Senin, 30 Maret 2015

Perempuan dan Mata.


Ada sendu di matanya, tidak kah kau rasa hai lelaki?
Perempuan yang pandai menciptakan banyak kaca disitu, di matanya.
Ada.. ada wujudmu; lelaki, didalamnya.
Perempuan memenjarakannya serupa napi yang menunggu hukuman mati.
Perempuan dan segudang harapannya, harapan di dalam matanya.
Perempuan yang tahunan berlalu namun masih memandang hanya pada satu arah; kamu, duhai lelaki.


Mataku tua dibilangnya...

Rabu, 25 Maret 2015

Dia.


Dia, seenggaknya punya wajah yang fotogenic lah.. biar bisa diajak selfie segala macam gaya, nggak hanya senyum kaya orang mau foto buat ktp.

Dia, yang kalau saya bilang "saya suka white shoes and the couples company" dahinya nggak mengkerut dan nanya "itu apa? nama makanan?"

Dia, seenggaknya bisa lafalin "white shoes and the couples company" dengan baik dan nggak kebalik.

Dia, yang kopi serta rokok adalah teman setianya.

Dia, yang berkepribadian santai tapi serius untuk masa depannya.

Dia sudah pasti sangat sayang ibunya,

Dia yang nggak rapih, berkumistipis, apa adanya bahkan dengan sendal jepitpun dia akan terlihat sangat berkharisma, yang celananya rombeeeeeng, yang kaos hitamnya berwarna pudar sampai bingung dibedakan antara warna abu atau hitam.

Dia yang tingkat ke-cool-annya bakal naik 100000000% waktu dia naik vespa.

Dia yang nggak perlu punya nilai sempurna di bidang akademis, cukup berwawasan luas dan nyambung ketika diajak bercerita tentang ikan paus dilaut atau bunga padi di sawah?

Dia yang maybe bakal bilang "you never looked nice, but you looked like art; wasn't supposed to look nice, it was supposed to make me feel something"

Dia yang percaya, percaya, itu saja, cukup percaya dan nggak minta banyak alasan!

Dia yang nggak nanya "kenapa jalannya nunduk? mukanya manaaaa?"

Dia yang... ah udah ah, mungkin si dia hanya imajinasi yang nggak bakal ada.

Atau,

di belahan Bumi yang entah dimana, dia ada...

Tapi, belum kelihatan.

Atau,

Dia di Jupiter?

Atau,

Dia, kamu?

(Nb: yang diketik miring dan di bold itu sepenggal lirik Payung Teduh - mari bercerita)

Senin, 16 Maret 2015

Dialog.

Hallo. Apakabar?
Kapan - kapan kita ngobrol lagi kalau tidak sibuk.
Semangat buat tugas akhirnya, ya!

(Nb: diketik sembari mendengarkan Lionel Richie - stuck on you)

Sabtu, 14 Maret 2015

Sabtu Sore.

Musim nikah, dan salah satu sahabat sedang bersedih hati karena mantan gebetannya menikah hari ini. Jadi, ceritanya sih hari ini teman - teman di Sorong sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri resepsi pernikahan salah satu teman SMP yang akan dilangsungkan sebentar malam. Tiba - tiba saja ada sebuah bbm masuk dari seorang sahabat sebut saja Iva yang isinya kurang lebih seperti ini:

Iva: "Nuy, kau tidak datang mi diacara nikahnya Fahri?"

Saya: "Nda. Saya tidak lagi di Sorong ini. kau datang kah? jang ko menangis e hahah"

Iva: "Sa datang bawa kado isinya hatiku yang terbelah , nanti sa peluk Fahri baru sa menangis ='( =))"

Membaca balasan Iva yang ini membuat saya terkikik geli, dan juga sedih. Saya tahu betul bagaimana rasanya berada di posisi Iva sekarang. Saya jadi teringat Risna, perempuan yang ditinggal menikah oleh mantan kekasihnya, berita dan video tentang Risna ini sempat booming beberapa waktu lalu di dunia maya. Risna yang menghadiri pernikahan mantan kekasihnya tiba - tiba saja memeluk si mantan sambil menangis ketika tengah memberikan ucapan selamat, pasti berat mengikhlaskan orang yang dulunya pernah melewati hari bersama kita menikah dengan yang lain. Disini saya membayangkan sebentar malam Iva akan menangis didalam pelukan Fahri seperti yang dilakukan Risna pada mantan kekasihnya itu. Pasti lucu. Tapi sepertinya Iva tidak senekat itu.

"Iyo bawa kado hatimu yang terbelah, bungkus pakai pita merah muda neh" canda saya

Iva hanya membalas "hahaha"

Tertawa. Tawa paling getir barangkali.

Saya? saya sedang menuju kesitu juga. Maksudnya ya.. saya sedang memperkuat diri menuju kesedihan ditinggal menikah untuk kesekian kalinya eaaa hahahha. Yakan, siapa tahu dalam waktu dekat ini saya akan bernasib sama seperti Iva? maka dari itu saya tengah melatih hati untuk tidak berdarah dari sekarang, dan kalaupun nantinya akan berdarah heheh tak apa, sudah saya sediakan banyak perban disini.

Saya mengetik postingan ini sembari mendengarkan lagu dari Damien Rice - Accindental Babies. Okehhhhhhhh ini backsong yang cocok sekali untuk Iva, orang - orang yang ditinggal menikah, dan saya mungkin? mungkin...

do you come together ever with her?
and is she dark enough?
enough to see your light?
and do you brush your teeth before you kiss?
Do you miss my smell?
and is she bold enough to take you on?
do you feel like you belong?
what about me?
what about me?

Saya tidak bisa memberikan Iva petuah - petuah yang dapat menguatkan hatinya, saya hanya bisa sedikit menghibur, mungkin Iva dan Fahri tidak berjodoh. Entahlah, saya tidak ingin berbicara perihal jodoh disini. Tapi, yang jelas semoga Fahri dan istrinya bisa langgeng selamanya. Dan, Iva? Selamat patah hati.. menangis saja sepuas - puasnya, nanti suatu saat pasti akan ada satu orang yang datang menghapus tangis diwajahmu karena Fahri. Eaaak hahah. Yasudahlah, semakin ngawur. Bye :))

(Nb: Iva dan Fahri bukan nama asli, disamarkan takutnya ketahuan hahah)

Jumat, 13 Maret 2015

Berdistraksi.

Ku melangkah terseok ku dibunuh waktu, seingatku waktu itu kau bersamanya
ku menjadi bulan - bulanan oleh perasaan, ku diabaikan dalam sendu
hatiku membiru, terperangkap, menggerutu!

Mengalihkan peristiwa, menampikkan kenyataan yang tak kunjung usai sampai ujung waktu tiba hingga ku jatuh tenggelam dalam keresahan.

Ku terdiam tersungkur tuk dibunuh waktu, walau nanti pasti waktu akan berlalu
esok pasti kau tak kunjung muncul dan tak menentu
mungkin aku masih bisa memalingkan rindu?
mungkin begitu...
hatiku membiru, terperangkap, menggerutu..

(Nb: lagu Danilla - Berdistraksi sedang cocok banget)

Selasa, 10 Maret 2015

Selamat Ulang Tahun.

Selamat ulang tahun! mau dikasih hadiah apa? kaset iwan fals? sudah pernah, semoga masih disimpan. Saya nggak punya banyak duit buat hadiahin kamu tiket pp manado - bali buat nonton konser nyanyian raya hahah jadi, saya hadiahkan saja doa paling tulus yang saya persembahkan dari lubuk hati yang paling dalam.. eaak xD

Selamat ulang tahun ya, kamu. Selamat jadi ketua bpk Oi di daerah kamu, cieee nggak nyangka lho heheh.
Selamat tanggal sepuluh, selamat bulan maret, selamat memasuki usia yang ke duapuluhempat.
Semoga semakin sayang ibunya, semoga semakin dewasa, semoga semua harapan kamu di usiamu yang baru ini didengar Tuhan.

Selamat ulang tahun. Doa - doa tulus semoga selalu mengalir di nadimu.

(Nb: purnama malam ini barangkali bisa jadi hadiah ulangtahunmu, ia sedang cantik - cantiknya)

Senin, 09 Maret 2015

Pulang.

"Aku sudah pulang"
"Baguslah, aku sudah lama menunggu di depan pintu"

"I'm home"
"Selamat datang. Bagaimana harimu?"

"Nanti aku kabari lagi"
"Kenapa lama sekali?"

Bahkan ini menjadi sesuatu yang sangat disayangkan untuk tidak diabadikan. "pulang" katamu. Tetiba aku merasa seperti rumah bagimu.

Dalam bayanganku, saat kamu lebih memilih untuk menghabiskan harimu diluar, aku tidak mengapa, dengan sabarku, aku janji akan setia menunggu didepan pintu. Dengan suasana hati yang bagaimanapun nanti kamu ketuk pintu rumahku, akan selalu kusambut dengan gembira di hatiku.

Ini hanya sedang berandai - andai, tuan. Tentang perempuan penunggu dan lelaki yang mengucap "aku pulang". Akan kuseduhkan secangkir kopi untukmu, kau suka kopi, bukan? lalu duduklah barang sejenak, atau tak apa berlama-lah saja.

Dan, segalanya akan terus kita ulang, atau aku sendiri yang mengulang? begitu - begitu saja. Kau pergi, aku menunggu, kau datang dan mengucap "aku sudah pulang" dan aku bahagia menyambutmu datang.
Hayalan - hayalan gila ini, tuan... begini saja..

Sabtu, 07 Maret 2015

Matamu.

Matamu.

Mataku?

Iya. Matamu.

Dilihat dari sudut manapun tetap cantik, walau sebenarnya kau laki - laki. Atau, bagaimana dengan 'matamu tampan'?
atau, matamu cantik dan juga tampan?
atau, iya, aku sedang ngawur pagi ini dan kau boleh bilang aku menggilaimu. Tidak, tidak, maksudku menggilai matamu...
Sebab, kulihat ada bulan disana, juga langit yang begitu lapang berhiaskan bintang - bintang.

Tunggu, ini aku lagi ngomongin apa sih? -_-

(nb: diketik sembari mendengarkan maliq and d'essential - penasaran)

Rabu, 04 Maret 2015

times change but..

suka atau tidak, waktu akan terus berjalan, setiap detiknya mengharuskanmu untuk selalu mensyukuri apa yang kamu punya, sebelum semuanya habis tak bersisa, dan kamu akan menyesalinya, dan merindukannya.

bukan. ini cuma tentang perubahan hidup saya saja. bukan berubah menjadi sesuatu yg tidak menyenangkan, hanya saja.. segalanya terasa beda.

dulu, duluuuu banget sewaktu saya masih duduk dibangku SD saya selalu mengira abah saya selamanya akan menjadi kepala sekolah di sekolahan saya. yang saya pikirkan saat itu, saya juga selamanya akan mengenakan seragam putih merah. yang saya tahu, saya selamanya akan berada didalam zona itu. tidak akan kemana - mana.

saya kecil memang tidak pernah membayangkan untuk tumbuh menjadi perempuan dewasa, but times change... naik satu tingkat menjadi siswi SMP, naik satu tingkat lagi menjadi siswi SMA, sampai tibalah saya di posisi ini.. seorang mahasiswi.

menyenangkan?

abah yang dulunya kharismatik, masih sehat dan disegani banyak orang, ya... bukan berarti sekarang tidak begitu, hanya saja saat ini sorot matanya yang tajam terlihat sedikit meredup, rambutnya lebih di dominasi warna putih dibanding warna hitam, dan beliau telah pensiun dari pekerjaannya, begitu pula dengan mama saya, wanita paling cantik sejagad raya dan akan selalu cantik walaupun kerut dibawah matanyapun semakin kelihatan saja.

sedih?

times change people change...

kadang saya ngerasa, kenapa abah dan mama nggak selamanya muda dan sehat - sehat saja? kenapa saya nggak selamanya jadi anak kecil saja? kenapa kenapa kenapaa? banyak pertanyaan kenapa.

sesak?

karena sudah waktunya saya berada diposisi mereka sekarang, bertukar posisi dari fakhrunnisa kecil menjadi fakhrunnisa dewasa.. saya yang dulunya dibahagiakan, sekarang tugas saya adalah membahagiakan. hidup terus berjalan, waktu juga, dan kita harus memberikan yang terbaik yang kita punya untuk orang - orang yang kita sayang, sebelum semuanya menyisa kenangan.

dan abah, im still your little girl, dan akan begitu selamanya. sekalipun alismu mengkerut saat saya mencoba memakai gincu, sekalipun banyak airmata yang saya keluarkan untuk para lelaki - lelaki itu, hehe :") im  yours.
sehat - sehatlah selalu sampai hari itu tiba, hari dimana abah akan menikahkan saya dengan lelaki pilihan saya, atau pilihanmu dan mama?
bahagialah selalu sampai hari itu tiba, hari dimana kau akan mendengar panggilan "kakek" dari anak - anak saya yang lucu. menggendongnya, mengajarinya, membelikannya sepeda dihari ulangtahunnya, janji?

mama, im your bestfriend! ceritakan semua yang kau rasakan, saya janji akan mendengarkan. tentang mimpi - mimpimu, tentang masa mudamu bersama lelaki yang kini menjadi suamimu, tentang segala lukamu.. semuanya. dan saya juga tidak akan malu - malu lagi untuk menceritakan perihal lelaki - lelaki itu padamu.
sehat - sehatlah selalu sampai hari itu tiba ma, hari dimana kau akan berdiri dihadapanku melihat sosokmu ada didalam diri saya, memilihkan baju pengantin terbaik versimu, dan saya janji tidak akan menolak untuk mengenakannya.
bahagialah selalu sampai hari itu tiba, hari dimana kau akan menjadi seorang "nenek" dan menyayangi anak - anak saya seperti kau menyayangi saya. membelikan baju - baju pilihanmu, menyanyikan lagu - lagu karangan bebasmu sampai mereka tertidur, janji?

sedih?

hahaha membayangkannya saja saya sedih.

nanti, setelah ini saya tidak pergi - pergi lagi. setelah ini semoga saya tidak menyusahkan lagi. setelah ini, makanan kesukaan, dua gelas teh panas di pagi dan sore hari akan selalu saya sediakan.

panjang umur,

jangan sakit.

times change, people change...

waktu memang terus berganti, orang - orangnya pun berubah - rubah. mama dan abah pun berubah, fisicly, rambut yang kian memutih, tubuh yang semakin hari semakin kurus, kantung mata, kerutan, tapi kau tahu, kasih sayangnya tidak pernah berubah dan saya bersyukur punya mereka.

Belum Selesai.

Kepada : dandelique

Dear wanita bertudung, 
Si putri malu yang selalu berjalan merunduk. Si pecinta cottoncandy, eskrim, balon dan permen happydent. 
Kali pertama kita bercerita adalah saling membahas matakuliah pancasila. Hal yang ternyata pada akhirnya sama-sama tidak kita suka. Kemudian berlanjut ‘aku suka pria gondrong naik vespa’. Ujarmu antusias. ‘..dan  bertatto’, tambahku tak kalah antusias. ‘…dan celana jeans robek dan lusuh’, ujarmu lagi. ‘…dan flanel yang nggak kalah lusuh’, aku semakin bersemangat. ‘…dan cinta ibunya’ katamu lagi. Aku terdiam sejenak. Bingung. Namun kemudian tertawa. ‘yang penting berantakan. Aku nggak suka pria rapi’. Kita tertawa bersama.


Kita punya hobi yang sama. Duduk berjam-jam di kafe. Nebeng wi-fi sambil sekedar minum kopi. Walaupun kau lebih sering memesan milo kita menyebutnya ‘nongkrong ngopingopi’.. menyeruput kopi, atau milo panas sambil menghirup dalam-dalam bau tulang rusuk.
Selain warung kopi kita sering ke pinggir laut. Meneriakan keras-keras nama mereka, para pria yang pernah singgah atau pernah sekedar memandang sejenak ke arah kami dengan pandangan ‘kau siapa?’
Orang waras mungkin menganggap kita berdua kurang kerjaan.


Ini tulisan Ilona. Hoho manissssss, tapi lebih manis lagi kalo diselesain, mbak :p
Hahah putri malu?

03.21 WITA

Selasa, 03 Maret 2015

Untitled






Nona cancer penduduk bulan akhirnya kembali ke pluto, disana nona seorang diri. Tapi, tak mengapa, nona tak apa.

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...