Rabu, 25 Februari 2015

Day 28 : i love your loveletter


dear @yovitaulia

hallo, kenalkan aku nisa, dan dari sekian banyak surat yang diikutsertakan dalam #30harimenulissuratcinta aku memilih suratmu untuk kubalas sesuai tema hari ini.

aku, sebut saja perempuan yang sedang patah hati, aku membaca suratmu dan aku senang sekali. tiap katanya seolah mantra yang memintaku untuk segera bangkit. terimakasih telah menulis surat ini

ada satu paragraf yang paling kusuka:
"Sesakit apapun ditinggalkan, semua terjadi karena alasan.
Mungkin Tuhan melihat ia tak cukup baik untukmu, maka kalian Ia pisahkan.
Mungkin di ujung perjalanan nanti, Ia telah siapkan seseorang yang membuatmu berpikir bahwa orang yang telah kau tangisi ini sama
sekali tak ada apa-apanya. "

kalimatmu ini kutulis kembali di kertas dan ku tempelkan pada dinding kamarku, menjadi pengingat saat aku terlalu larut dengan perasaan sedihku, menjadi pengingat saat aku merasa terlalu jatuh.

dear @yovitaulia, apa kau juga sedang patah hati? ah mungkin tidak. tapi sungguh, aku sangat menyukai suratmu.

juga paragraf ini:
"Hidupmu terlalu singkat untuk sekedar menangisi patah hati.
Karena seumur hidup yang hanya sekali, kau bisa jatuh cinta berkali-kali."

kalimatmu ini seperti dopping kau tahu, yaa hidup memang hanya satu kali tapi aku pasti bisa jatuh cinta berkali - kali. walaupun tidak semudah itu aku menjatuhkan hatiku pada orang baru.

dear @yovitaulia doakan semoga aku bisa seperti yang kau tulis dalam suratmu, bersedih hanya dalam waktu seminggu setelah itu kembali menjadi perempuan ceria seperti yang dunia tahu.

dear @yovitaulia, salam kenal dariku,
perempuan yang sedang patah hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...