Sabtu, 28 Februari 2015

Quote.

"Kita akan selama - lamanya jadi orang yang lain, gara - gara satu patah hati kampret dalam hidup kita. Kecuali ada mantra sihir Harry Potter yang bisa membuat kita lupa sama itu semua."

(Dalam bab "Patah Hati Terhebat" - Raditya Dika, Koala Kumal hal 208)

Jumat, 27 Februari 2015

O

Alunan lagu Coldplay - O masih menggema didalam kamar. Ini kali yang ke sepuluh ribu juta, tidak tidak, aku lebay. Ini kali ke.. entahlah, aku tak menghitungnya.

Entah hanya perasaanku saja, atau Chris Martin seolah sedang mengejekku sekarang "sometimes they arrive, sometimes they are gone"
Suasana hatiku tergambar jelas pada lirik lagu O dibagian itu.

Orang - orang itu, mereka seperti burung, Coz they fly away.. one minute they arrive, next you know they are gone...
kemarin mereka tiba, sejenak saja, melepas lelah dari perjalanan jauh yang entah darimana, setelah itu tidak lama pergi lagi. Tidak tahu apa yang dicari.

They fly on...

Fly on...

(Nb: ngga bermaksud mentransletekan lagu ini, cuma ntah kenapa ngerasa kalau dibeberapa bagian liriknya pas kena dihati)

Kamis, 26 Februari 2015

Day 29: Terimakasih Kalian.


kepada: para penampung segala curhat.
rahma, pute, kakak ila, riri, rizqa, sarni, kartika, dan semua yang pernah dicurhati :)))

terimakasssssiiihhh. terimakasih karena selalu ada disetiap perempuan ini ingin curhat, terimakasih atas waktunya yang terbuang percuma hanya untuk mendengarkan keluhan - keluhan si perempuan ini.

terimakasih karena dengan adanya kalian perempuan ini merasa kalau ternyata banyak yang peduli pada dia. terimakasih karena manusia - manusia seperti kalianlah yang patut disyukuri keberadaannya.

terimakasih untuk setiap masukan yang kalian berikan disaat perempuan ini bingung menentukan apa yang harus dipilihnya,
terimakasih karena perempuan ini mungkin sudah gila jika berjalan sendirian tanpa kalian. terimakasih karena sudah merangkap menjadi keluarga.

jangan bosan - bosan untuk selalu mendengarkan ceritanya, jangan bosan - bosan untuk menampung segala keluhannya, jangan bosan - bosan menasehati jika yang perempuan ini pilih adalah salah, jangan bosan - bosan menyediakan sedikit waktu untuk sekedar meyakinkan perempuan ini bahwa "kalian ada, selalu ada, untuk dia"

karena sungguh perempuan ini juga akan begitu.

yang menyayangi kalian semua,
Nisa.

Rabu, 25 Februari 2015

Day 28 : i love your loveletter


dear @yovitaulia

hallo, kenalkan aku nisa, dan dari sekian banyak surat yang diikutsertakan dalam #30harimenulissuratcinta aku memilih suratmu untuk kubalas sesuai tema hari ini.

aku, sebut saja perempuan yang sedang patah hati, aku membaca suratmu dan aku senang sekali. tiap katanya seolah mantra yang memintaku untuk segera bangkit. terimakasih telah menulis surat ini

ada satu paragraf yang paling kusuka:
"Sesakit apapun ditinggalkan, semua terjadi karena alasan.
Mungkin Tuhan melihat ia tak cukup baik untukmu, maka kalian Ia pisahkan.
Mungkin di ujung perjalanan nanti, Ia telah siapkan seseorang yang membuatmu berpikir bahwa orang yang telah kau tangisi ini sama
sekali tak ada apa-apanya. "

kalimatmu ini kutulis kembali di kertas dan ku tempelkan pada dinding kamarku, menjadi pengingat saat aku terlalu larut dengan perasaan sedihku, menjadi pengingat saat aku merasa terlalu jatuh.

dear @yovitaulia, apa kau juga sedang patah hati? ah mungkin tidak. tapi sungguh, aku sangat menyukai suratmu.

juga paragraf ini:
"Hidupmu terlalu singkat untuk sekedar menangisi patah hati.
Karena seumur hidup yang hanya sekali, kau bisa jatuh cinta berkali-kali."

kalimatmu ini seperti dopping kau tahu, yaa hidup memang hanya satu kali tapi aku pasti bisa jatuh cinta berkali - kali. walaupun tidak semudah itu aku menjatuhkan hatiku pada orang baru.

dear @yovitaulia doakan semoga aku bisa seperti yang kau tulis dalam suratmu, bersedih hanya dalam waktu seminggu setelah itu kembali menjadi perempuan ceria seperti yang dunia tahu.

dear @yovitaulia, salam kenal dariku,
perempuan yang sedang patah hati

Munchausen Trilemma - If Loving You Is Heartbreaking

this is love, i thought.. isn’t it?

when you notice someone’s absence and you hated it.

more than anything,

more than you love his presence…

this is love i thought.. isn’t it?

when you question everything else
but his feelings…

if loving you is heartbreaking, so be it..

if loving you is one way street, i’ll walk alone,

i’ll walk alone..

Selasa, 24 Februari 2015

Day 26: Surat kesekian.

tan, sedang apa? hujan ditempatmu kah?
surat untukmu kali ini saya tulis sembari menyantap esteller, hehe enak. semoga suatu hari kita bisa menyantapnya berdua ya sebagai sepasang teman, walaupun saya sendiri tidak yakin sih "semoga" ini dapat disemogakan olehmu juga.

oh iya kabar baik, tan, tapi ini masih kabar burung. penempatan magang saya diluar kota, ibukota tepatnya. disalah satu stasiun televisi disana. ya, saya sih magang dimana saja terserah yang penting wisuda setelahnya :))

tan, saya percaya kamu orang baik, saya tahu kamu tipikal anak lelaki yang lebih menjunjung tinggi pertemanan dibanding perempuan, saya tahu kamu juga tipikal anak lelaki yang terlampau cuek pada orang - orang  disekitarmu sekalipun itu adalah kekasihmu, maka saya tidak perlu takut. maksud saya, saya tidak perlu khawatir karena kamu tidak berpotensi untuk menjadi seorang playboy hahah

jangan jadi playboy tan, nanti banyak doa - doa jelek yang dikirim para perempuan untukmu. jangan jadi playboy, tan.. cukup satu saja perempuan didalam hatimu, kemudian perlakukan ia seperti kau memperlakukan ibumu. kelak, saya harap akan menjatuhkan hati pada lelaki seperti itu, yang memperlakukan ibunya dengan baik, dengan begitu ia pasti memperlakukan saya dengan baik pula.

pada siapa hatimu berlabuh, sekarang? perempuan yang bagaimana? semoga kerasan dengan sikapmu, semoga dia tahan dengan ke-cool-an-mu hahah.
cuaca disini tak menentu, tadi hujan turun deras sekali, sekarang sudah tidak lagi, tapi langit tetap mendung.

sekedar mengingatkan tan, konser nyanyian raya sebentar lagi pun hari lahirmu, kau nonton?
semakin dewasa saja kamu, tan. semoga kebahagian selalu menyertaimu, menyertai abah dan ibumu pula.

kemarin saya ke kampus. suasana di kampus sudah berubah, tan. kampus tidak menyambut saya seramah ketika saya masih duduk dibangku semester satu. entah kenapa belakangan saya selalu ingin pulang ke kost lebih cepat. orang - orang lama pergi, berganti dengan orang - orang baru. banyak wajah baru yang saya lihat didepan sekret badan tadzkir. biasanya kamu dan teman - temanmu yang berada disitu, kan?

tan, kamu percaya tidak bahwa setiap manusia itu memiliki kembar (bukan seibu-ayah) tujuh rupa? dibelahan bumi yang entah dimana kamu pasti memiliki seseorang yang mirip denganmu. dan sepertinya saya menemukan satu orang yang sangat mirip denganmu. lainkali pasti saya ceritakan. sungguh, kau pasti akan terkejut jika melihat gambarnya. ia mirip sekali denganmu.

bagaimana kabarmu, disana, tan?
jika waktumu luang, datanglah kesini...
ada seorang anak perempuan yang selalu berharap dapat bertemu, dan ia masih menunggu.

Sincerely,
Nisa.

Minggu, 22 Februari 2015

Day 25: dear beloved family.


my beloved family,

ini surat panjang. butuh waktu 25 hari untuk menulis surat ini. hahah. langsung saja, maaf nggak bisa menggombali kalian semua dengan kata - kata manis seperti yang sering saya lakukan untuk orang - orang asing itu, tapi saya harap...
semoga kita tetap akur, tetap saling sayang dan menjaga satu sama lain seperti sekarang. ma dan ba, uni, abang nanang, ko uda, kakainda, kakafatma, dan dua keponakan yang cantik asmaul husna dan azzahratunnisa, kita hidup bahagia dalam kesederhanaan yang kita punya. saling melengkapi, saling menegur dikala yang lain melakukan kesalahan, saling menopang, saling saling saling.  saya tahu, nggak ada yang abadi, tapi saya selalu berdoa biar kita bisa selalu bersama sampai nanti. saya mau kita tetap lengkap tanpa ada yang kurang, seorangpun. saya mau sama - sama kalian, saya mau tumbuh menjadi perempuan dewasa disaksikan oleh kalian semua, lengkap. semoga kalian semua diberikan umur panjang, kesehatan, bahagia selalu di dunia dan di akhirat, dimudahkan rezekinya, diridhoi setiap langkahnya. oke segini aja dulu. panjang bukan, surat buat kalian? hehehe. semoga, semoga, semoga, Tuhan yang paling tahu.
saya sayang kalian semuaaa!

hugkiss,
mbak unu.

Jumat, 20 Februari 2015

Day 23: Surat Cinta Nostalgia

dear ILONA ESTHERINA CHRISTINE PIRI,
di kosannya yang hanya berjarak empat rumah dari kosan gue.

pasti lo bertanya - tanya kenapa gue ngirim surat buat elo, padahal kan tiap hari kita ketemu, tiap hari bbman, ini nih bentar lagi nih juga mau ngamen bareng. ya gapapa, pengen nulis aja, kan gue cinta sama lo mumuwah :-----* semoga seneng dapet surat cinta dari gue, ya!

wih engga terasa udah hampir lima tahun aja kita sohiban. segala tetek bengek lo udah gue hafal deh, lo juga gitu kan? lo yang paling ngertiin gue. lo paling tahu kapan waktunya gue badmood, paling tahu sampai sekarang gue gabisa moveon dari siapa? *eh* paling tahu semuanya dehh.

lima tahun berjalan ini udah banyak banget kisah yang kita lewatin bareng - bareng. bahagia, sedih, kecewa, patah hati, cemburu. udah banyak banget daftar nama cowok - cowok yang pernah kita gebet, segala jenis cowok juga udah kita taksir semua yak? dari yang anak baik - baik, badboy, anak mami, yang tulang lunak, yang freak, yang gondrong, yang ikal, yang botak, yang mowhack, yang pacarnya orang, yang bentar lagi jadi bapak, yang kenalannya di dunia maya, yang kerjanya di kfc, di gramedia, di kopirock, semuanya udah kita taksir yak heheh gue nggak bakalan lupa sama semuanya. bahagia banget bisa berkawan sama lo.

ciye yang dulu katanya philophobia udah punya patjar aja sekarang~ lo tau gak, kayanya sekarang gue deh yang philophobia. iya nih, patah hati mele mbak, jadi pengen puasa buat njatuhin hati.

gue kangen sama lo. lhoh? kobisa? padahal kan tiap hari ketemu? nggaktahu kenapa gue kangen banget sama lo, kangen masa - masa pas masih semester tigaan kemaren lah.
gue kangen jadi kita yang dulu, yang jones, yang tiap malam kerjaannya galauin pacar orang, yang cuma bisa mendem perasaan buat orang yang kita suka. gue kangen jadi kita yang dulu, yang ke oikano terus nulis surat kaleng yang isinya ungkapan perasaan suka buat cowok yang kita gebet, apakabar ya surat beserta kaleng - kalengnya itu? sudah sampai negara manakah dia?
gue kangen kita yang dulu, yang... maennya di depan IT, ngecengin anak punk hahah lucu banget deh, sepolos dan selugu itukah kita dulu?

jangan lupa, lo punya nazar sama gue. katanya, someday sebelum H-1 lo nikah, lo bakalan ngirim surat yang isinya ungkapan perasaan (pernah) suka lo buat cowok - cowok yang (pernah) lo suka, kan? list nama - nama mereka masih ada didalam buku gue, bakal gue ingetin terus biar lo ga lupa.

lo pasti lagi capek banget ya sekarang? hati, jiwa, raga? semangat terus ya. gue selalu ada buat lo. jamberapapun lo butuh temen curhat, bbm gue, telepon bila perlu. gue temenin. ingat aja sama motto hidup lo "dreaming to round the world and be a great journalist" gue percaya lo pasti bakal jadi jurnalis paling beken sejagad raya.

eh, jangan lupa sama kenangan ini -> kalo kita berdua pernah bela - belain nggak tidur semaleman, begadang di kfc, demi ketemu reza sama bisma semesh HHAHAHAH aselih yang ini nggabakalan gue lupa! disangkain anak SMA lagi haha, dimarahin sama managernya pulaakk. ahh ini aib. haahah nggapapa, sekedar ngingetin aja kalo kita berduwah tuh pernah alay berzama!

oikano apakabarnya, ya? pasti airlaut, ombak, bebatuan, ikan, kepiting, serta kecoak - kecoak disana kangen sama cerita - cerita kita tentang si ehm sama si anu. kita lupa ngebagi kisah dan ngenalin nama - nama baru disanaaah. heheh.

inget sama cowok yang manggil lo "Na" gak? hahah malam paling kocak di jogja, sampe kita nggak tidur tuh cuma buat nggangguin dia di twitter.

udah ahhh, pegel tangan ngetiknya. ini jatohnya jadi kaya surat nostalgia. gue yakin lo pasti baca surat gue, kalo misalnya ada kenangan - kenangan lucu yang gue lupa ceritain, ceritain dong... di kolom komentar biar kekinian hakhakhak.


ILOVEYOU

betewe... gue kangen abon bikinan oma lo!

love,
NISA

Kamis, 19 Februari 2015

Day 22: I Miss You, Uni !


jam - jam segini kita berdua pasti sedang duduk didepan TV nungguin The Comment. dan kalo misalnya mbaunu lagi di dapur ato lagi di kamar mandi lalu the comment sudah mulai, uni pasti bakal teriak "mbaunuuuu.. the comment sudah mulai" 
kalau sudah begitu mbaunu pasti segera ke kamar.

setelah itu........ terjadilah perdebatan panjangg

"mbaunu mas danang, uni mas darto"

"ahh tidak tidak. uni mas danang, mbaunu mas darto"

"mbaunu mas danang titik"

"uni yang mas danang mbaunu mas darto, kan mas darto lebih tua daripada mas danang"

dan begituuu terus sampe acaranya selesai.

jam - jam segini, kangen tiduran depan tv sama uni. mbaunu kangen uni. kangen berdebat siapa yang lebih cocok sama mas danang. kangen tidur ada uni disebelahnya. kangen keluar malam - malam berdua demi makan bakso padahal sebelumnya kita berdua sudah makan nasi dirumah, kangen nganterin uni ke sekolah, kangen kepoin sms uni dan pacarnya alif, kangen bully uni, kangen sekali.

tidak ada teman nonton the comment yang seru disini, tidak enak tidur sendirian dikosan, tidak enak jalan - jalan sendirian.
aaah kangen uni sekali pake banget.

Oh my beautiful uni.. sekolah yang benar biar jadi kebanggaannya ma dan ba, be better than me, okay?!
mbaunu sayaaaaaang sekali sama uni, doakan mbakmu selalu disini agar secepatnya bisa pulang kerumah lalu kita seru - seruan lagi berdua.

janji ya kita berdua bakal terus bersama selamalamalamalamanya walopun masing - masing dari kita nanti telah menikah. janji ya kalo marahan jangan lama - lama, kan mbakmu ini sayang kamu, adikku. wahaha

jam - jam segini...

okelah mbaunu ngalah, mbaunu mas darto, uni mas danang... :") hahah


Senin, 16 Februari 2015

Day 19: dialog dini hari

Pagi buta dan kepalaku sudah riuh saja, berterbangan menemukan kata. energen sisa semalam masih membaui kamar. perempuan masih tertidur dan bercengkrama dengan mimpi.
mimpi setan? sebab kulihat rautnya mengkerut. tapi, bukan itu.

tidak tahukah kamu aku menunggumu semalam suntuk? bahkan tidurkupun tak nyenyak. kepalaku bilang "esok pagi ia datang, esok pagi pesannya datang" tapi pagi ini, lihat?
aku selalu tidur diawal waktu dan kamu tidur setelah ku terjaga, namun malam tadi aku berusaha terjaga bersamamu tapi kamu kemana?
pun pagi ini entah dimana..

hatiku lucu. ia minta kamu lagi dan lagi. kamu boleh bilang aku mencanduimu, barangkali. sebab begitu yang aku rasa.

lalu, setelah ini apa?

sepagi ini tapi otakku dipenuhi remah roti. grasak grusuk tak karuan. kata me-nu-ng-gu bolak balik mencari jalan pulang. menimang - nimang telepon genggam. menunggu bunyi. kasihan. perempuan ini sedang mati penasaran, yang menjurus pada sebuah rindu tak bertuan. eh, tapi kau ada, jadi kualamatkan saja rindu padamu. sekalian dengan suratmu.
from tumblr
sincerely,
Nisa

Minggu, 15 Februari 2015

Day 18: Tenggelam di Matamu.

pict from @nulisbuku
Izinkan aku tenggelam di matamu,
menyelam kedasarnya, mencari cari satu dua cerita. barangkali ada sebuah luka yang padakulah obatnya tersedia?

Izinkan aku tenggelam di matamu,
yang disanalah bersemayam senyum ibunda. barangkali, restunya sekalian dapat ku minta?

Tak usah kau pedulikan apa yang selanjutnya akan kulakukan, cukup izinkan saja aku tenggelam dimatamu.

Boleh?

Sincerely,
Nisa

Sabtu, 14 Februari 2015

Day 16: for ngana.

Manado, 14 Februari 2015

for ngana,

langsung pa de pe inti jo neh. jah. pe bogo skali kang kita? kyapa itu malam kita lari e? lebay skali do. mar, kita mo setau pa ngana kyapa kita lari. itu lantaran kita malu, coy. kita de pe orang ja ba aneh kalo bakudapa deng orang yang kita suka. kita pe salah sih, so tau - tau ngana nyanda suka orang yang babagitu, kita pi bekeng. 
kalo kita nyanda lari pasti skarang torang masih batamang kang? masih da bae - bae?
mar kita kangen pa ngana. kita suka mo lia ngana ulang. kapan kang torang bole mo baku dapa ulang?
biar jo ngana cuek - cuek rupa tuhari, nyanda apa - apa.

ngana tau, di sbelah kita pe kos dorang da bekeng acara kong putar lagu kong de pe volume besar skali, rupa mo gila kita ini. kita so nintau mo tulis surat deng kata - kata bagemana ni dia, makanya kita tulis jo noh deng logat manado. so susah kita pe ontak mo bapikir. so buntu. lantaran dorang da putar ni lagu "goyang dumang" ulang - ulang. hadehhh, so mo pica kita pe kapala. rupa da nae angkot ini kita, padahal ada di kos. riki kita so hafal de pe lirik ngana tau.

sudah jo neh. yang penting kita so bilang kalo kita kangen pangana. semoga torang bole mo bakudapa nanti. so nintau ini kita mo tulis apa. neh. bye!

yang stres da dengar ni lagu "goyang dumang" ni dia,
kita.

Kamis, 12 Februari 2015

Day 15: Untuk Lulu dan Dini.

Manado, 13 Februari 2015

Dear lulu dan dini, sahabat pertama di kampus dan semoga selama - lamanya!

ingat nggak waktu semester satu kita pernah bela - belain nyari sekret Oi dan daftar buat jadi anak Oi cuma karena saya naksir sama kakak tingkat yang adalah anak Oi?

ingat nggak waktu kita bertiga tidur bareng di kosan dini cuma buat ngerayain ulang tahun lulu?

ingat nggak kalau lulu pernah ngasih coklat dan kartu ucapan tepat di tanggal 14 februari yang didalam kartunya itu bertuliskan "would you be my bestfriend?"
aaahhh lulu, tanpa kamu minta juga saya mau jadi bestfriend kamu :")

ingat nggak waktu itu kita pernah bangga banget karena sudah resmi jadi anak Oi, lalu kita ngerainnya di mekdi terus foto - foto di bbc sampee banyak?

ingat nggak kalau kita pernah betah duduk berlama - lama didepan ruangan D2 cuma buat ngecengin kakak tingkat yang lagi nongkrong didepan sekret badan tadzkir?

ingat nggak kita pernah makan duren di samping MCC dengan duit yang pas - pasan?

saya kangen kalian.

saya tahu kita sudah nggak sedekat waktu pertama kali kita ketemu, saya tahu kita sudah tiba pada masa dimana kita--tepatnya saya canggung setiap kali ketemu. jujur saya bingung, mungkin saya yang menarik diri dan pergi. tapi, percaya deh saya sayang banget sama kalian! serius!

andai semua bisa diulang, saya nggak mau ada jarak. iya, kalian tetap sahabat saya, sampai kapanpun. sekalipun banyak teman - teman baru yang datang silih berganti, sekalipun kita pernah saling diam entah karena apa, sekalipun nanti setelah lulus kita bakal pisah dan memasuki dunia baru bertemu teman baru.
sekalipun nanti lulu di bitung, dini di ternate, dan saya di sorong.
sekalipun...

dear lulu, semangat KKN ya, semangat terus biar cepat lulus, kan mau nikah kan ya? hehe. bahagia terus ya, lulu. apapun yang lulu pilih semoga itu yang terbaik buat hidup lulu. langgeng terusss sampai menua dan mati sama kakak themmy. I love you!

dear dini, semangaaaatttt terus buat sidang proposalnya. semangat terus dan semoga kelak bisa jadi bupati seperti mimpi dini. dini pasti bakalan jadi bupati paling cantik dari semua bupati yang pernah ada. langgeng juga sama waldy, semoga bahagia selalu. i love you!



yang sedang kangen kalian,
fakhrunnisa.

(Nb: di ulang tahun ke 21 lulu nanti, semoga kita bisa ngerayain bareng kaya waktu itu. nanti kita beli cake yang besar dan enak, terus kita tabung doa - doa buat lulu yang banyak, terus semoga semoga semoga..)

Rabu, 11 Februari 2015

Menuju Senja.


kau bilang kau ingin menemui senja. senja yang bagaimana yang kau maksud? yang dibalut warna seperti apa? oranye setengah jingga? atau yang bagaimana?

kau bilang kau mencintai senja, mati - matian kau ingin bertemu dengannya. ya, aku pikir kau  bercanda, jadi aku hanya tertawa.
setengah lima, di pantai itu kau menaiki balon udara menuju ufuk barat. aku memperhatikanmu dengan seksama, tanpa berkedip..

"aku harus bertemu dengannya" kau berkata sebelum menaiki balon udaramu.

"kau serius?" tanyaku

baru kali ini aku bertemu manusia senekat kamu, kau tahu aku juga penikmat senja tapi aku tidak senekat kamu yang dengan berani menaiki balon udara hanya untuk bertemu senja. karena aku pikir, cukuplah saja aku menatap keindahannya dari sudut sini. dan kalau aku mau, aku bisa mengabadikannya dengan telepon genggamku. lagi pula tidak ada apa - apa disana, sayang. kau akan pulang dengan tangan kosong.

"aku ingin bertemu senja, itu saja!"

aku mematung. menatapmu lekat - lekat dari tempat yang paling dekat sampai kau terbang dengan cepat dengan balon udaramu. dan beruntunglah kamu sebab nasib baik sedang memihakmu, angin pun membantu menerbangkanmu beserta balonmu ke ufuk yang paling barat. jauh.. perlahan menjauh.

                            ***

sepertinya kau melupa sesuatu, aku mendapati selembar foto tepat disebelah kananku tempat kau berdiri tadi. foto seorang gadis. bertubuh tinggi, berwajah manis, berkulit eksotis, dengan rambut ikal sepinggang, di foto itu ia nampak tersenyum. cantik. dibelakang foto tertulis dengan jelas sebuah nama
"Senja, 13 juli 1991 - 11 februari 2014"

kau dan balon udaramu sudah semakin jauh.. menuju senja.

(Nb: sedang iseng - iseng ikutan #rabumenulis nya @gagasmedia hehe)
(Nb Nb: #rabumenulis adalah menulis bebas setiap hari rabu dalam waktu hanya limabelas menit berdasarkan gambar yang diberikan)

Selasa, 10 Februari 2015

Day 13: I Stand By You.


Manado, 11 Februari 2015

I stand by you, Fahrian Saleh!

Tetap semangat temaaaaan. Jangan menyerah untuk meraih apa yang kamu impikan (ini kata - kata yang harusnya saya tujukan untuk diri saya juga) iyaaa, menulis skripsi memang tidak semudah menulis surat cinta tapi saya percaya kamu adalah seorang tidak mudah menyerah.

Kamu tentu tahu pepatah "bersakit - sakit dahulu bersenang - senang kemudian" kan? untuk saat ini bersakit - sakitlah dulu mengejar tanda tangan dosen pembimbing, bersakit - sakitlah dulu mengurus berkas - berkas yang tak kunjung usai di kampus, bersakit - sakitlah dulu menyusun bahan skripsimu, namun kelak semua akan terbayar, nak, saat kau melihat wajah tampanmu mengenakan toga lebih dulu dibanding teman - teman seangkatanmu (termasuk saya) HIKZZZ -___-

Nanti jika butuh teman berbagi, jangan segan - segan untuk menghubungi. Jika ingin merehatkan otak dengan berjalan - jalan sejenak pun saya siap menemani. Mungkin menonton film baru? atau makan mi ceplok di boulevard? atau atau wifian gratis di dfour? saya siap menemani, janji!

Saya tahu kamu sedang kelelahan mengurus ini itu, jadi jangan sok kuat! kalau tidak sanggup dipendam sendirian, nihh.. ada bahu saya yang siap menampung segala keluh kesahmu.

Yaaa gitudeh pokoknya. Kamu harus tetap semangat ya! saat semuanya terasa sulit, ingat saja bahwa setelah ini kamu bisa dengan bebas terbang lepas. Bisa keluar negeri dengan uang hasil keringat sendiri dan menikahi perempuan bule seperti yang sering kau utarakan. Kamu tidak tertawan didalam sangkar lagi, setelah ini mimpi - mimpimu selanjutnya siap kau raih.

Eh by the way, jangan lupa cantumkan nama saya pada daftar thanks to didalam skripsimu, ya hahah

Yang labil sepertimu,
Unuy.

Kamis, 05 Februari 2015

Day 8: Salam dari jauh.


Dear mas danang, sebelumnya aku mau ngasih tau dulu, ini surat ke delapan aku dalam proyek #30harimenulissuratcinta. Aku bingung mau nulis buat siapa, jadi kutulis buat kamu aja deh.

oke!

Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh,

hallo host yang nggak terkenal - terkenal bangeeeeetttt. salam kenal dari aku salah satu dari sedikitnya fans - fansmu :p aku nulis surat ini pukul 8:55 wita, itu berarti pukul 7:55 wib. Mungkin, kamu masih tidur mas, yowesss tidur yang nyenyak ya! mwihihi.

Langsung ke intinya: ---> aku ngefansssss sama kamu mas danang. aku tau tanggal lahir kamu, 18 april 89 kan? aku tau nama lengkap kamu Dimas Danang Suryonegoro. aku tau kamu punya ibu yang cantik juga smart dan satu adik tampan bernama tio, kan?
aku juga tau kalo kamu masih berstatus sebagai mahasiswa DKV Binus. ko aku bisa tau? googling mas..
walaupun baru sedikit yang aku tau tentang kamu, ya gapapa, yang penting aku tau :p

ciye... kamu kurusan ya?

hmm.. apalagi ya.

oh iya, WHY PHOEBE kapan ngeluarin lagu baru lagi? Hey Nona asik tuh, udah aku dengerin di youtube dan aku download juga._.

mas danang, aku jatuh cinta sama suara kamu, aku lebih jatuh cinta sama suara ketawa kamu. lucu, mas. hwaaaaaa! jadi pengen ketemu kamu, tapi jauhhh. kamu di jakarta, aku di manado. yasudahlah kupandangi kamu lewat layar kaca saja seperti lagu Project Pop

"dia berada jauh disana dan aku dirumah, memandang kagum pada dirinya lewat layar kaca..."

atauuuuu.. gimana kalo kamu ke manado aja, mas? nanti ku ajak jalan - jalan keliling manado. kita nyobain bubur manado paling enak disini, kita ke Oikano ngeliat sunset, kita ke danau linau, kita ke tomohon beli bunga yang banyak biar bisa kamu bawa pulang ke jakarta kasihin ibu kamu, atau pacarmu?

gimana mas?

jangan capek - capek ya, mas. jangan telat makan. biar tetap semangat nyiar di prambors dan ngehost di the comment, kalo kamu semangat kan aku yang nonton juga jadi ikutan semangat. eaaak!

semoga mas posku @MungareMike bisa nganterin surat ini buat kamu ya, syukur - syukur kalo sempat dibaca, kalo ngga juga gapapa, dijadiin pajangan aja di dalam blogku. hehe

tetap kocak ya, mas. tetap jadi mas danang yang rendah hati. tetap.... semua - mua - muanya deh. semoga karirnya semakin berkilaau, semoga why phoebe ngeluarin album, semoga kita bisa ketemu dan selfie bareng, semoga semoga semoga semuamuanya yang terbaik buat mas danang.

segini aja dulu suratnya ya, mas. bingung mau nulis apa lagi. salam buat ibunya. Bye!

wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

-Nisa

Manado, 06 Februari 2015

Rabu, 04 Februari 2015

Day 7: Yang Tidak Ku Tahu Namanya.

Manado, 05 Februari 2015

Teruntuk lelaki asing yang tidak ku tahu siapa namanya.

Aku masih ingat pertemuan itu, pertemuan singkat setahun lalu di sabtu sore yang terkesan lambat.
Dudukku tidak begitu jauh dari tempatmu, hanya berkisar dua meja. Menghabiskan waktu berputar - putar sendirian membuatku kelelahan dan entah bagaimana caranya tiba - tiba saja kakiku berhenti disebuah tempat makan.
Aku lupa saat itu siapa yang tiba lebih dulu, entah kamu, entah aku. Tapi yang jelas kamu benar - benar menarik perhatianku kala itu.
Lelaki asing berkaos putih dengan topi convers berwarna hitam merunduk memainkan telepon genggam.
Dari sini, dari meja bernomor 19 aku memandangimu dengan seksama. Menerka - nerka apa yang sedang kau lakukan dengan telepon genggammu itu, kau terlihat begitu asik sehingga tidak memperdulikan sekitarmu pun aku yang sedari tadi memperhatikanmu.
Sampai pesananku tiba mejamu masih kosong saja, tidak terlihat tanda - tanda kau akan memesan sesuatu. Oh, barangkali kau hanya mampir istirahat sebentar dengan duduk disitu? tapi tidak lama (kalau aku tidak salah ingat) seorang wanita (ya.. mungkin ibumu) dan seorang bocah laki - laki menghampirimu, ditangannya menggenggan plastik yang biar kutebak adalah makanan yang ia pesan untuk dibawa pulang. Setelah itu kaupun berlalu... Hanya sesingkat itu.

Lelaki asing yang tidak ku tahu siapa namanya, ini surat ke tujuhku di #30harimenulissuratcinta tapi tunggu.. sebut saja ini surat perkenalan dariku. Sengaja ku tulis untukmu, siapa tahu nanti kamu tiba - tiba tersesat dirumahku? Ku pastikan saat itu kamu akan sangat terkejut karena mendapati gambarmu didalamnya, iya gambar ini ku abadikan secara sembunyi - sembunyi saat kamu tengah asik dengan duniamu. Semoga kamu tidak marah, dan hmm mungkin nanti kamu bisa meninggalkan komentar berisikan namamu? sebab, belum sempat ku bertanya, kau sudah berlalu.

Lelaki asing yang tidak ku tahu namanya, topimu bagus, dan kamu keren. Salam kenal dari kejauhan, itu saja.



Tertanda,
Perempuan di meja nomor 19

(Nb: seharusnya surat ini diposting kemarin sesuai dengan tema di tanggal 4 februari tentang pertemuan mengesankan dengan seseorang, tetapi karena lupa, makanya baru diposting hari ini. Hehe)

Day 6: Tuan Payung, Hari Hujan, dan Pelangi.


Manado, 04 Februari 2015

Untukmu..

Aku menyebutnya Tuan Payung. Ia memayungiku sebab hujan ini mengguyur terlalu deras. Walaupun ia datang sesaat setelah hampir seluruh pakaianku basah kuyup, tapi setidaknya ia berdiri disini, sekarang. Dengan payungnya. Membuatku tidak terlihat semakin kedinginan dan menyedihkan.

Entah dengan cara apa ia datang, entah seorang dewa atau malaikat, yang ku tahu semesta begitu baik mempertemukanku dengannya.

Bersamanya, aku tidak takut lagi melewati hari - hariku yang kian tak menentu cuacanya. Saat hari sedang hujan, saat mentari bersinar terlalu terik, ia selalu ada siap sedia dengan payungnya.

Tuan Payung membuatku lupa dengan segala yang menyakitkanku, luka panjang yang ku tanggung sendiri minta dibagi. Aku tak kesepian lagi, Tuan Payung setia menemani.

Sampai suatu hari Tuan Payung menarikan tarian pemanggil hujan hingga hujan deras kembali menghampiri, tapi Tuan tidak disini. Tuan Payung sibuk menari bersama pelangi didalam hujan yang kian lirih. Aku kehujanan lagi, basah kuyup yang hampir mati. Lalu, untuk apa Tuan menawarkanku payung kalau hanya untuk membiarkanku kehujanan lagi?

*****

Selamat hari hujan, Tuan Payung. Pastikan pelangimu tak kehujanan, sepertiku,

disini..

Senin, 02 Februari 2015

Day 5: Surat kedua.


Manado, 03 Februari 2015

Ini surat kedua saya untuk kamu, tan. Surat yang pertama sudah selesai dibacakah?

Semoga sehat selalu ya, semoga bahagia selalu.

Kamu sedang apa, tan? saya menulis surat ini sembari menunggu rahma disalah satu pusat perbelanjaan. Saya terlanjur membuat janji akan mengantarkan dia membeli berbagai macam keperluannya yang sudah habis.

Dan seperti biasa saya datang lebih awal, dan menunggu, dan... tau nggak tan, saya sudah terlalu biasa menunggu, menunggu rahma, menunggu kamu, menunggu dia, menunggu kalian, sampai - sampai saya hafal betul rasa nyesak dalam menunggu.

Sudah makan malam? entah kenapa nasib baik sedang memihak saya hari ini, tiba - tiba banyak sekali yang membagi rezekinya pada saya, yaaa.. Maksud saya seharian ini saya ditraktir makan terus, tan, heheh rezeki anak kos yang baik hati kali, ya. hihih

Tan, ini hari ke lima saya menulis di #30harimenulissuratcinta, baru hari kelima tapi saya sudah mulai bingung harus menulis surat cinta untuk siapa selanjutnya. Kamu jangan bosan - bosan ya kalau terus dikirimi surat dari saya.

Besok saya mulai ngampus, aaaahh! pasti gak bakalan seru, karena iya.. nggak ada kamu. Mata kuliah saya sudah habis, tan. Sisa praktikum jurnalistik alias magang, dan saya masih bingung mau magang dimana. apa saya pilih magang di radio aja ya, tan?
Kamu sibuk apa sekarang?

Sedih tan, teman - teman lain sudah pada selesai sidang proposal eeeeh saya masih sibuk ngurus berkas buat magang dan berkas buat ngajuin judul proposal hiks, agak iri sih ngeliat dp bbm teman - teman yang lain berseragam hitam-putih didalam ruang sidang, tapi yaaa... semua pasti lulus di waktu yang tepat kan? lulus duluan juga nggak menjamin seseorang akan sukses lebih dulu kan, tan?

Tan, setiap dengar lagu iwan fals - entah, saya pasti ingat kamu. Oh iya, konser nyanyian raya sebentar lagi, lho. kamu nonton? di Bali, bulan maret, tepat dibulan lahir kamu, tan.

Hampir setengah jam, tapi rahma belum juga datang. hoaaaam. saya jadi ngantuk dan bingung mau bahas apa lagi. Sudah dulu ya, tan, nanti saya kirimi surat lagi.

-Nisa

(Nb: Surat ini ditulis tadi malam, tapi baru dikirim siang ini. Jangan lupa makan siang ya, tan!)

pada suatu hari...


kadangkadang masih sering ngerasa jadi orang yang egois sih. iya. tapi mo gimana lagi, namanya juga manusia kan. lo ngerasa bosan gak sih sama siklus kehidupan lo yang gitu - gitu aja.. ngerasa waaaahhh boring nih gini - gini aja, pengen ngelakuin sesuatu hal yang baru. oh dasar manusia, dasar tukang ngeluh, dasar gak tau bersyukur. jangan liat ke atas, liat tuh kebawah, yang diatas tuh menyilaukan dan kadang lo butuh buat memicingkan mata buat ngeliatnya. liat kebawah, selalu rendah diri, gak gampang nyerah dan tanamkan dalam diri lo bahwa lo mesti selalu kudu wajib bersyukur disetiap keadaan, entah sedih entah bahagia. iya, gitu. terus lo juga.. ahhh! ini masa sendirian di kampus, kemana zona nyaman gue? pergi kemana mereka? ohhh gue tau, satu persatu dari mereka pergi mencari zona baru, dan gue masih stuck disini - disini aja. dasar perempuan tukang ngeluh, ngeluh mulu kapan bahagianya? bahagia itu dikejar, bukan cuma berjalan ditempat terus bahagianya datang. tapi buat apa ngejar bahagia kalo kaya ginipun udah bikin gue bahagia? eaaaak! huh, tadi katanya stuck, bosan gitu - gitu aja. labil ih, plinplan, gak jelas. iya sih :|
ini dialog absurd, sendirian di kampus bikin gue ngerasa kaya alien. eh, emang alien kan? tempat tinggal lo kan di pluto? haha sanahh balik ke pluto. eeeh, tapi keluarga gue semuanya di bumi, gimana dong? ngomong apa sih lo, nis?
coba aja pas lagi gajelas gini, si cowok anak teknik yang naik vespa mirip babang itu datang yekan, terus nyapa "haiii alien!" terus kasih senyuman termanis yang dia punya, terus gue meleleh, terus dia terbang pake vespanya ke mars, wahh ternyata dia juga alien tapi beda planet. aaaahhh! kayanya pulang dari kampus gue mesti buru - buru ke bulan deh, sapa tau aja dia lagi nongkrong di bulan.
tapi, konon katanya di venus banyak cewek - cewek cantik :| konon katanya alien venus banyak yang cinlok sama alien mars, mereka suka nongkrong bareng gitu di bulan sambil ngitungin bintang. aaahh, kalo gitu caranya gue yang dari pluto ini bisa apa? konon katanya hanya ada satu alien yang hidup di pluto, aliennya bernama n i s a. tapi sekarang aliennya lagi kabur ke bumi, mana tau makhluk bumi tampan - tampan yekan, mana tau ada satu makluk bumi yang mo diajak ke pluto yekan? biar si alien pluto bernama nisa itu nggak sendirian.
aduh ini alur semakin ngalor - ngidul. tapi gapapa, kadang kita butuh jadi absurd biar bisa tau bahagia itu "sesimple lo ngayalin sesuatu yang lo suka dan lo ga peduli apa kata orang dan lo bahagia!" yaaaakk! ada yang ngerti gue ngomong apa barusan? gue juga kaga ngarti soalnya._.
apalagi ya, ini niat ke kampus buat ngambil formulir magang tapi malah gajelas gini. males ke SIM sendirian, dohhhh semangat dong semangaaaaaaaaatt! jangan malas malas.
btw, semalem ngeliat si anak teknik lagi nongkrong sama teman - temannya, lho. dimana? di bulan? ng.... iya deh. tapi gak ada alien venus. sepertinya malam ini gue mesti nongkrong di bulan deh, biar bisa ketemu si anak teknik itu lagi. vespanya bagusss lho, warnanya biru dongker dan berhasil gue abadiin di hape gue haha dia gatau aja tuh. namanya siapa ya, mungkin budi? lalu ternyata nama gue yang sebenarnya adalah wati? budi dan wati ternyata kita berdua adalah tokoh didalam buku - buku pelajaran semasa SD itu? who knows, kan?
eh hujan, dan guess what? wangi petrichor. tau gak? wangi tanah. pasti pernah nyium deh, wangi hujan berbalut wangi tanah. aduh gimana ngejelasinnya ya. biasanya wangi ini tuh kecium pas hujan belum terlalu deras, gue berharap someday gue bisa menghirup wangi ini sama salah satu alien dari mars.
hujan bikin mellow, sori tapi gue ga lagi dalam suasana hati yang galau (padahal sebenarnya iya) hujan bikin orang - orang jadi menunda aktivitasnya, gapapa lah istirahat bentar.
adik - adik tingkat ini fashionable binggooooo, pasti mereka makhluk venus deh.. bajunya kembang - kembang, sepatunya heels, bedaknya tebeeuul, alisnya diukir, kudungnya dililit - lilit, ada juga yang rambutnya menjuntai dengan indahhhh, belah tengah lagi, tasnya zara. da gue mah apa atuhhh cuma makhluk pluto yang kece... kecepian haha.
kets butut, tas selempang, kudung dijepit make jarum pentul pulaaak, kaos kebesaraaaaan ehm gimana gak kebesaran kalo makenya kaos colongan punya abang gue. yahhh gitudah. bukan selera makhluk mars banget tuh. gini loh, kalo gue gak masuk kedalam list pasangan hidupnya para makhluk mars, santaiiiii... planet bukan cuma mars doang kan?  masih ada merkurius, jupiter, saturnus, uranus, neptunus, nah kan? tapi semoga akang teknik yang naik vespa itu......
taraaaa! blank. lanjutannya apa ya. yaudah deh ya. bye.

Minggu, 01 Februari 2015

Day 4: Renjana.


Renjana,

Aku terlambat. Barangkali, mentari di dadaku lupa ingatan, buru  - buru kuseduh milo dengan secangkir gerimis tanpa perasa. Hambar? ya, seperti pada kenanganmu. Kau asik mengeja rindu tanpa jeda dipeluk senja, sedang aku meramunya dengan racun yang kulahirkan dari genangan yang paling luka. Membusuk. Lalu kudatangkan Tuhan menghirup milo, Ia menggerutu "sebegitu satirkah hidupmu, sayang?" dan berlalu, membuatku menimang - nimang sepi juga tanya.

Sunyi.

      Sunyi.

Waktu masih merokok dalam - dalam, renjana, dan ku hisap keringat dibalik tudung berwarna langit. Memudar. berawan. Hujan dimata, ku sulam menjadi banjir yang kan menarikmu kedasar yang paling suram. Pekat. tenggelam kau dan rasakanlah. Sebab hidup tak melulu soal gembira yang dibungkus dengan soda.

Merapal namamu berpuluh juta kalipun sekat sekat. Februari kelabu, tak lagi merah jambu sebab kaktus terlanjur tumbuh didadaku, kupupuk dengan nanah yang kian membiru.

Biru.

     Biru.


Pada akhirnya, rasa perlahan menjadi mati.

Renjana..

Manado, 02 Februari 2015

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...