Jumat, 29 Juni 2018

Dari Gula

Beberapa hari yang lalu saya mendapat sebuah pesan yang cukup membuat hati terasa sesak. Ya, sesak. Betapa kotornya saya membayangkan diri saya sendiri, apa yang sudah saya lakukan hhh

Pesan yang adalah dari Semut,
begini isinya..

"Aku minta izin ya buat ngeblock kamu lagi? biar aku jelasin apa alasannya. Bukan berarti aku menutup diri buat komunikasi (sewajarnya) sama perempuan. Tapi, aku ngerasa selalu beda kamu yang whatsapp. Biarpun isinya yang biasa - biasa. Kamu tahu, aku mutusin kamu bukan karena satu masalah yang bikin aku benci sama kamu. Kamu pasti paham, aku cuma berusaha menutup celah syetan yang nantinya ngebikin kepikiran, flashback dan lain-lain macamnya. Mungkin itulah salah satu tipu daya syetan membikin angan - angan membalikkan hal - hal buruk menjadi dipandang indah. Juga aku ngeblock semua akunmu. Aku juga ingin berlepas diri dari semua yang pernah kita jalani dan (mungkin maaf kalo aku kegeeran) dari apa yang kamu rasa berbekas dari semut. Aku takut itu jadi dosa jariyah di akhirat kelak. Rasanya sangat lebay aku ngewhatsapp panjang gini, aku cuma pengen kamu paham kenapa sekian kali aku block whastappmu dan lain - lainnya.
Barakallahu fiiki. Semoga kamu mendapatkan suami yang selalu sayang, memperlakukan kamu dengan baik, memenuhi hakmu sebagai istrinya, membimbing keluarganya agar bisa berkumpul kembali di Surga kelak. Aamiin. Salam sama mama dan keluarga ya"

Saya bahagia sekali, semut menjadi manusia yang semakin baik. Awal bertemu dengannya dengan pribadi yang berbeda dan menyaksikan proses perubahannya dengan sangat drastis. Semut meninggalkan semua kelam masa lalunya dan pindah menjadi manusia baru yang hidupnya semakin tenang, hidup adalah pilihan, bukan begitu? semut memilih belajar menjadi manusia sholeh.

Semut yang saya kenal adalah seorang penyayang. Ia adalah anak sulung dengan empat adik. Menyayangi dan menghormati ibunya. Peka, dan selalu menolong saya. Saya masih ingat beberapa kali dia memberikan tangannya waktu saya benar - benar dibawah. Semut dengan kehangatan hatinya, semut tidak romantis atau tipe orang yang memberikan hadiah - hadiah bernilai fantantis, semut... hanya manusia yang berperilaku manis namun ia tutup rapat dengan sikap coolnya.

Dihari ulangtahun sewaktu ia masih setuju akan perayaan-perayaan seperti itu semut memberikan hadiah sebungkus gula dan sekotak jarum pentul. Sederhana sekali tapi begitu membekas, sayang sekali semut... jarum pentulnya sudah saya pakai semua, tidak berbekas.

Pagi buta dan membaca pesan itu.. sesuatu mengalir disudut pipi saya, tiba - tiba saya menjadi begitu merindukannya. Ia benar - benar pamit dan meminta izin. Bahkan mendoakan saya dengan doa yang terbaca begitu tulus..
Betapa beruntungnya perempuan yang akan menjadi pasangannya kelak

Hvnfg, yvgzkzkfm szir yvitzmgr....... ylovspzs hvhvpzor fmgfp nvmtvmzmnf?
wzm kozmvg bzmt kvimzs prgz xrkgzpzm... nzir yrzipzm fmgfp gvifh srwfk..
wzm qzmtzm rarmpzm hrzkzkfm nvmszkfh kvivwzizmmbz.

gula

Rabu, 14 Februari 2018

Untuk Semut di Planet Olev

Tes tes..

Semut?

Hai Semut, apakabar? semoga kamu selalu sehat. Hari ini aku rindu. Apakabar ya planet olev? Planet yang kita ciptakan beberapa tahun lalu. Aku ingin berkunjung lagi, mungkin tandus.. sebab tidak ada penghuninya lagi, sejak kamu memutuskan untuk keluar lebih dulu.. beberapa saat setelahnya aku pun.

Semut, kenapa ya tidak ada yang menyayangiku seperti waktu kamu menyayangiku dulu? Kenapa ya tidak ada yang selalu mencemaskan dan menolongku sewaktu aku ingin ditemani walau hanya via suara, seperti kamu dulu?
Kenapa ya semut, tidak ada yang sangat ingin hidup bersamaku dengan ketidaksempurnaaku tanpa menuntut apapun dariku seperti kamu dulu?
Dan kenapa ya semut, aku malah mengecewakan orang sebaik kamu?

Aku tidak ingin mengulang kisah kita, aku hanya sesekali mengingat dan bersyukur pernah disayangi oleh orang sebaik kamu...
Yang selalu mendengarkanku, menemaniku jamberapapun aku butuh; tengah malam atau pagi buta sekalipun tanpa pernah merasa terganggu.

Apakabar Senyorita, vespa hijau army kesayanganmu? Semut aku bahkan belum sempat bertemu dengannya mungkin Senyo sudah jadi milik orang lain sekarang.

Semutku yang baik hati, dengan segala sifat penyabar dan dewasamu, terimakasih pernah menyembangi keegoisan, keras kepala dan kekanak - kanakanku dulu. Tidak pernah marah dan selalu merindukanku. Terimakasih kasih pernah menyayangiku dengan begitu.

Semoga berbahagia selalu..
-gula

Sabtu, 03 Februari 2018

Februari kelabu

Entah aku yang berubah, atau kamu yang berubah atau kita yang sudah habis masa. Aku kira kita bisa selamanya. Aku kira mimpi - mimpi yang kita banggakan itu bisa jadinyata suatu hari. Seperti yang sudah - sudah,  hal yang paling kutakutkan terjadi lagi.

Kenapa aku harus merasakannya lagi? Kalau mungkin ini adalah proses menjadi perempuan dewasa kenapa harus berkali - kali. Aku sudah terlalu lelah untuk memulai, mencari lagi, menyesuaikan diri lagi. Aku ingin segera ditemukan.
Apa aku berdiri ditempat yang gelap, kenapa seseorang tidak membawaku keluar dari kegelapan ini.
Kenapa lagu Efek Rumah Kaca - Lagu Kesepian terdengar begitu sialan disaat begini?

"Oh di mana terang yang kau janjikan? Aku kesepian.. "

Aku seperti sedang berlari mengejar sesuatu yang bahkan tidak ingin dikejar. Atau hanya perasaanku saja. Kenapa kamu tak coba untuk sedikit saja sampingkan egomu dan memeluk hatiku?

Mungkin benar, sesuatu yang bukan milik kita, sekuat apapun digenggam akan terlepas juga cepat atau lambat. Mungkin perasaanmu sudah kedaluwarsa, mungkin kamu butuh rumah baru yang lebih leluasa.

"Ku tak melihat kau membawa terang yang kau janjikan
Kau bawa debu bertebar di beranda berairmata.. "

Jumat, 02 Februari 2018

Mari B3rjalan Lebih Jauh

Selamat, ya sayang! Terimakasih karena sudah mau berjalan bersamaku setahun ini. Menyelami karakterku yang keras kepala dan ternyata kau jauh lebih banyak diatasku.
Bersamamu, jalan ini tidak selalu mulus, banyak kerikil yang mengharuskan genggaman kita makin diperlekat.
Bersamamu, hariku tidak selalu cerah, mendung dan gerimis nakal, bahkan hujan deras sekalipun kadang mampir yang mengharuskan pelukan kita makin dipererat.
Terimakasih sayang, sudah betah menjadikan hatiku sebagai rumahmu. Terimakasih untuk semua suka, duka, cerita, pengalaman yang sudah kita bagi berdua.

Terimakasih karena masih mau denganku.

Kamis, 01 Februari 2018

ngomong apasih gue

Kadang - kadang pilihan terakhir dalam situasi yang sangat tidak mengenakkan adalah bertahan, entah dalam hal apapun. Dan kadang - kadang jika sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan, kepergian mungkin jalan terbaik. Pindah--perpindahan--kepindahan, betapapun berat hatimu untuk melangkah entah kesebelah atau kedepan, pindah posisilah.. mencari - cari lagi rasa nyaman

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...