Jumat, 30 Mei 2014

Karena Saya Pernah

Karena saya pernah jatuh cinta yang teramat dalam kepada anak laki - laki yang bahkan enggan untuk menatap saya.

Karena saya pernah jatuh cinta yang teramat dalam kepada anak laki - laki yang tidak pernah sekalipun selama tiga tahun berturut - turut membalas ucapan 'selamat ulang tahun' yang selalu saya kirimkan tepat pukul 00.00 dihari ulang tahunnya.

Saya bahkan pernah jatuh cinta dengan sangat konyolnya kepada anak laki - laki yang jagung rebus miliknya tidak dia habiskan lalu saya memakan sisanya diam - diam tanpa sepengetahuan dirinya.

Saya pernah. Saya pernah jatuh cinta teramat dalam kepada anak laki - laki yang setiap tidak sengaja kami dipertemukan, dia selalu membuang pandangannya kearah lain.

Saya pernah jatuh cinta teramat dalam pada anak laki - laki yang menolak air mineral yang dengan susah payah saya cari hanya karena ingin saya berikan padanya tepat disaat ia sehabis berkelahi.

Saya. Saya jatuh cinta. Pernah teramat dalam pada anak laki - laki bermuka datar tanpa ekspresi namun saat ia tersenyum, saya berani bersumpah anak perempuan manapun akan menjatuhkan hati padanya.

Saya pernah jatuh cinta yang teramat dalam kepada anak laki - laki yang pertama kali memanggil saya dengan nama "Nisa", anak laki - laki yang yang meminta dan permintaan yang sedikit memaksa namun saya iyakan dengan senang hati.

Saya pernah jatuh cinta padanya; pada anak laki - laki yang dimana sebenarnya kita saling tahu dan mengenal satu sama lain, hanya saja ia selalu berpura - pura bersikap biasa saja setiap bertemu saya.

Saya pernah jatuh cinta yang teramat dalam, pada dia, anak laki - laki yang (mungkin sudah) memasukkan nama saya kedalam daftar nama orang - orang yang patut dia hindari dalam kehidupannya.

Saya jatuh cinta pada anak laki - laki itu. Dengan teramat dalam. Kepada dia yang jika kau bertemu dengannya (pertama kali) kau akan seperti saya; berpikir bahwa dia berandalan. Tidak. Laki - laki itu anak baik. Dia bahkan memanggil mamahnya dengan panggilan manis; "Ibu".

Saya pernah jatuh cinta teramat dalam, sampai ingin ikut memanggil "Ibu" pada mamahnya.

Saya pernah jatuh cinta yang teramat dalam padanya; anak laki - laki yang tidak pernah menghargai usaha - usaha saya yang mencoba untuk mencuri sedikit perhatiannya.

Saya pernah jatuh cinta teramat dalam, dari kejauhan selama tiga tahun pada anak laki - laki yang saya sadar tidak pernah memiliki rasa seperti yang saya rasakan terhadapnya.

Karena saya pernah jatuh cinta yang teramat dalam kepada anak laki - laki itu
Dan rasanya manis sekali
Menyenangkan
Walau terkadang mematahkan,
Dan menyesakkan.
Tapi setidaknya saya pernah.. jatuh cinta yang teramat dalam, kepadanya. Kepada anak laki - laki itu...

2011
2014
Manado

4 komentar:

  1. kita terlatih patah hati, mbak. kaya katanya the rain~

    BalasHapus
  2. aaaa saya hampir nangis deh bacanya :")

    ternyata benar, cinta diam-diam, bertepuk sebelah tangan pula itu memang indah walaupun menyesakkan ya...

    BalasHapus
  3. hehehe iya. cinta yang seperti 'itu' memang menyesakkan tapi juga indah. terima kasih sudah mampir ya :))

    BalasHapus

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...