Tidak perlu jadi nyata. Kamu pernah ada saja itu sudah lebih dari cukup.
Tentang hatiku ini tak perlu kau ambil peduli,
Ia patah. Tapi percayalah kelak akan utuh kembali.
Hanya begini saja, aku sudah pernah. Menangis, uring - uringan, kesepian, paling sebentar saja tidak lama. Setahun barangkali, atau lebih.
Doaku, apa saja yang kau cita - citakan
Semoga Tuhan dekatkan.
Kamis, 01 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
Kamu tau, memperjuangkan sebuah gelar di akhir perkuliahan ternyata lebih susah dibanding memperjuangkan hatinya Tan, dulu. Susah. Dan ribe...
-
Kepulangan kali ini barangkali adalah kepulangan terakhir. Hari - hari berputar menjadi seperti salam perpisahan yang enggan terucap. Aku me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar