Selamat, ya sayang! Terimakasih karena sudah mau berjalan bersamaku setahun ini. Menyelami karakterku yang keras kepala dan ternyata kau jauh lebih banyak diatasku.
Bersamamu, jalan ini tidak selalu mulus, banyak kerikil yang mengharuskan genggaman kita makin diperlekat.
Bersamamu, hariku tidak selalu cerah, mendung dan gerimis nakal, bahkan hujan deras sekalipun kadang mampir yang mengharuskan pelukan kita makin dipererat.
Terimakasih sayang, sudah betah menjadikan hatiku sebagai rumahmu. Terimakasih untuk semua suka, duka, cerita, pengalaman yang sudah kita bagi berdua.
Terimakasih karena masih mau denganku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
Kamu tau, memperjuangkan sebuah gelar di akhir perkuliahan ternyata lebih susah dibanding memperjuangkan hatinya Tan, dulu. Susah. Dan ribe...
-
Kepulangan kali ini barangkali adalah kepulangan terakhir. Hari - hari berputar menjadi seperti salam perpisahan yang enggan terucap. Aku me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar