Rabu, 11 Februari 2015

Menuju Senja.


kau bilang kau ingin menemui senja. senja yang bagaimana yang kau maksud? yang dibalut warna seperti apa? oranye setengah jingga? atau yang bagaimana?

kau bilang kau mencintai senja, mati - matian kau ingin bertemu dengannya. ya, aku pikir kau  bercanda, jadi aku hanya tertawa.
setengah lima, di pantai itu kau menaiki balon udara menuju ufuk barat. aku memperhatikanmu dengan seksama, tanpa berkedip..

"aku harus bertemu dengannya" kau berkata sebelum menaiki balon udaramu.

"kau serius?" tanyaku

baru kali ini aku bertemu manusia senekat kamu, kau tahu aku juga penikmat senja tapi aku tidak senekat kamu yang dengan berani menaiki balon udara hanya untuk bertemu senja. karena aku pikir, cukuplah saja aku menatap keindahannya dari sudut sini. dan kalau aku mau, aku bisa mengabadikannya dengan telepon genggamku. lagi pula tidak ada apa - apa disana, sayang. kau akan pulang dengan tangan kosong.

"aku ingin bertemu senja, itu saja!"

aku mematung. menatapmu lekat - lekat dari tempat yang paling dekat sampai kau terbang dengan cepat dengan balon udaramu. dan beruntunglah kamu sebab nasib baik sedang memihakmu, angin pun membantu menerbangkanmu beserta balonmu ke ufuk yang paling barat. jauh.. perlahan menjauh.

                            ***

sepertinya kau melupa sesuatu, aku mendapati selembar foto tepat disebelah kananku tempat kau berdiri tadi. foto seorang gadis. bertubuh tinggi, berwajah manis, berkulit eksotis, dengan rambut ikal sepinggang, di foto itu ia nampak tersenyum. cantik. dibelakang foto tertulis dengan jelas sebuah nama
"Senja, 13 juli 1991 - 11 februari 2014"

kau dan balon udaramu sudah semakin jauh.. menuju senja.

(Nb: sedang iseng - iseng ikutan #rabumenulis nya @gagasmedia hehe)
(Nb Nb: #rabumenulis adalah menulis bebas setiap hari rabu dalam waktu hanya limabelas menit berdasarkan gambar yang diberikan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...