Sabtu, 24 Oktober 2015

Takdir.


Kamu percaya takdir, Tan? Saya percaya. Sangat percaya. Takdir membawa saya bertemu dengan kamu, malam ini, melalui banyak perantara. Mungkin kamu tidak percaya, mungkin. Tapi saya percaya.
Kalau kamu pikir setelah ini kita tidak akan pernah bertemu lagi sebab masing - masing dari kita akan sibuk dengan hidup yang akan kita jalani di kota yang berbeda, saya tidak, Tan.
Saya percaya kapan dan dimanapun nanti, jika Tuhan bilang "bertemu", kita pasti bertemu lagi. Bagaimanapun caranya.
Dengan takdir kita berdua yang (mungkin) akan tetap selamanya seperti itu, menjadi sepasang pemuja dan idola.
Kamu, barangkali juga harus jadi percaya, Tan.

(manado, oktober 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...