Sabtu, 20 Agustus 2016

Sabtu Malam.

Pulang ke kos baru mau buka pintu kamar, suara anak laki - laki dari depan pagar mengagetkan karena manggil nama saya

"Nis...!"

Ngga pake kacamata, tapi suaranya nggak asing. Rio. Kata mamahnya putri, seharian ini sudah tiga kali rio datang ke kosan mencari saya. Dia berdiri didepan pagar. Sialan! Niat boker ketahan karena dipanggil. Saya berjalan keluar pagar. 

"Tanggal 20 ulang tahun saya ke 20" katanya

"Heh? "
"Oh selamat ulang tahun"

"Tunggu sebentar, saya punya sesuatu" lalu dia berlari kearah rumahnya yang tepat berada didepan kosan saya. Ngga lama, ngga nyampe dua menit dia balik. Di tangannya ada sebuah buku, dan kaos.

"Ini kenang - kenangan, ini kaos banyak kenangan buat saya bla bla bla" saya ngga begitu perhatiin dia ngomong apa tapi saya terima. Dan bingung. 

"Ngga balik kesini lagi?" 
"Hah? iya"
"Handphone saya rusak, nanti hubunginnya gimana ya? Punya facebook?"
"Saya ngga main facebook, tapi kalo instagram main he he"

Saya nggak perhatiin dengan jelas kaos yang dikasih karena didepan kosan cukup gelap tapi samar sepertinya saya pernah liat dia memakainya. 

"Jangan lupa disetrika, itu biar galupa" jelasnya
"Oh iya"
"Hari ini ulang tahun? 20?"
"Iya kenapa?"
"Nggak,  udah gede ya he he"

Setelah mengucapkan kata - kata perpisahan, rio pamit pulang,
Dia mengulurkan tangan,  saya juga,  kita resmi bersalaman untuk yang pertama dan terakhir kali. Dia berpesan untuk pamit pada ibunya sebelum saya pulang kerumah, tapi jangan malu - malu.

"Semuanya saya anggap teman... "

Iya. 

Saya berjalan masuk kedalam,  lalu samar - samar ingatan saya mundur kembali ke waktu pertama anak laki - laki itu pindah didepan kosan. Motornya diparkir tidak jauh dari depan pagar, pagi itu saya berniat membuang sampah kemudian tidak sengaja berpapasan dengannya. Hari itu baju yang ia pakai berwarna hitam. 

"Pute, anak baru di rumah depan, cakep, wkwkw"
"Oh ya?!wkwk"

Lalu entah bagaimana caranya, kami akhirnya berteman. Iya, namanya rio, dua tahun lebih muda dibawah saya, ramah, humble, sederhana. Eh, sampai jumpa lagi, diwaktu yang entah kapan.

Tiba didalam kamar, saya kembali melihat kaos yang diberi tadi, 
Katanya kenang-kenangan. Ah, iya ini kaos yang biasa dia pakai.

2 komentar:

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...