Minggu, 09 Maret 2014

Dia dan Aku


Dia seperti penerang malamku
dia seperti penyejuk siangku..

Lima maret waktu insiden dibakarnya  fakultas teknik, saya bertemu dengan satu orang anak laki – laki yang aaaa *ifyouknowwhatmytype; kutilang, rambut gondrong, oblong hitam, jeans belel sobek, dan kets butut, yang kalo seandainya dia naik vespa maka saya akan berpikir dia adalah wujud nyata dari gambar hasil imajinasi saya, haaa sama topi klasik.

Yang dimana lima maret itu menjadi tragedy yang akan selalu dikenang seluruh mahasiswa di kampus saya. Fakultas hukum vs fakultas teknik dan anak laki – laki itu adalah anak teknik; oblongnya kotor, jeansnya juga, wajahnya kusam dengan ekspresi sedang menahan rasa sakit ( biarkan saya menebak, dia salah satu yang ikut tawuran antar fakultas).

Saya nggak tahu dan nggak kenal siapa dia, tapi dia menarik perhatian saya saat itu. Dan mata saya, dan pandangan saya nggak lepas dari sosoknya. Terus terus pandang, saya nggak peduli sama orang – orang sekitar. Lalu entah mungkin seperti merasa ada yang memperhatikan, matanya juga pandangannya, berbalik ke arah saya.

Dia tak kusangka dia balas pandanganku..
Dia begitu jauh dimataku
Dia begitu jauh di jangkauku
Dia tak kusangka dia balas senyumanku..

Lucu, lucu sekali. I have butterflies flying around inside my tummy when I see him. Senyum – senyum sendiri, curi – curi pandang, dan seperti mengerti bahasa yang saya isyaratkan dia juga (menurut hasil kege-eran saya) mencari kesempatan untuk balas mencuri pandang kearah saya menggunakan ekor matanya. Lebih lucu ketika kami sama – sama kaget saat mata tidak sengaja bertemu dan kemudian sama – sama saling membuang pandangan kearah lain.

Kami saling pandang tanpa bicara,
sepertinya dia tahu apa di hatiku tertera dan waktu saat itu sungguh mengerti aku..

tapi seharusnya waktu bisa sedikit berbaik hati untuk menahannya lebih lama lagi berdiri diujung sana. Seharusnya waktu bisa sedikit—ya—sedikit saja lebih lama lagi membuatnya untuk tetap berdiri didepan sana sampai saya berani menyapa dan bertukar nama dengannya

dan dia berlalu tanpa tahu siapa aku..

ekspresi wajah yang menahan rasa sakit, dengan tangan memegang perut, juga jalan yang sedikit pincang, hahaha anak laki – laki yang
yang cuma itu yang saya tahu tentang dia, yang adalah orang asing, dan diaaa berlalu tanpa tahu siapa akuu~~

Aku cukup tau dia dari sini saja
Aku cukup lihat dia dari sudut sini saja
Dan aku sudah bahagia seperti ini
Dan dia sudah sempurna..


Nb: (yang diketik miring itu lirik lagu EVO – Dia dan Aku)
Nb Nb: tahu lagu itu dari kenalan: HanaNuraini (waktu baca dan ngestalk blognya hehe)
Nb Nb Nb: Cuma pengen mengabadikan si orang asing didalam blog, semoga besok—besoknya—atau kapan nggatahu saya bisa dipertemukan dengan dia lagi.

Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...