Senin, 31 Maret 2014

Fallin' love at coffee shop #2

Aaaaaahhhhh. akhirnya, dapat colokan nganggur juga. mari melanjutkan cerita Fallin' love at coffee shop #1 .    Pancake's Company menurut info dari buku kecil yang saya baca di Gramedia kemarin sudah berhasil membuat saya jatuhsuka sampai segitunya, dan ketika saya di beri kesempatan mendatangi Jogja lagi, tidak saya sia-siakan kesempatan manis ini untuk berkunjung langsung ke tempat yang dimaksud.

Berbekal rasa penasaran,ongkos pas-pasan, alamat, dan juga google map dari handphone, saya dan dua teman langsung meluncur mencari lokasi penkek berada. Sempat putus asa karena nyasar, tapi nggak nyerah. Rasa haru menyelimuti jiwa *inihiperbola* waktu langkah kaki tiba di sebuah tempat bertuliskan "Pancake's company". Rasa-rasanya saya pengen nangis saking bahagianya. Seingat saya, baru kemarin saya ngayal ingin sekali mendatangi tempat ini, tiba - tiba saja saya sudah berada tepat di depannya.

Nggak sabar rasanya untuk segera mencicipi semua menunya, tapi karena kantong yang--huft--tipis--pas-pasan--danharusngirit--saya hanya bisa memesan beberapa saja-- tapi nanti jika berkesempatan lagi, saya akan datang kembali dan memesan apa yang belum saya pesan :p hakhaka

Tempatnya... jika disuruh memberikan penilaian 1-100, maka dengan senang hati akan saya berikan nilai 100. Mungkin karena saya telah jatuh hati jauh sebelum mendatangi? Ya, maybe. Cozy, itu kesan pertama. meski tempatnya tidak terlalu luas, tapi saya tetap suka. Di dindingnya ada banyak pigura-pigura dengan foto-foto klasik yang waw sekali, juga musik ber-beat lambat, semakin menambah nilai plus penkekkampeni dimata saya.


pancake coffe oreo
Dannnn, sebenarnya bukan itu sih yang ingin saya ceritakan. Ya, sesuai dengan judul postingannya "falling in love at coffee shop" saya ngerasa--saya seperti--nggakberani bilang falling in love sih--tapi kayaknya falling love- love at first sight, sebutlah begitu.

Sama siapa?

Mas-mas yang nganterin daftar menunyaaa. aaaaaakkkkkk. yang ngasih kembalian waktu saya bayar pesanan saya.. aaakkk. yang dengan susah payah akhirnya saya dapet akun sosmednya, yang setelah saya kepoin, ternyata dia pacar-able banget, yang saya suka selera musik dia, yang saya suka semua lagu - lagu yang dia suka, yang aaakkkk.. saya pengen nyaritahu lebih banyak lagi tentang dia. yang bikin saya pengen kesana sekali lagi, atau berkali-kali sampai saya puassssss. 

Sebentar lagi saya kembali ke Manado, tapi seperti di awal saya bilang, tidak seluruh jiwa saya mau saya bawa pulang *eaaakk* saya sisakan sedikit, saya tinggalkan disini. hahahkhak. Mas penkek, semoga saya berkesempatan ke Jogja lagi, nanti saya pasti ke penkekkampeni lagi, lalu.. semoga dia masih ditempatnya.

-Jogja

I think that possiblyMaybe I'm falling for youYesThere's a chance that I've fallen quite hard over youI've seen the paths that your eyes wander downI want to come tooI think that possiblyMaybe I'm falling for youNo one understands me quite like you doThrough all of the shadowy corners of meI never knew just what it was about this old coffee shop I love so muchAll of the while I never knew-Landon Pigg

Fallin' love at coffee shop #1

Tentang bagaimana rasanya kamu seperti menjadi seorang tokoh utama dalam sebuah lirik lagu. ha-ha-ha. Hai Jogja. ini yang kedua kalinya ya? ya.. kota ini selalu istimewa, selalu punya cerita, selalu bikin saya jatuh cinta. saya harap ketika saya kembali ke Manado nanti, seluruh jiwa saya, tidak sepenuhnya saya bawa pulang, saya sisakan sedikit disini, agar kelak saya bisa kembali lagi. Mendatangi Jogja, lagi. Menjemput yang sedikit itu.

Yayaya.. ini tidak seperti liburan atau jalan - jalan. Nekat ke Jogja saat teman - teman di fakultas lagi was - was menghadapi mid semester. haaa... biarkan sejenak saya lupakan aktivitas di kampus yang membosankan itu. saya ingin bebas dulu disini. saya ingin cuci mata. ingin melakukan aktivitas yang nggak biasa. saya mau ngelakuin banyak--banyak--banyakkk sekali hal--hal yang saya impikan sejak dulu.

Kembali ke.... "tentang bagaimana rasanya kamu seperti menjadi seorang tokoh utama dalam sebuah lirik lagu"
sebelum saya bercerita, simak lirik lagu beserta video yang satu ini dulu..

landon pigg - falling in love at coffee shop

Pertama kali dengar lagu ini nggaktahu kenapa jadi langsung jatuh suka. Konsep videoklipnya juga bikin tambah jatuh--jatuhsuka, plus lirik lagu dan judulnya yang langsung bikin saya kepo banyak tentang Landon Pigg ini.

dan you know what... saya ngerasain seperti... ya gitulah. ha-ha-ha

Ada satu tempat di Jogja yang bikin saya naksir walaupun sebelumnya belum pernah sama sekali saya menginjakkan kaki di tempat itu. nama tempatnyaaaa adalaaahhh.. "Pancake's Company", yaaa.. semacam tempat nongkrong gitu lah. saya tahu penkekkampeni ini dari sebuah buku kecil yang nggak sengaja saya temukan di Gramedia. Buku itu berisikan informasi - informasi tentang coffee shop di Jogja yang recomend buat yang lagi nyari tempat menarik di kota gudeg itu. dari sekian banyak tempat, hati saya menjatuhkan rasanya pada satu nama.. tarraaaaaa... "Pancake's company".

Alasan pertama yang bikin saya menjatuhkan pilihan pada tempat itu karena menurut info yang saya bacaaaa.. Pancake's Company terinspirasi dari band Indie kesukaan saya white shoes and the couples company. Sesuai dengan namanya, menu utamanya yaaa sudah pasti pancake, tapi dengan berbagai pilihan rasa yang enyak - enyakkk.

Selain ituuuuu, yaaa ada satu--ya--satu mas - mas yang bekerja di penkekkampeni yang bikin saya betul - betul ngerasain "fallin love at coffe shop" kaya judul lagunya Landon Pigg itulohh~~ hakhakhakk

aduhhh..

di tunda duluuuu ya postingannya.

batrei laptop sekarat jenderal~

-Jogja

Sabtu, 15 Maret 2014

Stranger (?)

Tuhan, bisa tidak dipertemukan satu kali lagi?
satu kali saja
sebelum saya melupa raut wajahnya
sebelum ingatan saya memudar tentangnya
sebelum semuanya menyisa kelabu
Tuhan, bisa tidak?
setidaknya saya tahu siapa namanya, 
atau
jika itu berlebih,
cukup sekedar tahu dimana fakultasnya
ha-ha-ha

-Maret

hallo!


hallo orang asing yang saya perhatikan dari meja nomor 19,
siapa namamu?
seandainya kamu tiba - tiba nyasar di blog saya dan kaget melihat ada gambarmu
didalamnya,
tolong tinggalkan komentar berisikan namamu.
kau keburu pergi sebelum saya bertanya, sih!
ha-ha-ha
oh iya, topimu bagus dan kamu keren~~
salam kenal dari kejauhan.
itu saja.

-sabtu sore

Minggu, 09 Maret 2014

selamat ulang tahun

selamat bulan maret
selamat tanggal sepuluh
selamat memasuki usia duapuluhtiga
kamu..
selamat ulang tahun
semoga bahagia selalu


-di dalam kamar di malam ulangtahunmu
Maret, 10/2014

would you be my alien?


Selama ini selalu ngerasa asing sendirian. Ngerasa nggak ada yang ngerti dengan semua yang saya lakukan. Ngerasa bodoh, ngerasa seperti butuh teman buat menghayal; segala apapun, kita bisa dengan bebas memancing bintang pakai origami pesawat kertas, berjalan – jalan di pluto, atau bertaruh bahwa warna air hujan yang sebenarnya adalah orange, lalu suatu waktu dipertemukan dengan satu lelaki yang sama yang seolah mengerti apa yang saya hayalkan, yang ngga bilang “percuma bermimpi kalau engga bakalan kejadian”, yang ketika saya bersamanya saya seperti sedang berkaca.

Dan dia juga ngerasain yang sama

Terus bilang:

Would you be my Alien?

“ Kamu tulis dan saya lukis, kita cipta dunia kita sendiri. Yang orang – orang nggak bakalan ngerti, yang orang – orang bakalan menggeleng – gelengkan kepala waktu ngelihat kita nertawain cerita lucu yang kita buat atau nangisin kisah yang cuma kita berdua yang mengerti “

“Would you be my alien? Kita buat planet kita sendiri”

Lalu saya tidak hidup dalam keterasingan lagi, karena saya punya kamu…

-Maret

Dia dan Aku


Dia seperti penerang malamku
dia seperti penyejuk siangku..

Lima maret waktu insiden dibakarnya  fakultas teknik, saya bertemu dengan satu orang anak laki – laki yang aaaa *ifyouknowwhatmytype; kutilang, rambut gondrong, oblong hitam, jeans belel sobek, dan kets butut, yang kalo seandainya dia naik vespa maka saya akan berpikir dia adalah wujud nyata dari gambar hasil imajinasi saya, haaa sama topi klasik.

Yang dimana lima maret itu menjadi tragedy yang akan selalu dikenang seluruh mahasiswa di kampus saya. Fakultas hukum vs fakultas teknik dan anak laki – laki itu adalah anak teknik; oblongnya kotor, jeansnya juga, wajahnya kusam dengan ekspresi sedang menahan rasa sakit ( biarkan saya menebak, dia salah satu yang ikut tawuran antar fakultas).

Saya nggak tahu dan nggak kenal siapa dia, tapi dia menarik perhatian saya saat itu. Dan mata saya, dan pandangan saya nggak lepas dari sosoknya. Terus terus pandang, saya nggak peduli sama orang – orang sekitar. Lalu entah mungkin seperti merasa ada yang memperhatikan, matanya juga pandangannya, berbalik ke arah saya.

Dia tak kusangka dia balas pandanganku..
Dia begitu jauh dimataku
Dia begitu jauh di jangkauku
Dia tak kusangka dia balas senyumanku..

Lucu, lucu sekali. I have butterflies flying around inside my tummy when I see him. Senyum – senyum sendiri, curi – curi pandang, dan seperti mengerti bahasa yang saya isyaratkan dia juga (menurut hasil kege-eran saya) mencari kesempatan untuk balas mencuri pandang kearah saya menggunakan ekor matanya. Lebih lucu ketika kami sama – sama kaget saat mata tidak sengaja bertemu dan kemudian sama – sama saling membuang pandangan kearah lain.

Kami saling pandang tanpa bicara,
sepertinya dia tahu apa di hatiku tertera dan waktu saat itu sungguh mengerti aku..

tapi seharusnya waktu bisa sedikit berbaik hati untuk menahannya lebih lama lagi berdiri diujung sana. Seharusnya waktu bisa sedikit—ya—sedikit saja lebih lama lagi membuatnya untuk tetap berdiri didepan sana sampai saya berani menyapa dan bertukar nama dengannya

dan dia berlalu tanpa tahu siapa aku..

ekspresi wajah yang menahan rasa sakit, dengan tangan memegang perut, juga jalan yang sedikit pincang, hahaha anak laki – laki yang
yang cuma itu yang saya tahu tentang dia, yang adalah orang asing, dan diaaa berlalu tanpa tahu siapa akuu~~

Aku cukup tau dia dari sini saja
Aku cukup lihat dia dari sudut sini saja
Dan aku sudah bahagia seperti ini
Dan dia sudah sempurna..


Nb: (yang diketik miring itu lirik lagu EVO – Dia dan Aku)
Nb Nb: tahu lagu itu dari kenalan: HanaNuraini (waktu baca dan ngestalk blognya hehe)
Nb Nb Nb: Cuma pengen mengabadikan si orang asing didalam blog, semoga besok—besoknya—atau kapan nggatahu saya bisa dipertemukan dengan dia lagi.

Maret 2014

Selasa, 04 Maret 2014

Leara

Malam masih selalu cantik
dan aku masih terus mengail
belum lelah terus pancing bintang
dengan pesawat kertas yang
..aku terbangkan dari atas balkon kamarku

(tapi dia lupa satu hal: pesawat itu terbang tidak menyentuh langit)

Tuan muka datar,
malam ini aku merindu

mungkin kamu

       bisa meyakinkanku, kalau;

Bintang benar - benar bisa dipancing dengan origami pesawat kertas,

 dengan berdiri tepat dihadapanku, saat ini~

dengan beberapa kali tepukan lembut di pipi kiri..



nb: (ini bukan puisi)

-didalam kamar 

Senin, 03 Maret 2014

Entah dan seandainya~

Entah sejak kapan mulai tertarik kepada lelaki--yang memutuskan untuk memanjangkan rambutnya--gondrong. Entah sejak kapan juga mulai menyukai para lelaki bersepeda antik yang klasik. dan entah sejak--ya---nggatau--kapan juga, tiba-tiba saja tertanam dipikiran kalau lelaki yang: mengenakan kaos oblong berwarna hitam, jeans rombeng, kets butut--yang bututbanget itu adalah manusia keren yang patut saya syukuri keberadaanya. ah, sama, belakangan tiba-tiba ada satu kriteria lagi yang menambah daya tarik: topi klasik. satu--satu lagi, wangi rokok.

nggambar-ngedit-hasilngayal-asal-asal
dan, kalau saya adalah seorang perempuan pemberani yang tidak punya urat malu, dan, kalau saja Tuhan yang maha baik berkenan mempertemukan, maka:

"hai.. mau ya, jadi pacar saya?"

akan saya katakan dihari pertama berkenalan~~

ha-ha-ha

lupa - lupa ingat

lupa - lupa ingat bagaimana kejadiannya
lupa - lupa ingat juga seperti apa wanginya
tapi malam itu,
malam dimana detak jantungku
tiba - tiba saja berirama tak sesuai nada
eh
pipi juga merah merona
satu bocah yang telah menjelma lelaki dewasa
datang malu - malu lalu memberi bunga

"belum pulang?" ia bertanya,kalau tak salah

sudah pasti aku kaget tidak hanya bingung
belum pernah aku lihat raut yang ling-lung

hei. apakabar mawarmu, malam ini?
aku lupa dimana menyimpannya,
tapi semoga saja ia tak layu
dan kamu juga tak lupa aku.

gambar dari: tidurdotcom.wordpress.com


tiga maret

kacau

pantai. apakabar? Oikano

sedang tidak turun hujan,

lalu aku juga tidak karuan

padahal aku butuh aroma petrichor

atau, bagaimana jika

aroma laut yang berbalut senja saja penggantinya?

entah apapun itu.. aku butuh

Minggu, 02 Maret 2014

Dialoque

" Hai.."

" Ya? "

" Aku Rachet.. "

"Aku Dou.. "

" Siapa? "

" Dou. "

" D... Dou? "

" dibacanya Du.. "

" Ah~ "

" Namamu bagus.. "

" Sayang sekali. tidak dengan artinya. "

" Kenapa? "

" Ya, karena memang tidak, Du.. "
namamu yang bagus..

" Ah ya, terimakasih~~

... juga rupamu...

" heh? "

"AKUSUKA"

" Ke.. ke..napa? "

" Karena suka. dan selamat datang di gua paling berbahaya, di hatiku.. "

" HAH? "

" Ya... "

lalu cahaya merah menculiknya dan membuangnya ke planet pluto

" Tunggu, Rachet!! "

" Rahet, Du.. baca saja Rahet.. "

jang.....

dan suaranya menghilang


ajak aku keluar angkasa dong~

sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa - FRAU

Hai selamat mengenang masa alay!


hai Tan!
How’s life? Hehe. Lama nggak nulis tentang kamu. Malam ini nulis (lagi) boleh kan? Um maksudnya masih boleh kan? Ya, bukan berarti perasaan ini mau dipaksa buat muncul lagi, bukan berarti saya gagal move-on. Sorry ya Tan, saya udah move-on sekarang :p dua tahun jadi pemuja (yang nggak) rahasia kamu itu udah cukup.

Nggak tahu kenapa malam ini pengen aja ngetik – ngetik tapi nggak tahu mau bahas soal apa – tentang siapa. Yaudah bahas kamu aja boleh, kan? Ah, nggak usah ijin ah. Ya pasti boleh kan yah, tangan – tangan saya, leppy – juga – leppy saya. Oke, baiklah~

Hei, Tan! Nggak nyangka banget saya bisa ngelupain kamu. Saya pikir saya nggak bakalan bisa lupa, oh ternyata gampang banget eh saya ralat, nggak gampang sih hehe. Sekarang saya udah berani kan lewat di depan kamu? Saya hebat kan? Ini jarang – jarang loh, ini suatu peningkatan yang perlu buat dirayakan kah? Sumpah saya pengen banget bisa ngerayainnya, (kalobisa) dengan cara lompat – lompat didepan kamu sambil megang tanganmu dan teriak:

“HOREEEEE SAYA BISA, SAYA BISA LEWAT DENGAN TENANG TANPA LARI – LARI ATAU SEMBUNYI – SEMBUNYI DI DEPAN KAMU.. NGGAK PAKE MALU – MALU DAN RASANYA BIASA AJA, NGGAK ADA ADEGAN DEG – DEGAN.. HOREEE.. SAYA HEBATT~~~”

Oke lupakan! Perayaan macam apa tuh -_- ah! Tapi pokoknya saya senanglah bisa move-on dari kamu. Tenang aja, saya udah nggak benci lagi sama kamu kok, ya---walaupun---dulu (semenjak insiden itu) saya jadi benci banget sama kamu.
Setelah saya pikir – pikir, ngapain coba mesti benci kamu, ya kan? Perasaan kan nggak bisa dipaksa. Perasaan saya juga gitu, nggak bisa seenaknya aja dipaksa buat suka sama orang yang nggak saya suka J

Kalau dipikir – pikir lagi saya childish banget ya, dulu? Sampaisekarangsih tapi sekarang udah agak mendingan em maksud saya, saya udah agak sedikit dewasa kok, berkat kamu. Nggak berkat kamu juga sih, berkat saya sendiri.

Tan, kamu ngerasa kehilangan sosok pemuja (yang nggak) rahasia: Saya, nggak? Nggak ya? Ya nggak apa – apa. Pasti baru sekali kan ketemu orang kaya saya? Yang kalau sms-an cerewetnyaaaa minta ampun tapi kalau ketemu – langsung – malah kabur? Saya juga nggak tahu kenapa bisa gitu. Tapi bukan Cuma ke kamu aja kok saya kaya gitu, ke semua anak cowok yang saya suka pasti kumat. Aneh ya? Iya, banyak yang bilang kok.

Tan, saya sekarang umm sudah semester enam loh~ ya sekedar informasi aja sih hehehe, sebentar lagi—insyaallah—mau KKN terus proposal – skripsi – wisuda. Kamu kapan, Tan? Astaga demi apa sekarang kamu udah semester sepuluh? Kamu kok lulusnya lama sih? Nungguin saya ya? Haha nggak deng bercanda.

Duh, nulis tentang kamu bikin saya ingat lagi masa masa alay saya dulu waktu naksir abis sama kamu; gimana pengennya saya jadi pacar kamu, gimana lebaynya saya nangisin kamu cuma karena pengen banget ketemu kamu (yang waktu itu jarang nongol di kampus). Ya allah, gelik banget ingat semuanya hahaha. Itu waktu masih semester satu ya?

Oh iya, ada yang pengen saya kasih tau ke kamu. Kemarin kamu pernah nanya sama teman saya kenapa saya bisa suka sama kamu, kan? Bego ah, masa nanya “alasan rasa suka saya” sama teman saya? Ya sudah pasti dia nggak tahu lah~_~ tapi, sini saya mau bilang alasannya:
“ Suka aja. Nggatau kenapa. Dan jangan pernah tanya kenapa bisa gitu? “
Dua—ya—duatahunlalu—pertama ketemu di Mushola asrama haji (kegiatan FMKI). Ngeliat kamu dan ngerasa kamu beda aja dari anak – anak laki – laki yang lain. Kaos lengan panjang warna hitam, jeans belel hitam, cat kuku warna merah, rambut gondrong yang kamu ikat bagian poninya, dan sandal sualo warna biru – yang menurut saya beda dan ehm cool. Ah wajah kamu, sama wajahmu waktu itu saya suka banget ekspresinya. Ekspresi rese yang saya tau nggak dibuat – buat, juga ekspresi malas tahu dengan sekelilingmu. Haha nggak tahu kenapa saya suka aja. Kamu jadi mirip Mika. Ya abaikan karena kamu nggak kenal dan tahu Mika, lagipula di badanmu kurang tattoo untuk jadi kaya Mika. Mikanya Indi.

Wah hebattt~~~~

Saya benar – benar hebat sekarang. Nulis tentang kamu tapi nggak pakai air mata, huoooo
Cuma pakai sedikit—ya—sedikitsaja rasa rindu. Nggak sebanyak dulu kok, soalnya nanti keasinan dan kepahitan.

Terimakasih ya, Tan buat semuanya. Saya bahkan mau ngucapin makasih buat rasa sakit yang em sakit um banget waktu itu. Tapi saya udah nggak dendam kok, serius! Ya, karena saya tahu kadang apa yang kita inginkan itu nggak selalu sejalan dengan apa yang seharusnya berjalan. *loh *sayangomongapa..

Saya udah nggak ngarepin kamu buat jadi orang yang bakal bilang iloveyou ke saya lagi kok. Bukan karena saya udah punya pacar, tapi yaaaa capek juga hati lama – lama ngarepin sesuatu yang nggak ngarepin kita. Capek juga saya gembok hati saya yang didalamnya ada kamu yang bahkan nggak mau masuk ke hati saya, yang kuncinya ada sama kamu tapi kamu juga nggak tahu kuncinya kamu taroh dimana. Eaa

Nggak nyangka sampai sepanjang ini tulisan buat kamu (setelah lama nggak nulis lagi). pokoknya gitulah. Yaudah deh, Tan udah malam banget, besok saya kuliah pagi. Kamu, besok, kuliah jam berapa?



---Nisa

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...