"Sayang aku terus ya.. "
Rasanya baru kemarin kalimat itu ku katakan berulang kali padanya.
"Tidak, tidak, kamu tidak perlu mengejarku lagi.."
"Dengan siapapun dimasa depan, kita harus selalu bahagia, janji?"
Jumat, 30 Desember 2016
Kamis, 29 Desember 2016
Selasa, 27 Desember 2016
IF
Kuputar kembali lagu Bread coverannya yang pernah dikirim padaku, dulu. Perpaduan gitar yang pas dan suaranya yang.. Lebaykah jika kubilang suaranya begitu menyayat hati--ku? Terlebih pada lirik "there's no one home but you". Sial, masa aku terharu? Pun ada yang aneh didadaku.
Ku putar sekali lagi, menurutku ia benar - benar penuh penghayatan saat menyanyikannya. Barangkali ia menyanyi sambil membayangkan kekasihnya dan kenangan - kenangan yang pernah dilewati berdua?
Berlebihankah jika kubilang "If" yang dinyanyikannya lebih kusukai dibanding versi aslinya?
Aku seperti mendengar kesedihan disetiap nada yang dia keluarkan. Jika saja aku ini adalah kekasihnya.. aku akan memeluknya. Erat. Akhir lagu dibuat berbeda. Begitu manis. Itu membuatku hampir menangis.
Senin, 26 Desember 2016
Minggu, 25 Desember 2016
Seseorang berkata padaku
"kamu begitu menginspirasi, setiap membayangkan kamu"
"Oh ya? "
"Iya" jawabnya.
"Terkonsep sampai ke dalam mimpi"
Ini menjijikkan, tapi diam - diam
Aku meleleh....
"kamu begitu menginspirasi, setiap membayangkan kamu"
Aku tidak paham menginspirasi yang bagaimana yang dia maksud, membayangkan apa dari aku yang bukan siapa - siapa ini? Hh Jujur kalimat itu berhasil membuat senyumku mengembang sepersekian detik.
"Oh ya? "
"Iya" jawabnya.
"Terkonsep sampai ke dalam mimpi"
Ini menjijikkan, tapi diam - diam
Aku meleleh....
Sabtu, 24 Desember 2016
Aamiin (2)
Ini malam minggu. Ok aku mau galau.
Aku mau kerja. Aku mau nabung. Sebagian mau ku kasih buat Nurma dan Rasjid, sebagian lagi mau kupakai keliling Indonesia.
Harusnya kupakai keliling papua dulu, tapi bisa ga aku pakai keliling pulau jawa dulu , naek kereta? Aku mau ketemu teman - teman yang aku kenal dari dunia maya.
Mau ketemu Oci di Jakarta, maen ke kampusnya yang pastinya banyak manusia - manusia keren didalamnya. Mungkin aku bisa sekalian cuci mata hhhh.
Aku mau ketemu Vina di Semarang, mbak na janji mau masakin aku makanan korea aku lupa namanya.
Aku mau ketemu Putri di Surabaya, mau ngelive Silampukau bareng. Ngecengin mas Kharis hhhh
Aku mau ketemu Putri di Surabaya, mau ngelive Silampukau bareng. Ngecengin mas Kharis hhhh
Aku mau ketemu ka Nila di Bogor, mau minta diajarin cara nyeketsa yang bagus dan benar.
Abis itu aku mau ke Padang ketemu Pupu, mau minta ditraktir nasi Padang hhh.
Dan ke Medan ketemu caca, mau curhat - curhatan live.. Ngebahas semutku dan aurora-nya.
Aku mau ya Tuhan, aku mau seru- seruan dan menyesatkan diri sendirian di kota orang. Ya semoga ga banyak orang jahat di jalanan huhu
Senin, 19 Desember 2016
✨
Dia masih terbata - bata. Kadang suka salah. Resmi hari ini, kulantik dia jadi penduduk baru. Okayy, setidaknya aku punya teman ngobrol baru, bicara tentang apa saja, lalu orang lain tidak perlu tahu. Selamat! Bagusnya, kuberi panggilan apa ya?
Kamis, 15 Desember 2016
Aku dan Nurma
Hari sudah malam, kian larut,
didalam kamar lampu dimatikan.
Kami tidur berhadapan,
Ia menyentuh kepalaku,
Aku tenggelam dalam usapan tangannya
Begitu lembut,
Ku harap waktu dapat berhenti sekarang juga
Sebentar saja atau lama.. Aku ingin terus seperti ini.
Bagaimana jika, esok atau entah kapan waktu meculiknya pergi?
Apa aku akan sendiri dalam keadaan begini?
Aku akan sepi dan siapa lagi nanti yang kan mengusap rambutku dengan penuh cinta?
Kuharap waktu benar-benar dapat berhenti..
(Tidur yang nyenyak Ma, hiduplah lebih lama.. Agar malam - malam begini bisa kita ulangi lagi, besok besok, besoknya, besok...)
didalam kamar lampu dimatikan.
Kami tidur berhadapan,
Ia menyentuh kepalaku,
Aku tenggelam dalam usapan tangannya
Begitu lembut,
Ku harap waktu dapat berhenti sekarang juga
Sebentar saja atau lama.. Aku ingin terus seperti ini.
Bagaimana jika, esok atau entah kapan waktu meculiknya pergi?
Apa aku akan sendiri dalam keadaan begini?
Aku akan sepi dan siapa lagi nanti yang kan mengusap rambutku dengan penuh cinta?
Kuharap waktu benar-benar dapat berhenti..
(Tidur yang nyenyak Ma, hiduplah lebih lama.. Agar malam - malam begini bisa kita ulangi lagi, besok besok, besoknya, besok...)
Kamis, 24 November 2016
Tahi Lalat
Kebetulan yang menyenangkan. Telapak sebelah kananmu, menemukan jodohnya dari sekian banyak telapak yang ada. Selamat!
Sabtu, 19 November 2016
Hai Tan, aku bukan lagi anak perempuan berumur 17 tahun yang dulu kamu kenal, sekarang aku sudah besar. Aku tidak malu - malu lagi, juga tidak kabur dan sembunyi - sembunyi lagi jika bertemu orang yang ku suka.
Harusnya kamu bertemu aku yang diusia begini..
Harusnya,
Karena kita mungkin bisa jadi teman baik!
Jumat, 18 November 2016
pengejud
"Hallo"
Klik!
"Hallo Assalamu'alaikum"
Tut tut tut.
Telepon (sengaja ku) mati (kan)
Tadinya aku berniat untuk menghubunginya untuk yang ketiga kali.
"Hallo.. "
"Iya hallo"
"Hai... Ini Nisa"
Tapi aku terlalu pengecut. He he
Klik!
"Hallo Assalamu'alaikum"
Tut tut tut.
Telepon (sengaja ku) mati (kan)
***
Tadinya aku berniat untuk menghubunginya untuk yang ketiga kali.
"Hallo.. "
"Iya hallo"
"Hai... Ini Nisa"
Tapi aku terlalu pengecut. He he
Selasa, 08 November 2016
Perempuan Payung
"Aku kehujanan, gak butuh pelangi. Aku butuh payung"
Lelaki itu berkata kepadaku, lebih mirip sebuah pengharapan.
Ah, seandainya aku punya sedikit keberanian.
"Biar aku saja yang jadi payungmu, kupastikan kamu tidak akan lagi kehujanan. Sesekali mungkin mendung dan gerimis, tapi aku ini payung. Gunakanlah aku saat kau butuh. Begitulah takdir payung"
Katamu, kekasihmu itu menggantung hubungan kalian. Aku paham betul rasanya. Ia membuatmu uring - uringan seharian. Kau bilang, ia sedang silau dengan dunianya yang baru. Kau mempersilahkan ia berkelana kemanapun ia suka, dan yakin ia akan kembali padamu ketika lelah.
Kau lelaki tampan yang menyedihkan. Dan akulah yang jauuuh lebih menyedihkan darimu.
Minggu, 30 Oktober 2016
Sudah Pernah
Ini malam minggu. Aku tidak mengerti apa spesialnya dari malam ini, tapi dari yang kulihat ini seperti malam perayaan bagi sepasang kekasih, mereka membuat malam ini seolah menjadi malam yang paling ditunggu - tunggu padahal kurasa biasa saja.
Dan dimalam yang katanya panjang ini, kutebak, kau sedang menghabiskannya dengan perempuan itu. Kau memperkenalkannya sebagai kekasih. Bukan tidak, aku yang menebaknya sendiri. Kami--maksudku--aku--dan--perempuanmu, tidak saling mengenal, namun yg kuliat ia nampak manis. Kau suka yang manis - manis ya?
Potongan rambutnya adalah potongan termainstream setahun belakangan ini. Dapat kukatakan model semi bob namun sedikit panjang, kira - kira seleher hampir mencapai bahu. Tinggi, dan keliatannya begitu mnyangimu. Kalian sungguh sepasang yang beruntung. Akankah orang lain menyebut kita beruntung ketika posisi perempuan itu diganti menjadi aku?
Kamu tidak pernah melihatnya tapi kami punya model rambut yang sama.
Rasanya pasti menyenangkan menjadi kekasihmu, orang - orang akan menyebutku dengan sebutan 'bla kekasih blah'. Ah, membayangkannya saja hatiku rasanya mau lompat kluar dari dalam dada.
***
Bukan perempuan berambut semi bob itu lagi yang berstatus sebagai kekasihmu. Malam minggu berbeda, kau merayakan dengan orang yang berbeda pula. Bulan berlalu, dan perempuan itu yang menggantikannya. Secepat itukah?
Kali ini perempuan bertudung dengan wajah tak kalah manis dari yang sebelumnya, kulihat ia pandai menjerat gambar. (Hey, kau tahu, cuma begitu akupun bisa. Hhh)
Ia berparas ayu, kukira. Dan (lagi) kalian adalah sepasang beruntung.
***
Aku tau banyak yang mengilaimu, itu nampak sangat jelas. Perempuan - perempuan yang, dibanding denganku, tentu aku kalah jauh. Tak apa. Aku tidak menaruh harap yang berlebih agar bisa menjadi seberuntung yang sudah - sudah.
Begini saja, aku amati gerak - gerikmu. Bulak - balik menekan tombol refresh disebuah akun agar tidak terlewatkan postingan terbaru milikmu. Seperti ini, aku sudah pernah. Aku ini ahlinya.
Kau percaya?
Sabtu, 29 Oktober 2016
Tak Ada Bulan, Tapi Selamat Berbahagia
"Tidak ada bulan"
Sebab,
Hujan. Iya benar. Di malam rabu yang mana esoknya adalah tepat 22 tahun usiaku.
Sialan! Dentingan piano ini bersekongkol rupanya untuk membuat hatiku semakin rapuh.
Berdua mereka nampak serasi, sang wanita telihat cantik dibalut gaun putih panjang miliknya dengan gincu merah yang membuatnya semakin manis saat tersenyum. Persis seperti pengantin wanita yang sering kulihat ditelevisi.
Dan lelaki itu...
Izinkan aku menjadi sedikit lebih sendu malam ini, hati. Demi Tuhan, ia terlihat begitu berkharisma dengan setelan jas itu. Ha ha ha. Rautnya yang berbinar menandakan ia bahagia malam ini, tentu, yang hadirpun.
Begitu banyak makanan juga bunga - bunga warna pastel bergantungan ditiap sudut ruangan. Sayangnya, list lagu yang dibawakan si penyanyi acara membuatku mual. Lagu - lagu cinta yang bahagia, backsoundnya barangkali. Dan berhasil membuat mataku tiga kali melahirkan kaca, yang hampir retak, benar - benar sial!
Mungkin pada sebuah pernikahan, akan selalu ada satu dua hati yang patah, kurasa hatiku..
Eh tapi tidak, aku berbahagia. Iya. Tapi aku juga tidak begitu yakin. Istilahnya baper, dan aku percaya besok akan hilang dengan sendirinya dan tidak akan pernah lagi.
Tiba diakhir, aku menimang -nimang apakah harus memberikan ucapan selamat ataukah duduk saja ditempatku dengan tidak perlu memakai kacamata, agar aku tidak perlu melihat dengan jelas apa yang terjadi depan sana. Dan sial, lagi - lagi sial. Kakiku begitu saja membawaku melangkah menuju tempat dimana Raja dan Ratu itu berdiri menyambut tangan - tangan yang akan memberi doa.
Lihat dress hitamku, ini perayaan atas hatiku yang..
Tidak. Aku tidak sedang merayakan apa - apa. Aku turut berbahagia.
Sampai tepat dihadapannya, mataku hanya mampu menatap sepatu butut warna biru yang kupakai, aku mengulurkan tangan, lelaki berjas itu juga lalu kita resmi bersalaman.
"Hey, datang ya?"
"Terimakasih sudah datang"
Aku mengangguk. Ia tersenyum. Sepertinya. Sebab aku menunduk, demi segala apapun yang ada didalam ruangan ini, aku tidak berani mengangkat kepalaku. Ia pasti nampak manis dengan senyum itu.
Sialaaaan!
Kalimatnya terdengar seperti salam perpisahan,
"Hai lihat.. Aku sudah bahagia:) "
Tidak lama setelah itu, aku pulang.
Disudut hatiku yang paling dalam, diam - diam ia mendoakan kalian.
Selamat bahagia.
***
"Tidak ada bulan"
"Bulan?"
"Tidak perlu lihat ke langit:) "
Minggu, 23 Oktober 2016
Sewaktu masih berkuliah di Manado, hampir setiap hari saya berbincang dengan Ma dan Baba (re: bapak tapi saya terbiasa memanggil beliau Ba) di telepon. Satu, dua, tiga menit. Tiga sampai empat kali dalam sehari. Dengan obrolan dan pertanyaan yang sama setiap harinya, sedang apa, sudah makan dan sejenisnya. Pernah disela - sela obrolan itu saya meminta kepada Ba dan Ma berjanji agar selalu sehat danbahagia hingga saya pulang ke rumah.
"Ba, jangan sakit neh?"
"Iya, inshaallah"
"Pokoknya janji. Sehat terus"
"Inshaallah"
Begitu selalu jawaban Ba setiap kali saya memintanya berjanji, dalam hal apa saja. Inshaallah 'jika allah menghendaki', karena siapa yang tahu jika hari ini Ba nampak lemas dengan tubuh renta yang terbaring diatas ranjang itu? Kulitnya, sekujur tubuhnya penuh dengan kerutan. Wajahnya, sungguh saya lebih memilih melihat wajah galaknya ketimbang wajah lesu begitu. Allah sedang menyayangimu, Ba.
Tenang saja, janjimu untuk selalu sehat itu tidak akan saya tagih. Semoga allah mengangkat semua dosa - dosamu melalui sakit ini.
Ba tipikal seorang yang pandai menyembunyikan perasaannya, Ba juga tidak pandai mengekspresikan apa yang dia rasa. Sakitnya dipendam untuk dirinya sendiri, tapi Ba, tidak tahukah jika terlalu lama memendam, suatu saat apa yang dipendam itu akan meledak?
Bagilah sedihmu untuk saya. Sedikit saja. Nanti saya beri banyak bahagia yang saya punya untukmu. Ambilah jatah sehatku, ceriaku, dan jangan membuat patah hatiku karena melihatmu sulit untuk berbicara, atau tertatih untuk berjalan, atau selalu ingin berbaring karena mudah merasa lelah, atau harus menghabiskan obat - obat dokter disetiap harinya yang entah sampai kapan, atau kesulitan mengunyah makananmu, atau..
Karena Ba adalah orang yang kuat, dan melihatnya kesakitan membuat saya menjadi seorang anak yang paling menyedihkan karena tidak menjaganya dengan baik, memahami perasaannya, memperlakukannya bagai seorang raja.
Sehatlah, Ba...
Kamis, 20 Oktober 2016
Aamiin
Mengapa hari ini langit kelabu?
Ku pikir ia bersekongkol dengan hatiku.
Berniat menghujaniku?
Aku sudah terlalu kuyup, Neptunus.
Mintalah airmu agar tdk menguap naik ke awan. Ini menakutkan, bergelombang. Sepanjang mata memandang hanya lautan.
Kuharap suatu hari, kemana saja kumelangkah, seseorang mau menemaniku.
Pasti mengasikkan.
(Dalam perjalanan menuju pulang)
Aamiin
Mengapa hari ini langit kelabu?
Ku pikir ia bersekongkol dengan hatiku.
Berniat menghujaniku?
Aku sudah terlalu kuyup, Neptunus.
Mintalah airmu agar tdk menguap naik ke awan.
Ini menakutkan, bergelombang. Sepanjang mata memandang hanya lautan.
Kuharap suatu hari, kemana saja kumelangkah, seseorang mau menemaniku.
Pasti mengasikkan.
(Dalam perjalanan menuju pulang)
Sabtu, 15 Oktober 2016
Bersenang - senang dahulu, bersakit - sakit kemudian..
"Susah tidur serius. Ga abis - abis mikirin kamu"
"Jangan dipikirin, nanti jatuh Cinta"
"Aku udah jatuh terlalu dalam"
"Masaaaa? "
"Begitulah mungkin, kalo kamu juga ngerasain"
***
"Sayang banget? "
"Gatau. Aku takut kehilangan"
***
"Kalo aku jadi tambah sayang, tanggung jawab, ya! "
"Asik! Siap grak! Berani berbuat harus berani bertanggung jawab dong"
***
"Aku jadi takut, kalo kita itu cuma jadi harapan buat masing - masing kita"
"Jangan dipikirin, nanti jatuh Cinta"
"Aku udah jatuh terlalu dalam"
"Masaaaa? "
"Begitulah mungkin, kalo kamu juga ngerasain"
***
"Sayang banget? "
"Gatau. Aku takut kehilangan"
***
"Kalo aku jadi tambah sayang, tanggung jawab, ya! "
"Asik! Siap grak! Berani berbuat harus berani bertanggung jawab dong"
***
"Aku jadi takut, kalo kita itu cuma jadi harapan buat masing - masing kita"
Kamis, 13 Oktober 2016
Aku tahu punggungmu suka datang rasa sakit, bukan penyakit kronis, kau tidak tahu penyebabnya apa. Katamu kau malas memeriksakannya. Rasa sakitnya bukan hanya pada punggung sebelah kiri, mereka menyebar sampai ke pinggang bagian bawah. Saat terlalu lama duduk, kau akan tertatih untuk berdiri karena sakit itu tiba - tiba akan datang lagi. Ngilu pada tulang. Encok. Kau nampak seperti perempuan renta.
Disuatu pagi, kau duduk dengan tanganmu mengotak atik sebuah dunia yang berada didalam layar handphonemu. Kau berjalan - jalan didalam sana. Sesekali kau mengerutkan dahimu, atau memicingkan mata karena cahaya dari layar begitu menyilaukan. Lalu akhirnya, kau temukan sebuah gambar di-masa lalu milik seseorang.
Sepasang kekasih duduk bersama, sang gadis menyenderkan kepala pada bahu lelaki, ia tersenyum. Sepertinya bahagia. Lelaki nampaknya juga, walau bibirnya tidak menyunggingkan senyum serupa.
Kau hentikan perjalananmu. Kau bangun dari dudukmu, punggung beserta pinggangmu kumat lagi. Kali ini sakitnya makin menjadi. Kali ini sakitnya sakit sekali.
Kali ini sakitnya sakit sekali...
Sabtu, 08 Oktober 2016
Kamis, 06 Oktober 2016
TERA ERRAU
Tera Errau,
Selalu ada satu orang khusus yang akan mendengarmu, dengan siapa kamu dapat bicara tentang hampir segalanya. Menjadi orang yang memahami ketika engkau butuh.
Dia adalah yang datang kepadamu, bukan untuk bicara soal cinta tetapi untuk menghadirkan dirinya yang pandai membuat dirimu senang, membuat dirimu tenang.
Dia mendengar perasaanmu bahkan tanpa perlu kau ungkap melalui kata-kata. Ketika dia membuat dirimu tenang, kau mengerti untuk apa dia bersamamu.
Dia adalah orangnya yang akan merisaukan dirimu ketika jauh, di hari yang hujan dan penuh petir.
Kemudian dengannya kamu tersenyum, kamu ketawa, bahwa pada orang yang kau cintai, tak akan pernah peduli dengan apapun yang kau takutkan.
Berkata dia: “Jika aku mencintaimu, sebagai benar-benar mencintaimu, sesibuk apapun diriku, selalu akan berusaha meluangkan waktu untukmu”
Pelajaran mendapat hikmat kasih sayang, datang darinya, dan engkau tidak usah mencarinya karena dia selalu ada waktu untuk bersama dengan dirimu.
Pikiran atas kasih sayang yang dia berikan kepadamu, menjadi dasar di atas semua sikap dan perilakunya kepadamu.
Bahkan jika dia harus mengatakan “aku mencintaimu” kamu merasa tidak perlu lagi untuk memeriksa kesungguhannya.
Kamu hanya memiliki keyakinanmu sendiri bahwa kamu mencintainya dan itu serius.
Adakalanya kamu marah kepadanya, tetapi dia berkata: “Aku mencintaimu, biarlah, ini urusanku. Bagaimana kamu kepadaku, terserah, itu urusanmu”
Engkau tersenyum, dan ketika tidur kau ingat apa yang dikatakannya: “Jika aku sudah Sayang. Tak akan pernah berakhir, bahkan ketika kamu ingin berhenti”
Maka ketika itulah yang akan kau rasakan bersama dengannya jika benar ia ada. Mengatakannya dalam gelombang kekuasaan logika dan perasaan.
Berterimakasihlah kepada dirimu sendiri yang sudah bisa membuat dia menyayangi dirimu dan katakanlah: “Yang melibatkan diriku, engkaulah ahlinya”
Asmara itu menggelora, dan kamu ingin bersamanya karena kamu tahu dengan siapa kamu bisa tenang.
-Pidi Baiq,
1972-2098
Life.
Nvivpz yviwfz hfwzs nvozmtpzs
Qzfs wzm pznf, mrhz, nzhrs hgfxp wrhrgf hzqz. Wzm pznf rir hhhhh wzm nvivpz yzsztrz.
Rolmz wzm trgz, prgz wfof kfmbz yzmbzp nrnkr bzmt hznz. Gzkr hvpzizmt, hzbz yviqzozm hvmwrir gzkr pzorzm gvgzk qzozm yviwfz.
Hzbz, irmwf prgz.....
Qzfs wzm pznf, mrhz, nzhrs hgfxp wrhrgf hzqz. Wzm pznf rir hhhhh wzm nvivpz yzsztrz.
Rolmz wzm trgz, prgz wfof kfmbz yzmbzp nrnkr bzmt hznz. Gzkr hvpzizmt, hzbz yviqzozm hvmwrir gzkr pzorzm gvgzk qzozm yviwfz.
Hzbz, irmwf prgz.....
Selasa, 04 Oktober 2016
4/10
Sweet ya, kalau diam - diam ada orang yang terinspirasi nyiptain sebuah karya karena kita. Puisi, lukisan, lagu?
Sebagai perempuan yang punya hobi curhat di diary, juga punya skil amatiran ngejiplak foto di paint tool menjadi sebuah gambar, saya selalu mengekspresikan perasaan saya kedalam sebuah puisi yang sebenarnya bisa atau nggak disebut puisi, saya juga gatau. Atau kalau sedang dalam mood bagus, dengan suka rela saya akan menggambar si orang yang disuka lalu menyimpan gambarnya untuk diri saya sendiri. Kalau sedang agresif saya akan memberikan gambar tersebut pada orang yang saya sukai itu hhh. Saya ingin dia tau, ada cinta disetiap garis garis yang membentuk gambar wajahnya hh.
Rasanya saya bisa jatuh cinta jika bertemu orang seperti saya, rasanya jika boleh memuji diri sendiri; saya terlalu manis untuk ukuran orang yang sedang jatuh cinta (walaupun sebenernya nggak juga sih hh)
Sesekali saya juga ingin jadi alasan dibalik sebuah karya milik seseorang hh.
Tiga tahun lalu, saya mengenal sebuah lagu berjudul 'Nissa Pt 2' yang dibawakan apik oleh M Irfan Assaat (ia memakai nama Nila untuk objek ekspresi musik - musiknya). Lagu itu menjadi salah satu lagu favorit saya hingga saat ini. Alasan yang mudah ditebak, benar, karena nama Nissa yang digunakan sebagai judul lagu tersebut.
Setiap saya mendengar Nissa Pt 2, saya selalu merasa seolah - olah lagu itu diciptakan untuk saya hhhhhh
"Nissa.. Hope that we'll meet again" kurang lebih begitu lirik pada reffnya (yang dapat saya tangkap). Saya kurang ngerti juga lagu Nissa ini bercerita tentang apa, soalnya udah nyari kemana - mana tapi cuma nemu satu artikel mengenai Nila dan lagu - lagunya.
Jadi, inti dari postingan ini apa ya, Nis?
Apa ya hhh gatau.
Pokonya biar ada tulisan baru di blog ajah, oktober ini saya berniat agar lebih produktif lagi untuk curhat dan memasukkannya kedalam blog. Ya semoga terealisasi.
Sabtu, 24 September 2016
Penasaran
Ayo, kenalan?
Lebih dekat.
Tukar nama lengkap
Hobi dan kesukaan.
Tau tanggal lahir, terlebih tahunnya, agar kita tau seberapa jauh perbedaan usia kita.
Lebih dekat.
Tukar nama lengkap
Hobi dan kesukaan.
Tau tanggal lahir, terlebih tahunnya, agar kita tau seberapa jauh perbedaan usia kita.
Kamis, 01 September 2016
Bla bla blahhh
Tidak perlu jadi nyata. Kamu pernah ada saja itu sudah lebih dari cukup.
Tentang hatiku ini tak perlu kau ambil peduli,
Ia patah. Tapi percayalah kelak akan utuh kembali.
Hanya begini saja, aku sudah pernah. Menangis, uring - uringan, kesepian, paling sebentar saja tidak lama. Setahun barangkali, atau lebih.
Doaku, apa saja yang kau cita - citakan
Semoga Tuhan dekatkan.
Tentang hatiku ini tak perlu kau ambil peduli,
Ia patah. Tapi percayalah kelak akan utuh kembali.
Hanya begini saja, aku sudah pernah. Menangis, uring - uringan, kesepian, paling sebentar saja tidak lama. Setahun barangkali, atau lebih.
Doaku, apa saja yang kau cita - citakan
Semoga Tuhan dekatkan.
Rabu, 31 Agustus 2016
Sabtu, 20 Agustus 2016
Sabtu Malam.
Pulang ke kos baru mau buka pintu kamar, suara anak laki - laki dari depan pagar mengagetkan karena manggil nama saya
"Nis...!"
Ngga pake kacamata, tapi suaranya nggak asing. Rio. Kata mamahnya putri, seharian ini sudah tiga kali rio datang ke kosan mencari saya. Dia berdiri didepan pagar. Sialan! Niat boker ketahan karena dipanggil. Saya berjalan keluar pagar.
"Tanggal 20 ulang tahun saya ke 20" katanya
"Heh? "
"Oh selamat ulang tahun"
"Tunggu sebentar, saya punya sesuatu" lalu dia berlari kearah rumahnya yang tepat berada didepan kosan saya. Ngga lama, ngga nyampe dua menit dia balik. Di tangannya ada sebuah buku, dan kaos.
"Ini kenang - kenangan, ini kaos banyak kenangan buat saya bla bla bla" saya ngga begitu perhatiin dia ngomong apa tapi saya terima. Dan bingung.
"Ngga balik kesini lagi?"
"Hah? iya"
"Handphone saya rusak, nanti hubunginnya gimana ya? Punya facebook?"
"Saya ngga main facebook, tapi kalo instagram main he he"
Saya nggak perhatiin dengan jelas kaos yang dikasih karena didepan kosan cukup gelap tapi samar sepertinya saya pernah liat dia memakainya.
"Jangan lupa disetrika, itu biar galupa" jelasnya
"Oh iya"
"Hari ini ulang tahun? 20?"
"Iya kenapa?"
"Nggak, udah gede ya he he"
Setelah mengucapkan kata - kata perpisahan, rio pamit pulang,
Dia mengulurkan tangan, saya juga, kita resmi bersalaman untuk yang pertama dan terakhir kali. Dia berpesan untuk pamit pada ibunya sebelum saya pulang kerumah, tapi jangan malu - malu.
"Semuanya saya anggap teman... "
Iya.
Saya berjalan masuk kedalam, lalu samar - samar ingatan saya mundur kembali ke waktu pertama anak laki - laki itu pindah didepan kosan. Motornya diparkir tidak jauh dari depan pagar, pagi itu saya berniat membuang sampah kemudian tidak sengaja berpapasan dengannya. Hari itu baju yang ia pakai berwarna hitam.
"Pute, anak baru di rumah depan, cakep, wkwkw"
"Oh ya?!wkwk"
Lalu entah bagaimana caranya, kami akhirnya berteman. Iya, namanya rio, dua tahun lebih muda dibawah saya, ramah, humble, sederhana. Eh, sampai jumpa lagi, diwaktu yang entah kapan.
Tiba didalam kamar, saya kembali melihat kaos yang diberi tadi,
Tiba didalam kamar, saya kembali melihat kaos yang diberi tadi,
Katanya kenang-kenangan. Ah, iya ini kaos yang biasa dia pakai.
Rabu, 17 Agustus 2016
simsalabim.
Andai mantra "simsalabim" itu bisa membuatmu menghilang, kau mau merapalkannya sekarang juga?
Hhhh aduh, manja! Baru begini saja kau mau menghilang, ingin enyah, tapi malah tidak mau mati.
Manusia yang seperti apa--bagaimana yang mau mengerti kepalamu? terlalu banyak simpul yang diacak menjadi tidak karuan maka satu persatu menjauh.
Sialan! Matahari saja masih malu - malu, kenapa rasa sakitmu tidak tahu malu? Bagian bawah sebelah kiri mungkin ulu hati? Bodoh, siapa suruh makan kertas bukan makan nasi.
Kalau begini caranya kau akan ditinggalkan banyak orang--semua orang--mereka tidak mati tapi hanya membiarkanmu seorang sendiri.
Terus-terusan saja kau merengek pada buku diary, tidak akan ada yang peduli. Menyedihkan! Cepat rapalkan "simsalabim". Kau akan segera berpindah ke dimensi lain. Mungkin.
Rabu, 10 Agustus 2016
By Aan Mansyur
"Kadang-kadang kau pikir, lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang. Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan"
Selasa, 09 Agustus 2016
Sajak Untuk Nurma.
Cantik nian,
Tubuh semapai
Rambut hitam lurus sepinggang
Alis tebal
Kulit kuning langsat
Senyum menawan.
Perempuan favoritku
Nurma namanya, anak perawan bapak Abdullah.
Perempuan kesayanganku,
Usianya kini lima tiga
Tubuh gendut
Rambut putih ditutup kudung
Kulit keriput,
Nurma kian menua.
O, hey..
Jangan salah,
Nurmaku tetap cantik
Senyumnya makin menawan
Dan aku selalu jatuh cinta.
Tubuh semapai
Rambut hitam lurus sepinggang
Alis tebal
Kulit kuning langsat
Senyum menawan.
Perempuan favoritku
Nurma namanya, anak perawan bapak Abdullah.
Perempuan kesayanganku,
Usianya kini lima tiga
Tubuh gendut
Rambut putih ditutup kudung
Kulit keriput,
Nurma kian menua.
O, hey..
Jangan salah,
Nurmaku tetap cantik
Senyumnya makin menawan
Dan aku selalu jatuh cinta.
Senin, 08 Agustus 2016
Sudah Lama, dan Kita Harus Bertemu
Rasanya kita harus bertemu. Kau perlu menumpahkan semua isi hatimu, karena aku juga butuh untuk kau dengarkan. Atau kita butuh tepi laut dan suara anginnya atau debur ombaknya? Membikin hati tenang.
Sudah lama rasanya, tentu banyak cerita baru yang kau punya. Sedang aku, hidupku, begini - begini saja tak ada yang berubah. Hanya berat badan yang terus bertambah. Apakabar juga tuan putri bodoh yang menjadi buta karena cinta?
Kabarnya ia telah dibawa pangeran ke istananya? Betul, cinta memang mampu membuatmu melakukan segala apa yang disangkal logika. Semua ditepis. Lupakan.
Aku tidak ingin berbicara lebay perihal cinta sebab kisahku tidak lebih baik. Lalu bagaimana kisahmu dengan pujaanmu yang kau harap kau akan menikah dengannya suatu hari?
Sungguh, kurasa, kita butuh pertemuan itu. Berbagi keluhan tentang apa saja. Atau melangkah tanpa arah. Atau berdiam dan tenggelam dalam dunia maya pada sebuah rumah kopi dipinggir kota. Atau bagaimana dengan instagram dan hastag favorit yang begitu mengasyikkan? Tanpa kenal malu.
Dan, kurasa betul kita perlu bertemu, sebab aku rindu.
Bagaimana denganmu?
Jumat, 29 Juli 2016
hujan.
Hari hujan.
Dua gadis usia remaja menari - nari didalamnya, dihalaman depan rumah. "Sudah sangat lama". Dingin, sementara pakaian mereka kuyup.
Satu jam...
Dua jam berlalu...
Semakin dingin.
" Mbak unu, uni... Sudah cukup, lekas masuk " perempuan paruh baya meneriaki dari dalam rumah
Dan rindu berterbangan ke masa lalu.
Ke masa kanak dulu.
Sudah lama rasanya.
Minggu, 24 Juli 2016
Tidak ada "Selamat ulang tahun", hanya ada sedikit doa yang tidak kau ingat karena.. entahlah kau rasa, kau kecewa dan kubiarkan begitu saja, sampai akhirnya kau tetap coba memahami.
Begitupun dengan pengulangan kata 'maaf' dariku setiap kali moodmu memburuk. Ku minta agar kau mengerti, padahal kau sendiri tidak paham apa yang harus kau mengerti. Alasannya tidak kusebutkan. Andai aku tahu, tiga kata sialan itulah yang paling kau tunggu.
Kau tak apa walau semua orang lupa hari lahirmu, kau tidak peduli, asal aku saja yang tetap ingat. Setidaknya kuberi ucapan walau hanya dengan biasa - biasa saja. Tidak perlu sepertimu yang dengan bodohnya membelikan sepotong tart kecil dan merayakan hari ulangtahunku sendirian tepat dipukul 00.00
Ya. Aku ingat, tapi kau tetap saja tidak mengerti apa alasanku; kenapa tak ku ucapkan saja tiga kata sialan yang kau tunggu - tunggu itu, untukmu? Lalu, perayaan selamat pada setiap tanggal 13 itu harus kusebut apa?
Sudahlah, lagipula sudah berakhir.
"Selamat ulang tahun" kuucap dariku, untuk diriku.
Begitu saja barangkali cukup.
Kamis, 21 Juli 2016
Senin, 18 Juli 2016
Rabu, 13 Juli 2016
Selamat
"Tidak ada bulan"
Sebab,
Hujan. Iya benar. Di malam rabu yang mana esoknya adalah tepat 22 tahun usiaku.
Sialan! Dentingan piano ini bersekongkol rupanya untuk membuat hatiku semakin rapuh.
Berdua mereka nampak serasi, sang wanita telihat cantik dibalut gaun putih panjang miliknya dengan gincu merah yang membuatnya semakin manis saat tersenyum. Persis seperti pengantin wanita yang sering kulihat ditelevisi.
Dan lelaki itu... Izinkan aku menjadi sedikit lebih sendu malam ini, sayang. Demi Tuhan, ia terlihat begitu berkharisma dengan setelan jas itu. Ha ha ha. Rautnya yang berbinar menandakan ia bahagia malam ini, tentu, yang hadirpun.
Begitu banyak makanan juga bunga - bunga warna pastel bergantungan ditiap sudut ruangan. Sayangnya, list lagu yang dibawakan si penyanyi acara membuatku mual. Lagu - lagu cinta yang bahagia, backsoundnya barangkali. Dan berhasil membuat mataku tiga kali melahirkan kaca, yang hampir retak, benar - benar sial!
Mungkin pada sebuah pernikahan, akan selalu ada satu dua hati yang patah, kurasa hatiku..
Eh tapi tidak, aku berbahagia. Iya. Tapi aku juga tidak begitu yakin. Istilahnya baper, dan aku percaya besok akan hilang dengan sendirinya dan tidak akan pernah lagi.
Tiba diakhir, aku menimang -nimang apakah harus memberikan ucapan selamat ataukah duduk saja ditempatku dengan tidak perlu memakai kacamata, agar aku tidak perlu melihat dengan jelas apa yang terjadi depan sana. Dan sial, lagi - lagi sial. Kakiku begitu saja membawaku melangkah menuju tempat dimana Raja dan Ratu itu berdiri menyambut tangan - tangan yang akan memberi doa.
Lihat dress hitamku, ini perayaan atas hatiku yang..
Tidak. Aku tidak merayakan apa - apa. Aku turut berbahagia.
Sampai tepat hadapannya, mataku hanya mampu menatap sepatu biru yang kupakai, aku mengulurkan tangan, lelaki berjas itu juga lalu kita resmi bersalaman.
"Hey, datang ya?"
"Terimakasih sudah datang"
Aku mengangguk. Ia tersenyum. Sepertinya. Sebab aku menunduk, demi segala apapun yang ada didalam ruangan ini, aku tidak berani mengangkat kepalaku. Ia pasti nampak manis dengan senyum itu.
Sialaaaan!
Kalimatnya terdengar seperti salam perpisahan,
"Hai lihat.. Aku sudah bahagia:) "
Tidak lama setelah itu, aku pulang.
Disudut hatiku yang paling dalam, diam - diam ia mendoakan kalian.
Selamat bahagia.
***
"Tidak ada bulan"
"Bulan?"
"Tidak perlu lihat ke langit:) "
(Nb: Mari menyusul mereka, sayang!:D)
Kamis, 30 Juni 2016
Selasa, 31 Mei 2016
Berat.
Kepulangan kali ini barangkali adalah kepulangan terakhir. Hari - hari berputar menjadi seperti salam perpisahan yang enggan terucap. Aku merasa seperti setengah jiwaku menolak pergi, sebab ada yang tertinggal disini. Entah apa.
Mungkin pertunjukkan musik favoritku yang akan digelar disini suatu hari?
Atau mungkin juga perkenalan kita yang harus nya punya temu, di kota ini?
Mungkin pertunjukkan musik favoritku yang akan digelar disini suatu hari?
Atau mungkin juga perkenalan kita yang harus nya punya temu, di kota ini?
Minggu, 29 Mei 2016
HALU
Seperti hayalan kita, sayang. Menikah, hidup berdua, bercinta dan memiliki tiga orang anak. Kita akan hidup bersama selama - lamanya. Benar, kita tidak sempurna tapi kita akan saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain.
Dalam suatu hubungan tidak melulu penuh dengan kebahagiaan. Cemburu, sakit, sedih, kecewa, marah, pasti selalu ada. Jika saat itu tiba, (hanya) tetap berdiri disebelahku, genggam tanganku erat - erat dan katakan kamu cinta aku, itu saja.. barangkali akan membikin hatiku luluh dan kita akan berbaikan lagi.
Sayangku, saat itu seluruh yang ada padamu kupastikan semuanya hanya akan menjadi milikku. Kita akan saling berbagi perihal apa saja.
Tidur bersama dan ditemani suara penyiar radio kesukaanmu, kamu memelukku, aku memelukmu dan kita terlelap hingga pagi datang.
Akan ku buatkan dua gelas teh hangat untuk kita berdua dan kita menikmati pagi sambil mendengarkan lagu - lagu dari band favoritmu.
O, sayang.. indah bukan?
Bagaimana?
Minggu, 22 Mei 2016
"Omong Kosong"
Kau tahu kau begitu mencintainya. Semua penduduk bumi pun mempercayai itu. Segala apapun yang kau lakukan semata - mata demi dia, tapi kabar burung itu datang dan kau, kau sungguh kecewa. Jangan tanyakan lagi, kau teramat kecewa. Hatimu yang patah.
Kau tau ceritanya, tidak, belum, tapi cepat atau lambat kau akan mencari tahu sebab kau yakin kau adalah seorang stalker ulung di abad ini. Kau akan mengetahuinya sebentar lagi. Sungguh, ini membuatmu semakin takut untuk berkomitmen. Cinta itu selalu sepaket dengan patah hati. Kau tidak pernah percaya ada cinta sempurna yang berujung pada kehidupan abadi yang membahagiakan selama - lamanya. Tentu tidak ada sampai kau yang akan mengalaminya sendiri, barangkali.
Sejauh ini, kau hanya pura - pura tidak tahu, bukan? Padahal didalam hatimu mereka berontak, emosimu meluap - luap, jutaan caci maki kau kumpulkan dan siap kau keluarkan namun kau menahannya sebab kau mencintainya, demi Tuhan kau sangat mencintainya. Mati - matian kau mengusir pikiran itu, mati - matian kau coba lupakan, namun sayang sekali.. pikiran itu jauh lebih kuat dari pertahananmu yang mencoba untuk mengusirnya.
Sekarang bagaimana? Kau harus apa, kau menjadi sangat bingung.
Kau tekankan berulang - ulang kali, kau perintahkan hatimu untuk mengingat - ingat kenanganmu dengannya, kenangan indah kalian bersama, kau coba untuk tidak membencinya sebab kau mencintainya. Aku tahu cintamu tulus, namun entah setiap kau melihatnya sedang asik dengan benda kotak itu, setiap kau mendengarkan suaranya dan suara perempuan diseberang sana... tidak ada yang tahu kau telah menumbuhkan kebencian yang teramat dalam untuknya. Kau tahu dia dan suara perempuan diseberang sana sudah saling terhubung sejak lama, walau kau tidak tahu bagaimana persisnya namun firasatmu mengatakan ada yang tidak beres. Sesuatu yang tidak baik akan nampak ke permukaan suatu hari, tinggal menunggu waktunya saja, dan firasatmu.. kau mempercayai ia tidak akan salah. Firasatmu selalu benar.
Hatimu patah, se....patah - patahnya. Kau ingin menangis sungguh sejadi - jadinya namun air matamu akan terbuang percuma saja. Kau harus berontak, kau harus melakukan sesuatu yang dapat menyiratkan pesan kepadanya untuk berhenti, jangan terus - terusan menjadi iblis sebab dimatamu, kau masih menganggapnya seorang malaikat.
Ia pernah menjadi malaikatmu.
****
"Aku tau keahlianmu selain mengarang cerita!"
"Apa?!"
"Selingkuh...."
Tawanya pecah. Telepon putus.
Minggu, 01 Mei 2016
Tulisan Si Alay Yang Ku Suka.
Kita ini pasangan yang punya planet sendiri. Cuma kita yang tinggal disana. Kita bahagia berdua. Sebagian ilmuwan tahu keberadaan kita. Planet ini cuma punya kita. Satu saat kita akan ajak keluarga kita ke planet kita, biar mereka bisa tahu betapa bahagianya kita ini. Kita ajak yang lain biar bisa ikut bahagia bareng kita. Nama planetnya; "Planet oLev".
Minggu, 24 April 2016
Aku Tetap Ingin Jatuh Kepadamu
/2/Pelukmu tidak pernah sampai, tapi debaran jantungmu aku dapat merasakannya.
Jemarimu tidak pernah menempel pada gendutnya jemariku, namun aku percaya saat genggaman kita menyatu akan terasa hangatnya.
Kecupanmu, wangi tubuhmu, aku yakin manis pasti, rasanya.
Sayangku,
Aku sungguh - sungguh jatuh didalam hatimu.
Aku tetap--ingin jatuh--kepadamu. Bersamamu.
Aku Ingin Jatuh Bersamamu (Lebih Lama Lagi)
/1/ Sebut lagi, apa saja.
Lebay, alay, egois, pencemburu, tukang ngambek, tukang mengeluh, apa lagi? Bilang saja.
Aku perlu penilaianmu.
Sayangku, untuk semua sifat - sifat tak menyenangkan itu, untuk segala kesabaranmu yang telah cukup lama menghadapi sifat - sifat itu, terimakasih dengan penuh cinta.
Aku sungguh jatuh didalam hatimu.
Aku masih ingin--lebih lama lagi--jatuh kepadamu. Bersamamu.
Rabu, 06 April 2016
Selasa, 05 April 2016
Catatan Tidak Jelas
Kedua kakimu menetap di bagian sebelah barat, setengah kakiku berdiri di bagian timur.
Perbedaan apa lagi yang akan membuatku melahirkan banyak tanya di dalam kepala? Kalau kamu mau tahu, mereka bercabang - cabang!
((Duduk menikmati dua gelas teh berdua dan kau asik dengan lagumu saja dan aku tenggelam dengan bukuku, dan kamu tidak perlu menjelma quote - quote manisku dan aku tidak perlu berubah jadi lirik - lirik romantismu, dan perihal apa saja..))
Semua hanya imajinasi masing - masing dari kita, mungkin kita tidak benar - benar melakoni peran itu saat masih kecil maka kita habiskan waktu kita yang hampir lebih dari 40.000 menit hanya untuk berlari - lari di dalam mimpi.
Pada akhirnya,
Toh, kamu akan semakin ke barat,
Aku terus menuju ke timur.
Cepat atau lambat kita mungkin akan semakin jauh saja.
Selasa, 22 Maret 2016
Jumat, 11 Maret 2016
TAIFUN - Barasuara
Di dalam hidup ada saat untuk berhati – hati
atau berhenti berlari
Tawamu lepas dan tangis kau redam
di dalam mimpi yang kau simpan sendiri
Sumpah serapah yang kau ucap tak kembali
Tak kembali
Semua harap yang terucap akan kembali
Akan kembali
Saat kau menerima dirimu dan berdamai dengan itu
Kau menari dengan waktu tanpa ragu yang membelenggu.
Kamis, 10 Maret 2016
Selamat Ulang Tahun.
Selamat bulan maret
Selamat tanggal sepuluh
Selamat memasuki usia duapuluhlima
Kamu..
Selamat ulang tahun
Semoga bahagia selalu..
Tahun ini, aku lupa hari lahirmu, mungkin aku tidak akan ingat kalau bukan kaila yang mengingatkan pagi tadi. Aku resmi lupa. Banyak hal bahagia yang membuatku melupakanmu.
Siangnya aku berniat untuk mengirimkan ucapan padamu. Tidak seperti tahun - tahun kemarin yang bagaimanapun caranya aku ingin jadi orang pertama yang merayakan hari bahagiamu.
Tahun ini aku resmi lupa.
Dan Kamu harus tetap seperti itu.
Selamat ulang tahun, Tan.
Aku tidak menyukaimu lagi :)
Kamis, 03 Maret 2016
Tidak Tahu
Aku tidak pernah menggenggam tangannya maka aku tidak tahu bagaimana rasanya.
Aku tidak pernah memeluknya
maka aku tidak tahu bagaimana hangatnya.
Apalagi menciumnya...
Senin, 29 Februari 2016
COLLOPORTUS!
Mari bertaruh siapa yang paling sakit, percaya saja, kamu akan kalah!
seperih ini ternyata rasanya. Kamu hanya tahu sebagian kecil perihnya, mari bertaruh, aku bersumpah, kamu pasti kalah!
Colloportus!
Untuk Aku.
Februari segera berakhir. Seperti yang kukira, tak ada lagi hiasan lampu kerlap kerlip di dalam matanya.
Semakin redup.
Sebentar lagi cahaya mati,
lalu gelap.
Dalam gelap, aku meraba - raba bayangannya walau ku tahu takan kutemui apa - apa disana.
Gelap berwarna pekat.
Kau tahu begitulah rupa bayangan, bukan?
Tak kutemui apa - apa lagi pada bola matanya.
Awas, hati - hati.. sebentar lagi kaca - kaca tercipta di mataku.
Ah.. sial!
Mereka banyak!
Minggu, 21 Februari 2016
Untuk Vina.
Vina temanku di Semarang,
Apakabar?
senang sekali aku baca suratmu, mereka manis. Ah, kamu semakin mahir saja menyulam kata. Maaf baru kubalas suratmu di hari ke 23. Bukannya aku sok sibuk, tapi belakangan ya.. seperti yang kamu tau, aku memang sedikit sibuk mengurus urusanku di Kampus. He he.
Tahun ini aku jarang berkirim surat, selain (agak) sibuk, aku juga susah menulis bahagia, Vin. Entah kenapa aku lebih produktif saat hatiku sedang kacau. Aku pernah baca dimana sebuah quote yang berbunyi "lahirkan dari rasa sakit paling memilukan karena anak tercantik dari seni adalah depresi". Ku rasa itu berlaku untukku. Perihal Renjana, suratku yang katamu kau suka itu... setelah kubaca lagi, aku jadi berpikir; segamang itu ternyata aku dulu. wkwkw
Vina temanku yang cantik,
semoga bahagia selalu dengan Galih. Aku ikuti cerita kalian lewat surat - suratmu yang selalu kamu kirim untuk kekasihmu itu, romantis Vin, Galih mesti jadi laki - laki paling beruntung dicintai kamu.
Aku boleh sombong ya? aku juga sedang bahagia, Vina, sepertimu. he he Semoga berlangsung lama, kamu tentu tahu bukan 'bahagia' yang ku maksudkan ini siapa :)
Setahun lalu, kita adalah dua orang asing. Siapa sangka sekarang kamu adalah salah satu orang yang tahu banyak tentang kehidupanku. Aku bersyukur untuk itu dan untuk setiap hal - hal baik yang terjadi dihidupku; ya bertemu dengan orang sepertimu, salah satunya. Kamu banyak membaca keluhanku saat aku galau, kamu tau ceritanya karena aku bagi, tidak jarang kamu juga kasih masukan. Terimakasih.
Walaupun tidak semanis suratmu, tapi, semoga kamu senang membaca surat balasanku.
Hei, apakabar kangpos yang waktu itu ya? Ha ha ha
Temanmu di Manado,
Nisa
Surat Pendek.
Tuhan, ini surat yang amat pendek dari aku si anak perempuan yang suka mengeluh.
Sepanjang hidup yang Kau beri ini tak jarang aku menangis, tak jarang aku kecewa dengan takdirMu, kadang aku diam-diam mengumpat segala hal buruk yang terjadi dalam hidupku,
Namun,
Terlepas dari itu semua, aku tahu Kau Maha Baik. Segala apapun yang Kau rencanakan untukku adalah takdir baik.
Tuhan Yang Baik,
Walau aku sering mengeluh.. tapi terima kasih, hidupku asik.
Aku bersyukur untuk itu..
Tuhan, sependek ini saja suratku. Selebihnya, mari bertemu dalam doa.
Senin, 15 Februari 2016
Untuk Tan
Diatas.
Kita sedang berada pada jarak
yang sangat
dekat.
Kaki tinggal melangkah hanya dengan
beberapa hitungan saja lalu sampai
ditempatmu.
Tapi kamu dimana?
Tidak kasat mata.
Atau minus dimataku bertambah?
atau
bukan giliranmu saat ini?
Jadi, kapan waktu akan berbaik hati
mempertemukan
kita, lagi?
Tertanda,
Anak perempuan yang pernah kamu panggil Nuy
Jumat, 12 Februari 2016
Dilan.
Kepada, Dilan.
Dilan,
Aku tau di hatimu cuma ada Milea, maaf aku ga peduli, aku tetap pengen nulis surat buat kamu.
Dilan,
mungkin lebih cocok ku panggil Om Dilan kali, ya? karena jika kamu adalah nyata (katanya sih kamu nyata), kamu tentu jauh lebih berumur diatasku. Bayangkan saja, kamu SMA di tahun 90. Itu aku belum lahir tuh, direncanakan saja belum kayanya, nanti 4 tahun setelah itu baru aku ada.
Dilan,
kamu tahu gak, kamu itu jadi idola semua anak perempuan (yang baca kisah kamu) termasuk aku. Kamu pacarable banget; cool, penyayang, perhatian, lucu, romantis dengan cara kamu. Aduh Dilan.. melting aku dibuatmu.
Milea sungguh perempuan yang beruntung bisa pernah jadi kekasih kamu, harusnya kalian menikah saja diakhirnya.
Tapi ternyata Milea menikah sama Mas Herdi. Kamu, kamu dengan siapa, Dilan?
Dilan,
Terimakasih sudah jadi bacaan yang menyenangkan, membuat aku melayang - layang membayangkan, kisahmu bikin aku senyamsenyum sendiri diawal pertama, lalu aku tenggelam dan ikut nyesek di endingnya. Aku bahkan nangis, iya ini lebay, Dilan, tapi ngebayangin gimana jadi Milea yang diam - diam memendam rindu untuk kamu itu.... ah, Ayah PidiBaiq emang jago ngerangkai kata..
Dilan, segini aja suratku. Aku mau beol soalnya.
Udah ya, Dilan, dadah!
(Ini dari Nisa, Dilan, bukan Milea :)
Selasa, 09 Februari 2016
Untuk Ma dan Ba
Dear Mama dan Baba, di Rumah.
Anakmu, Ma, Ba, hari ini sesuai janji, dia telah lulus. Namanya sebentar lagi akan ada tambahan di belakangnya. Ma dan Ba pasti tidak menyangka :)
Terimakasih untuk doa - doa tulus yang tidak pernah berhenti mengalir untuknya, terimakasih untuk semangatnya disetiap waktu.
Terimakasih untuk kepercayaannya. Dia tahu, barangkali ada sedikit rasa kecewa karena lulus sedikit terlambat dari waktu yang seharusnya, tapi, hari ini mohon lupakan kekecewaan itu. Tersenyum dan banggalah untuknya.
Perjalanannya masih sangat sangat panjang, dan 'membahagiakan' kalian adalah tujuannya yang paling utama, untuk itu.. berjanjilah untuk selalu sehat, ya? hanya itu.
Selalu bahagia dan terus menerus mendoakannya.
Ma, Ba, sudah hampir lama tidak bertemu, rindunya sudah ditabung hampir setinggi gunung, bahkan lebih. Tapi, tunggulah sebentar lagi, ya..
Sebentar saja, sebentar lagi kita akan bertemu.
Anakmu,
di Rantau
Rabu, 03 Februari 2016
Roman Picisan.
Haha untuk melihatmu, aku tidak butuh kacamata, Tan. Segalanya terasa jelas, segalanya begitu nyata walau lampu remang menambah rabun di mataku.
Dan aku tidak pernah salah duga, matamu tetap seperti panda lalu mereka tampak lelah, tidurmu tak teratur? atau bagaimana? memang seperti itu matamu?
Kamu banyak tersenyum malam tadi, Tan. Barangkali kamu sedang bahagia? yang entah aku tak tau untuk apa dan siapa karena apa.
Ini klasik dan menjijikkan tapi sumpah aku ingin waktu berhenti sejenak ketika kamu berada tidak jauh di depanku saat tengah asik melahap mie ceplok yang kamu pesan. Aku tahu, kamu tahu aku memperhatikanmu dari balik punggung temanmu. Akan lebih bagus lagi jika aku tahu, kamu salah tingkah saat itu.
Perasaanku, Tan, jangan tanya bagaimana. Maksudku jika kamu bertanya apa aku bahagia saat bertemu denganmu malam tadi, tidak ragu - ragu akan ku jawab YA. Tapi kalau kamu tanya bagaimana perasaanku, perasaan seorang anak perempuan kepada seorang lelaki, rasanya sudah menghilang Tan, aku bahkan tidak deg - degan lagi. Aku tidak malu - malu lagi, tidak sembunyi - sembunyi lagi, aku sudah besar, Tan. Aku sudah pandai mengontrol perasaanku. Rasanya tidak sama lagi, tapi kamu akan selalu di hati.
Ku harap kamu pun senang bertemu dan melihat perubahan sikapku yang sudah lebih dewasa saat berada di dekatmu. Aku tahu, setelah ini kamu mungkin lupa pernah bertemu denganku, tapi aku tidak ingin Tan, aku harus menulisnya, mereka harus kuabadikan. Agar dapat ku kenang terus menerus. Saat aku terlalu lelah menghadapi urusan di Kampus akan ku baca lagi surat yang kutulis untukmu, mungkin, mungkin mereka akan membikin hatiku senang lagi. Kupikir aku perlu itu untuk nanti.
Tan yang tidak pernah berubah, iya jangan berubah. Tetap menjadi Tan yang seperti itu saja. Gaya, sikap, begitu - begitu saja. Aku bahkan tidak apa kalau kamu tetap sedingin esbatu saat ada didekatku, atau kamu bahkan enggan menyebut namaku maka kamu tidak pernah menyebutnya, aku tidak apa. Karena kamu yang seperti itulah yang aku suka. Dan usia perasaanku mereka sudah hampir memasuki tahun ke 5. Dan kamu begitu - begitu saja. Jangan pernah jadi ramah.
Sampai bertemu dilain waktu, Tan..
Disaat itu, walau usiaku dan usiamu terus bertambah, pelan - pelan aku juga akan tumbuh menjadi wanita dewasa dan bertemu banyak orang baru nantinya, mencintainya, ku pastikan aku akan terus menyukaimu. Sebatas menyukaimu.
Karena mungkin, takdirku di kehidupanmu selamanya hanya akan sebatas itu..
Semoga mereka mengerti.
Nisa.
Dan aku tidak pernah salah duga, matamu tetap seperti panda lalu mereka tampak lelah, tidurmu tak teratur? atau bagaimana? memang seperti itu matamu?
Kamu banyak tersenyum malam tadi, Tan. Barangkali kamu sedang bahagia? yang entah aku tak tau untuk apa dan siapa karena apa.
Ini klasik dan menjijikkan tapi sumpah aku ingin waktu berhenti sejenak ketika kamu berada tidak jauh di depanku saat tengah asik melahap mie ceplok yang kamu pesan. Aku tahu, kamu tahu aku memperhatikanmu dari balik punggung temanmu. Akan lebih bagus lagi jika aku tahu, kamu salah tingkah saat itu.
Perasaanku, Tan, jangan tanya bagaimana. Maksudku jika kamu bertanya apa aku bahagia saat bertemu denganmu malam tadi, tidak ragu - ragu akan ku jawab YA. Tapi kalau kamu tanya bagaimana perasaanku, perasaan seorang anak perempuan kepada seorang lelaki, rasanya sudah menghilang Tan, aku bahkan tidak deg - degan lagi. Aku tidak malu - malu lagi, tidak sembunyi - sembunyi lagi, aku sudah besar, Tan. Aku sudah pandai mengontrol perasaanku. Rasanya tidak sama lagi, tapi kamu akan selalu di hati.
Ku harap kamu pun senang bertemu dan melihat perubahan sikapku yang sudah lebih dewasa saat berada di dekatmu. Aku tahu, setelah ini kamu mungkin lupa pernah bertemu denganku, tapi aku tidak ingin Tan, aku harus menulisnya, mereka harus kuabadikan. Agar dapat ku kenang terus menerus. Saat aku terlalu lelah menghadapi urusan di Kampus akan ku baca lagi surat yang kutulis untukmu, mungkin, mungkin mereka akan membikin hatiku senang lagi. Kupikir aku perlu itu untuk nanti.
Tan yang tidak pernah berubah, iya jangan berubah. Tetap menjadi Tan yang seperti itu saja. Gaya, sikap, begitu - begitu saja. Aku bahkan tidak apa kalau kamu tetap sedingin esbatu saat ada didekatku, atau kamu bahkan enggan menyebut namaku maka kamu tidak pernah menyebutnya, aku tidak apa. Karena kamu yang seperti itulah yang aku suka. Dan usia perasaanku mereka sudah hampir memasuki tahun ke 5. Dan kamu begitu - begitu saja. Jangan pernah jadi ramah.
Sampai bertemu dilain waktu, Tan..
Disaat itu, walau usiaku dan usiamu terus bertambah, pelan - pelan aku juga akan tumbuh menjadi wanita dewasa dan bertemu banyak orang baru nantinya, mencintainya, ku pastikan aku akan terus menyukaimu. Sebatas menyukaimu.
Karena mungkin, takdirku di kehidupanmu selamanya hanya akan sebatas itu..
Semoga mereka mengerti.
Nisa.
Selasa, 02 Februari 2016
Sajak Rindu.
Perempuan ini sayang, ia terbiasa memendam rindu, namun sejak bersamamu ia belajar untuk selalu mengungkapkannya tanpa harus malu - malu.
"Aku rindu..."
"Setiap waktu..."
Kekasihmu,
Nisa
Senin, 01 Februari 2016
Surat Kedua.
Tepat setahun semenjak hatiku patah karenamu.
Mungkin kamu tidak berniat untuk mematahkannya, sebab aku tahu kamu anak laki - laki yang baik.
Tapi, kalau boleh jujur, patah hati tahun lalu adalah patah hati terburukku. Aku tentu pernah mengalami patah hati sebelumnya, namun patah hati model itu.. baru ku alami saat jatuh bersamamu.
Katamu, kamu tidak bisa meninggalkan kekasihmu, tapi kamu memintaku untuk terus bersamamu. Kamu bilang kamu menyayangiku, tapi selalu kamu habiskan hari dengan kekasihmu.
Lalu, kamu bilang, andai aku bisa sedikit lebih bersabar.
Bersabar?
Tahun ini segalanya habis tak berbekas. Waktu.. menyembuhkan patah hatiku karenamu. Waktu membuat hatiku belajar untuk mencoba berdamai dengan hatimu.
Bukan untuk kembali, tapi, barangkali karena sekarang aku sudah berhasil menjadi perempuan dewasa, berkatmu.
Aku tidak lagi mengutukmu, mengumpatmu,
aku mendoakanmu. Mendoakan kita; kamu bahagia dengan kekasihmu, dan aku berbahagia dengan kekasihku.
Salam Rindu,
Nisa
Sabtu, 30 Januari 2016
Kepada Dosen Penguji
Selamat pagi bapak-ibu dosen penguji sekalian (1,2,3), semoga hari minggu kalian menyenangkan.
Ini surat cinta yang lumayan pendek untuk kalian yang isinya berupa sedikit keluhan dan permohonan, semoga ga berpengaruh sama nilai skripsi saya, ya, pak, buk.
Dosenku sekalian,
sebenarnya saya takut berhadapan sama kalian (lagi) nanti di waktu sidang. Saya takut ketika bapak penguji 1 sudah mulai bersuara, saya takut tidak bisa berkutik sedikitpun seperti saat seminar proposal. Semoga di waktu sidang skripsi gak begitu lagi ya, pak, buk.
Saya bingung nih, tanggal ujian belum keluar juga, padahal saya ngejar wisuda februari. Tapi kayaknya ga bisa deh, pak, buk.
Bapak ibu dosen sekalian,
nanti.. revisinya jangan dibanyakin yah. Saya lelahhhhhhhhh bolak - balik girsa buat ngeprint :(
Tolong ya, bapak ibu dosen penguji, mudahkanlah saya untuk meraih gelar ini. Saya udah bosan banget nih di kampus. Jangan dipersulit ya, pak, buk. Mari bekerja sama :)
Terimakasih
Sincerely,
Nisa (Mahasiswi semester 10)
Langganan:
Komentar (Atom)
Oktober 2020
Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...
-
ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli...
-
Selamat bulan maret Selamat tanggal sepuluh Selamat memasuki usia duapuluhlima Kamu.. Selamat ulang tahun Semoga bahagia selalu....
-
Karena kamu kegeeran sendirian, Nis! Karena dia tidak.













