Minggu, 09 Maret 2014

would you be my alien?


Selama ini selalu ngerasa asing sendirian. Ngerasa nggak ada yang ngerti dengan semua yang saya lakukan. Ngerasa bodoh, ngerasa seperti butuh teman buat menghayal; segala apapun, kita bisa dengan bebas memancing bintang pakai origami pesawat kertas, berjalan – jalan di pluto, atau bertaruh bahwa warna air hujan yang sebenarnya adalah orange, lalu suatu waktu dipertemukan dengan satu lelaki yang sama yang seolah mengerti apa yang saya hayalkan, yang ngga bilang “percuma bermimpi kalau engga bakalan kejadian”, yang ketika saya bersamanya saya seperti sedang berkaca.

Dan dia juga ngerasain yang sama

Terus bilang:

Would you be my Alien?

“ Kamu tulis dan saya lukis, kita cipta dunia kita sendiri. Yang orang – orang nggak bakalan ngerti, yang orang – orang bakalan menggeleng – gelengkan kepala waktu ngelihat kita nertawain cerita lucu yang kita buat atau nangisin kisah yang cuma kita berdua yang mengerti “

“Would you be my alien? Kita buat planet kita sendiri”

Lalu saya tidak hidup dalam keterasingan lagi, karena saya punya kamu…

-Maret

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...