Membayangkan, memikirkan, menutup mata rapat - rapat lalu mengingat dalam - dalam.
Seperti apa bahasamu, bagaimana kamu yang bahkan tidak pernah saya tahu bentuk simpul senyum manisnya.
Ada sekian banyak "ingin" didalam sini, sayang.
Di dada ini.
Namun terlalu kaku untuk diungkap.
Canggung, padahal jelas - jelas saya memanggilmu: sayang.
Juga banyak "butuh" yang saya pendam sendirian. Penasaran yang saya jawab sendirian (pula).Bagaimana kamu saja, saya masih harus meraba - raba..
Saya harus lebih sering belajar 'menulis kamu', sayang...
Sepertinya..
-Mei
Tidak ada komentar:
Posting Komentar