Ada sendu di matanya, tidak kah kau rasa hai lelaki?
Perempuan yang pandai menciptakan banyak kaca disitu, di matanya.
Ada.. ada wujudmu; lelaki, didalamnya.
Perempuan memenjarakannya serupa napi yang menunggu hukuman mati.
Perempuan dan segudang harapannya, harapan di dalam matanya.
Perempuan yang tahunan berlalu namun masih memandang hanya pada satu arah; kamu, duhai lelaki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar