Kepada : dandelique
Dear wanita bertudung,
Si putri malu yang selalu berjalan merunduk. Si pecinta cottoncandy, eskrim, balon dan permen happydent.
Kali pertama kita bercerita adalah saling membahas matakuliah pancasila. Hal yang ternyata pada akhirnya sama-sama tidak kita suka. Kemudian berlanjut ‘aku suka pria gondrong naik vespa’. Ujarmu antusias. ‘..dan bertatto’, tambahku tak kalah antusias. ‘…dan celana jeans robek dan lusuh’, ujarmu lagi. ‘…dan flanel yang nggak kalah lusuh’, aku semakin bersemangat. ‘…dan cinta ibunya’ katamu lagi. Aku terdiam sejenak. Bingung. Namun kemudian tertawa. ‘yang penting berantakan. Aku nggak suka pria rapi’. Kita tertawa bersama.
Kita punya hobi yang sama. Duduk berjam-jam di kafe. Nebeng wi-fi sambil sekedar minum kopi. Walaupun kau lebih sering memesan milo kita menyebutnya ‘nongkrong ngopingopi’.. menyeruput kopi, atau milo panas sambil menghirup dalam-dalam bau tulang rusuk.
Selain warung kopi kita sering ke pinggir laut. Meneriakan keras-keras nama mereka, para pria yang pernah singgah atau pernah sekedar memandang sejenak ke arah kami dengan pandangan ‘kau siapa?’
Orang waras mungkin menganggap kita berdua kurang kerjaan.
Ini tulisan Ilona. Hoho manissssss, tapi lebih manis lagi kalo diselesain, mbak :p
Hahah putri malu?
Hahah putri malu?
03.21 WITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar