Andai mantra "simsalabim" itu bisa membuatmu menghilang, kau mau merapalkannya sekarang juga?
Hhhh aduh, manja! Baru begini saja kau mau menghilang, ingin enyah, tapi malah tidak mau mati.
Manusia yang seperti apa--bagaimana yang mau mengerti kepalamu? terlalu banyak simpul yang diacak menjadi tidak karuan maka satu persatu menjauh.
Sialan! Matahari saja masih malu - malu, kenapa rasa sakitmu tidak tahu malu? Bagian bawah sebelah kiri mungkin ulu hati? Bodoh, siapa suruh makan kertas bukan makan nasi.
Kalau begini caranya kau akan ditinggalkan banyak orang--semua orang--mereka tidak mati tapi hanya membiarkanmu seorang sendiri.
Terus-terusan saja kau merengek pada buku diary, tidak akan ada yang peduli. Menyedihkan! Cepat rapalkan "simsalabim". Kau akan segera berpindah ke dimensi lain. Mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar