Dia seperti penerang malamku
dia seperti penyejuk siangku..
Lima maret waktu insiden dibakarnya fakultas teknik, saya bertemu dengan satu
orang anak laki – laki yang aaaa *ifyouknowwhatmytype; kutilang, rambut
gondrong, oblong hitam, jeans belel sobek, dan kets butut, yang kalo seandainya
dia naik vespa maka saya akan berpikir dia adalah wujud nyata dari gambar hasil
imajinasi saya, haaa sama topi klasik.
Yang dimana lima maret itu menjadi tragedy yang akan selalu
dikenang seluruh mahasiswa di kampus saya. Fakultas hukum vs fakultas teknik
dan anak laki – laki itu adalah anak teknik; oblongnya kotor, jeansnya juga,
wajahnya kusam dengan ekspresi sedang menahan rasa sakit ( biarkan saya menebak,
dia salah satu yang ikut tawuran antar fakultas).
Saya nggak tahu dan nggak kenal siapa dia, tapi dia menarik
perhatian saya saat itu. Dan mata saya, dan pandangan saya nggak lepas dari
sosoknya. Terus terus pandang, saya nggak peduli sama orang – orang sekitar.
Lalu entah mungkin seperti merasa ada yang memperhatikan, matanya juga
pandangannya, berbalik ke arah saya.
Dia tak kusangka dia balas pandanganku..
Dia begitu jauh dimataku
Dia begitu jauh di jangkauku
Dia tak kusangka dia balas senyumanku..
Lucu, lucu sekali. I have butterflies flying around
inside my tummy when I see him. Senyum – senyum sendiri, curi – curi
pandang, dan seperti mengerti bahasa yang saya isyaratkan dia juga (menurut
hasil kege-eran saya) mencari kesempatan untuk balas mencuri pandang kearah
saya menggunakan ekor matanya. Lebih lucu ketika kami sama – sama kaget saat
mata tidak sengaja bertemu dan kemudian sama – sama saling membuang pandangan
kearah lain.
Kami saling pandang tanpa bicara,
sepertinya dia tahu apa di hatiku tertera dan
waktu saat itu sungguh mengerti aku..
tapi seharusnya waktu bisa sedikit berbaik hati untuk
menahannya lebih lama lagi berdiri diujung sana. Seharusnya waktu bisa
sedikit—ya—sedikit saja lebih lama lagi membuatnya untuk tetap berdiri didepan
sana sampai saya berani menyapa dan bertukar nama dengannya
dan dia berlalu tanpa tahu siapa aku..
ekspresi wajah yang menahan rasa sakit, dengan tangan
memegang perut, juga jalan yang sedikit pincang, hahaha anak laki – laki
yang
yang cuma itu yang saya tahu tentang dia, yang adalah orang
asing, dan diaaa berlalu tanpa tahu siapa akuu~~
Aku cukup tau dia dari sini saja
Aku cukup lihat dia dari sudut sini saja
Dan aku sudah bahagia seperti ini
Dan dia sudah sempurna..
Nb: (yang diketik miring itu lirik lagu EVO – Dia dan Aku)
Nb Nb: tahu lagu itu dari kenalan: HanaNuraini (waktu baca dan ngestalk blognya
hehe)
Nb Nb Nb: Cuma pengen mengabadikan si orang asing didalam blog,
semoga besok—besoknya—atau kapan nggatahu saya bisa dipertemukan dengan dia
lagi.
Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar