Senin, 02 Februari 2015

Day 5: Surat kedua.


Manado, 03 Februari 2015

Ini surat kedua saya untuk kamu, tan. Surat yang pertama sudah selesai dibacakah?

Semoga sehat selalu ya, semoga bahagia selalu.

Kamu sedang apa, tan? saya menulis surat ini sembari menunggu rahma disalah satu pusat perbelanjaan. Saya terlanjur membuat janji akan mengantarkan dia membeli berbagai macam keperluannya yang sudah habis.

Dan seperti biasa saya datang lebih awal, dan menunggu, dan... tau nggak tan, saya sudah terlalu biasa menunggu, menunggu rahma, menunggu kamu, menunggu dia, menunggu kalian, sampai - sampai saya hafal betul rasa nyesak dalam menunggu.

Sudah makan malam? entah kenapa nasib baik sedang memihak saya hari ini, tiba - tiba banyak sekali yang membagi rezekinya pada saya, yaaa.. Maksud saya seharian ini saya ditraktir makan terus, tan, heheh rezeki anak kos yang baik hati kali, ya. hihih

Tan, ini hari ke lima saya menulis di #30harimenulissuratcinta, baru hari kelima tapi saya sudah mulai bingung harus menulis surat cinta untuk siapa selanjutnya. Kamu jangan bosan - bosan ya kalau terus dikirimi surat dari saya.

Besok saya mulai ngampus, aaaahh! pasti gak bakalan seru, karena iya.. nggak ada kamu. Mata kuliah saya sudah habis, tan. Sisa praktikum jurnalistik alias magang, dan saya masih bingung mau magang dimana. apa saya pilih magang di radio aja ya, tan?
Kamu sibuk apa sekarang?

Sedih tan, teman - teman lain sudah pada selesai sidang proposal eeeeh saya masih sibuk ngurus berkas buat magang dan berkas buat ngajuin judul proposal hiks, agak iri sih ngeliat dp bbm teman - teman yang lain berseragam hitam-putih didalam ruang sidang, tapi yaaa... semua pasti lulus di waktu yang tepat kan? lulus duluan juga nggak menjamin seseorang akan sukses lebih dulu kan, tan?

Tan, setiap dengar lagu iwan fals - entah, saya pasti ingat kamu. Oh iya, konser nyanyian raya sebentar lagi, lho. kamu nonton? di Bali, bulan maret, tepat dibulan lahir kamu, tan.

Hampir setengah jam, tapi rahma belum juga datang. hoaaaam. saya jadi ngantuk dan bingung mau bahas apa lagi. Sudah dulu ya, tan, nanti saya kirimi surat lagi.

-Nisa

(Nb: Surat ini ditulis tadi malam, tapi baru dikirim siang ini. Jangan lupa makan siang ya, tan!)

1 komentar:

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...