Jumat, 09 Oktober 2015
Let's move!
Move. Awalnya pasti sulit. Yang biasanya kalian saling sapa, kamu nyapa duluan atau mungkin dia yang nyapa terus - terusan. Lalu kalian ngebahas apa aja, dan nyaman, NYAMAN, satu kata yang bisa ngebuat hancur obrolan - obrolan selanjutnya.
Karena si nyaman inilah segala - galanya di sangkut pautkan dengan perasaan, karena si nyaman inilah semua - muanya jadi mellow total.
Mungkin ini sedang berbicara tentang diri saya, atau berbicara tentang orang lain mungkin.
Lalu setelah merasa sangat nyaman, kalian baru sadar dan bilang "Eh iya. Kan kita bukan siapa - siapa"
"Kamu envy kenapa?"
dan kamu nggak tau jawabannya apa.
Akhirnya kamu malu, obrolan jadi gak seru. Kamu hanya perlu waktu sedikit lagi tidak lama dia akan pergi karena dia baru menyadari 'she's so freakin weird' walaupun perkenalan kalian atas dasar "we are same, let's be weird together!"
Move. Move. Move on.
Seharusnya, dan semestinya rasa nyaman gak kamu pelihara. Toh awalnya kamu gak ngerasa apa - apa kan? barangkali, perlakuannya ke kamu teramat istimewa. HAHAHA iya kamu ngerasa gitu, bayangkan kamu jadi kamu, kamu tentu juga akan ber.... bunga - bunga. Tapi si gadisnya muncul, dan hadir terus tanpa kamu tau,
I feel for her what she's feeling for you. Dan si gadis yang pertama, kamu mah apa, huh?
Hey, i should be 'biasa aja' right? coz the truth is we are just a stranger.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
Selamat bulan maret Selamat tanggal sepuluh Selamat memasuki usia duapuluhlima Kamu.. Selamat ulang tahun Semoga bahagia selalu....
-
Karena kamu kegeeran sendirian, Nis! Karena dia tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar