Entah aku yang berubah, atau kamu yang berubah atau kita yang sudah habis masa. Aku kira kita bisa selamanya. Aku kira mimpi - mimpi yang kita banggakan itu bisa jadinyata suatu hari. Seperti yang sudah - sudah, hal yang paling kutakutkan terjadi lagi.
Kenapa aku harus merasakannya lagi? Kalau mungkin ini adalah proses menjadi perempuan dewasa kenapa harus berkali - kali. Aku sudah terlalu lelah untuk memulai, mencari lagi, menyesuaikan diri lagi. Aku ingin segera ditemukan.
Apa aku berdiri ditempat yang gelap, kenapa seseorang tidak membawaku keluar dari kegelapan ini.
Kenapa lagu Efek Rumah Kaca - Lagu Kesepian terdengar begitu sialan disaat begini?
"Oh di mana terang yang kau janjikan? Aku kesepian.. "
Aku seperti sedang berlari mengejar sesuatu yang bahkan tidak ingin dikejar. Atau hanya perasaanku saja. Kenapa kamu tak coba untuk sedikit saja sampingkan egomu dan memeluk hatiku?
Mungkin benar, sesuatu yang bukan milik kita, sekuat apapun digenggam akan terlepas juga cepat atau lambat. Mungkin perasaanmu sudah kedaluwarsa, mungkin kamu butuh rumah baru yang lebih leluasa.
"Ku tak melihat kau membawa terang yang kau janjikan
Kau bawa debu bertebar di beranda berairmata.. "
Sabtu, 03 Februari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
Selamat bulan maret Selamat tanggal sepuluh Selamat memasuki usia duapuluhlima Kamu.. Selamat ulang tahun Semoga bahagia selalu....
-
Karena kamu kegeeran sendirian, Nis! Karena dia tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar