir kota. Atau bagaimana dengan instagram dan hastag favorit yang begitu mengasyikkan? Tanpa kenal malu. 

Dan, kurasa betul kita perlu bertemu, sebab aku rindu.
Bagaimana denganmu?

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...