"Aku sudah pulang"
"Baguslah, aku sudah lama menunggu di depan pintu"
"I'm home"
"Selamat datang. Bagaimana harimu?"
"Nanti aku kabari lagi"
"Kenapa lama sekali?"
Bahkan ini menjadi sesuatu yang sangat disayangkan untuk tidak diabadikan. "pulang" katamu. Tetiba aku merasa seperti rumah bagimu.
Dalam bayanganku, saat kamu lebih memilih untuk menghabiskan harimu diluar, aku tidak mengapa, dengan sabarku, aku janji akan setia menunggu didepan pintu. Dengan suasana hati yang bagaimanapun nanti kamu ketuk pintu rumahku, akan selalu kusambut dengan gembira di hatiku.
Ini hanya sedang berandai - andai, tuan. Tentang perempuan penunggu dan lelaki yang mengucap "aku pulang". Akan kuseduhkan secangkir kopi untukmu, kau suka kopi, bukan? lalu duduklah barang sejenak, atau tak apa berlama-lah saja.
Dan, segalanya akan terus kita ulang, atau aku sendiri yang mengulang? begitu - begitu saja. Kau pergi, aku menunggu, kau datang dan mengucap "aku sudah pulang" dan aku bahagia menyambutmu datang.
Hayalan - hayalan gila ini, tuan... begini saja..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar